Kamis, 24 April 2008

SEBERAPA BERARTINYA AKU BUATMU ?

Seperti pepatah bilang, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Tapi cita-citaku ternyata hanya secetek tanaman ubi rambat. Dari kecil aku gak pernah punya cita-cita yang pasti, berubah-ubah. Aku lebih membiarkan hidupku mengalir kayak banjir. Nyusahin banyak orang.
Suatu kali cita-citaku jadi sopir angkot, dalam pikiranku, enak banget kemana-mana gak usah bayar, lain kali cita-citaku berubah ingin jadi tukang kepang rambut kaya yang sering ada di pinggir pantai Kuta, lagi-lagi pikiranku ke arah gratisan melulu, enak bisa kepang sendiri kaya Bob Marley gak usah bayar.

Cita-citaku yang paling bagus disaat aku pengin jadi guru, eitss tapi tunggu dulu, jangan pikir aku ingin mencerdaskan kehidupan bangsa seperti layaknya guru-guru lainnya. Tapi sekali lagi, aku ngelihatnya enak bener jadi guru, bisa nyuruh-nyuruh muridnya, gak usah bikin pe er, gak usah ikut ulangan.

Sewaktu TK, semua temen-temenku punya cita-cita, ada yang pengin jadi dokter, pengusaha, malahan ada yang pengin jadi tabib. Tapi aku gak punya cita-cita apa-apa.

" Kamu harus punya cita-cita!" Kata Guruku

" Semua temen-temen kamu punya cita-cita, Arya pengin jadi arsitek, Susi pengin jadi dokter. Biyan pengin jadi pengusaha kayak bapaknya. Kamu pengin jadi apa?"


" Sebelum nentuin cita-cita, boleh saya tanya dulu sama Biyan? " Tanyaku

Bu Guru bingung kelihatannya, tapi dia ngebolehin aku tanya sama Biyan.

" Biyan, bapakmu pengusaha apa?"

" Banyak, Pabrik semen, ekspor garmen, sama punya mini market " Kata Biyan

" Kamu pengin jadi pengusaha sukses kaya bapaknya Biyan?" Tanya guruku.

" Nggak kepikiran sama sekali " jawabku tegas

" Lalu kamu pengin jadi apa?" tanya guruku, yang kayaknya udah mulai jengkel

" Jadi istrinya Biyan !!"

" Kamu gak boleh bercita-cita jadi cewek matre. Pikirkan sekali lagi ya!!"

Biyan yang sewaktu itu gossipnya bisa jadi Power Ranger Hitam (biasa gossip anak TK) kembang kempis hidungnya denger cita-citaku, entah kesenengan ato sesek napas, aku gak tau. Yang pasti sejak itu setiap karnaval TK aku dan Biyan selalu dipasangkan.
Pas karnaval 17 Agustusan, aku dan Biyan didandani jadi sepasang pengantin Bali, entah lagi kesambet ato stress tiba-tiba Biyan di jalan gandeng tanganku. Reni, anak SD yang kebetulan ngelihat moment itu, tiba-tiba nyeletuk,

" Ih, kok dipegang tangannya sih?? Nanti bisa hamil!"

Aku kaget banget, seperti tersambar geledek aku bengong.
Aku yang saat itu gak ngerti apa artinya hamil, tapi dilihat dari ekspresi muka si Reni, maka aku berkesimpulan kalo hamil itu adalah sesuatu yang menjijikkan.
Aku paranoid, stress berat.
Gak bisa makan kecuali laper, gak bisa tidur kecuali ngantuk (sama aja ya??)

" Ma, orang hamil itu gimana sih?" Akhirnya aku memberanikan diri tanya sama Nyokap

" Hamil?" Sejenak Nyokap berpikir. " Itu ntar perutnya jadi gede. Isinya ada bayinya. Terus akhirnya punya anak deh."

" Punya anak?"

" Iya "

Oh goats, aku baru umur 5 tahun dan sebentar lagi bakal punya anak. Aku masih pengin ngerasaan SD. Ini gawat. Selama seminggu, aku melewatinya dengan penuh kecemasan, tanda tanya dan rasa khawatir. Selama seminggu pula, aku mandi sehari ampe 10 kali.


BTW, balik lagi ke masalah cita-cita.
Saat ini kalo aku ditanya cita-cita masih juga belum punya jawaban yang pasti, tapi dalam pikiranku pernah terlintas, kalo aku pengin jadi penulis yang bagus. Mungkin suatu saat tulisanku bisa dijadikan sinetron, atau Film atau bahkan di filmkan di Hollywood diperankan Susan Sarandon dan Tom Hanks, bisa dapet piala Oscar sebagai penulis skenario terbaik!!!
Who knows??
Aku tahu khayalanku keterlaluan, bukan lagi sebagai suatu cita-cita yang realistis. Aku pernah mengungkapkan khayalanku ini kepada seseorang, yang menurutku komentarnya sangat berarti buat aku. Tapi aku gak dapet tanggapan yang berarti, dia hanya bilang,


" Maaf ya, aku gak sempet mikirin itu, aku lagi banyak kerjaan."


Dan untuk selanjutnya dan selanjutnya dia gak pernah baca lagi apa yang aku tulis.
Aku terhempas.
Aku ngerasa gak berarti.
Meskipun banyak yang lain bilang, tulisan kamu bagus. Aku seneng ngebacanya, atraktif dan lucu. Aku ngerasa terhibur.
Padahal yang gak aku tahu, ternyata mereka kebelet abis baca tulisanku (he..he)

Eniwei, aku jadi mikir. Seberapa hebatnya diriku dimata orang, seberapa berhasilnya diriku dimata orang, seberapa berartinya diriku dimata orang, aku menjadi gak berarti banget bila aku gak bisa memberi arti bwt orang yang aku kasihi.
Aku menjadi gak berarti saat gak dapet perhatian ato tanggapan yang berarti dari orang yang paling disayangi.
Sebentar-sebentar, walaupun agak kurang nyambung, tiba-tiba dalam pikiranku yang serba aneh ini tiba-tiba terlintas suatu statement :


Women are more emotional and less rational than men.


Tanpa perlu dibahas, tentunya semua setuju kan dengan pendapat ini?
Apa mungkin karena aku seorang cewe, jadi aku ngerasa begitu sensitif dan emosional sehingga menganggap itu sebagai bentuk penolakan yang akhirnya membuat diriku menjadi tidak berarti dimatanya??
Ataukah karena dia sebagai seorang cowo, yang berpikir secara rasional bahwa dia sedang melakukan hal yang terpenting dalam hidup ???
Aku gak tau, aku gak bisa cari jawaban atas pembenaran jalan pikiranku ke orang lain. Dia adalah dia...
tidak sama dengan orang lain.
Aku punya sebuah cuplikan puisi yang menurutku bagus ( woiiiii ternyata aku bisa juga nulis puisi !!)


" Bila tak bisa jadikan aku bintang, jangan jadikan aku debu
Bila tak bisa jadikan aku embun, jangan jadikan aku rumput
Bila tak bisa jadikan aku angin, jangan jadikan aku daun
Bila tak bisa jadikan aku teristimewa, jangan biarkan aku menghiba."


Ato aku ini jadi cewe yang rese, karena selalu mencari arti diriku sebagai suatu bentuk ketidak percayaan diri?

.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



6 comments:

Anonim mengatakan...

Menulis kadang2 menunjukkan siapa diri kita sebenarnya.Jadi diperlukan kejujuran dalam mengekspresikan apa yang kita tulis, sekalipun itu fiksi karena dengan kejujuran kita bisa bebas mendeskripsikan apa yang kita tulis.

Mbah Koeng on 30 Maret 2009 23:08 mengatakan...

duh nyaingin kerbau mandinya hee...

apih yayan on 6 Juni 2009 03:15 mengatakan...

saya doa'kan mbak itikbalis biar kesampean cita2nya..wokeh.. don' forget visit my blog and comment back.. nice artikel..

buwel on 21 Juni 2009 02:23 mengatakan...

" Bila tak bisa jadikan aku bintang, jangan jadikan aku debu
Bila tak bisa jadikan aku embun, jangan jadikan aku rumput
Bila tak bisa jadikan aku angin, jangan jadikan aku daun
Bila tak bisa jadikan aku teristimewa, jangan biarkan aku menghiba."

kereennnnnnnnnn

lagi usil on 10 Agustus 2009 01:09 mengatakan...

hmm, tapi tulisan kamu beneran keren n lucu sekaligus dalem, meski pas kelar baca kebelet juga hihihi...

f4dLy :) on 18 Maret 2011 23:03 mengatakan...

kembali ke awal dirimu ngeblog, ternyata sekarang telah terbukti bahwa kamu bisa menjadi sebuah inspirasi...
da jika diriku termasuk salah seorang yang kamu kasihi maka telah tuntaslah sudah impianmu
"aku menjadi gak berarti banget bila aku gak bisa memberi arti bwt orang yang aku kasihi."
sadarlah, dirimu adaah sebuah insirasi untukku de'...

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon