Senin, 12 Januari 2009

Menerima Kritik

Wuahhh seminggu lebih lamanya gak posting, padahal aku sudah berjanji (dalam hati, suerr!!) kalo gak bakalan males posting lagi

Well, ada yang beda dengan postingan kali ini dan selanjutnya, mengganti kata gw atau gue dengan aku.

Lanjut lagi ya…judul postinganku kali ini tentang menerima kritik dari seseorang.

Jujur, aku akui, aku adalah orang yang sulit menerima kritik, bahkan selalu defense terhadap suatu tulisan yang aku buat. Dulu aku beranggapan bahwa membuat suatu tulisan merupakan hasil karya sendiri dari setiap orang dan setiap orang mempunyai ciri khas dalam menyajikan suatu karya.
Sehingga, suatu karya itu tidak boleh diubah originalitasnya hanya untuk memuaskan hati orang lain, sedangkan setiap orang mempunyai selera berbeda-beda.

Tapi kemarin setelah aku baca sebuah tulisan dari seorang penulis yang bukunya lumayan ngetop, ternyata diapun melalui proses yang sama dengan yang aku alami bahwa :

PERCAYALAH, BUTUH WAKTU UNTUK MENERIMA MENJADI SESEORANG YANG SENANG AKAN KRITIK

Aku jadi sadar, tak ada sesuatu yang sempurna, itu kata pertama yang ingin aku ucapkan
Dulu ada seseorang yang sering baca tulisanku, karena emang tulisanku sering aku tujukan buat dia. Dan hampir setiap tulisanku diberi masukan.

Tapi entah kenapa, saat itu dia bilang, "mau tulisan kamu aku kritik? "

Okey, seharusnya aku seneng, artinya dia memperhatikan yang aku tulis, dan terlebih lagi harusnya aku berterimakasih kepada dia karena dia sudah memberiku masukan membuat suatu hasil karya yang bagus untuk selanjutnya.

Tapi aku malah defense dan menunjukkan keakuanku. Mungkin dia tersinggung dengan kata-kataku yang “sok” merasa menjadi penulis, padahal belum ada satupun tulisanku yang layak dan bagus.

Aku meminta maaf, walaupun kelihatannya dia oke-oke saja, dan sepertinya “uppss..it’s not the big problem for me” tapi sampai sekarang dia tidak pernah lagi memberiku sebuah kritikan atau masukan untuk tulisanku. Entah karena memang dia sibuk jadi tidak pernah lagi punya waktu untuk memperhatikan tulisanku ataukah memang sebenernya dia sudah males baca tulisanku yang gak bermutu tapi penulisnya sok pede dan gayanya selangit…

Aku menyesal, sungguh….setelah kejadian itu :
1. Aku hampir gak pernah lagi buka computer untuk sekedar menulis apa saja
2. Aku merasa terpukul, apa benar sedemikian parahnya aku dan tulisanku??
3. Aku gak pernah lagi posting tulisanku ke blog…blogku yang baru aja aku buat, mati suri hampir beberapa bulan.

Entah dia masih ingat atau enggak, tapi aku gak pernah lupa kejadian itu.
Dan meski sekarang aku seringkali mengirimkan tulisanku lewat email atau memintanya untuk melihat blogku dan memberinya comment, dia tak bergeming.
Mungkin dia berpikir, buat apa aku meluangkan waktuku buat mengkritik atau melihat suatu karya yang gak mutu tapi selalu tidak mau menerima kritikan.

Owhhhh…Tuhan..aku sudah berubah..sudah berubah..
Kalo mau kritiklah aku sepuas-puasnya, lihat aku sepuas-puasnya. Aku akan sangat berterimakasih kepada kamu.

Ternyata, gak banyak orang yang seperti dia, mau memperhatikan apa yang aku buat. Padahal kritikannya adalah suatu hal yang sangat wajar dan tak berbau jealousy.
Aku merasa kehilangan….

Suatu hal yang menjadi pelajaran tentang hal itu, don’t take it personally…dan terimalah kritik dengan bijak

Mengutip kalimat dari seorang penulis :

Banyak orang yang kekurangannya tersirat dalam tabir dan menyalahkan orang-orang yang membantu dengan membuka tabir itu. Jangan pernah seperti itu…..


Tags : Djarum Black, Djarum Black Slimz, Djarum Black Slimznation, Autoblackthrough, Blackinnovationawards, Black In News, Black Community


.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



11 comments:

Anonim mengatakan...

Kritiknya dikumpulin aja tyuz dijual. Hyo cpa beli klitik singkong? Wk wk wk ka ka....

blog1e on 17 Januari 2009 22:54 mengatakan...

maklumlah..tiap orang pasti punya sifat egois

ratu is rahmatullah on 18 Januari 2009 01:46 mengatakan...

Kritik2, bunyinya kek kripik, memang susah nerima kripik, seperti nyari bang penjual krpik *ngumung apa seh aku ini*

haaha

ichanx on 18 Januari 2009 03:21 mengatakan...

ada kritik yang membangun, ada kritik yang ngajak berantem... kalo yang ngajak berantem, ya gimana lagi? hahaha

Senoaji on 18 Januari 2009 12:59 mengatakan...

kamu nulis seperti itu aja, berarti kamu berani belajar menerima kritik. memang tak semudah membalikkan penggorengan gosong, untuk bisa dikritik mengkritik ataupun krtik api[tuttt tuttt siapa hendak turutt..bla...bla..], namun proses untuk mjd sedewasa itu dalam menulis, perlu juga sih openhouse media kritik, weleh weleh weleh aku aja belum berani... kikikikikikikikikikik

tabiek
senoaji

Ardy_Lie mengatakan...

Hy... hy...
Vany yang Cuanteeek, Ikut Nimbrung kasih Cooment_a yach.
Menurut Ardy,tulisan-tulisan Vany sudah Bagus. Pemakaian kata2nya juga sudah mengena(KLOP) dengan TOPIK tulisannya.
Yang lebih penting ga GARING dan ga Ngebosenin, jadi orang kalau baca ga setengah-setengah.
MAJU TERUS, Pantang MUNDUR
^_^

Ardy_Lie

Anonim mengatakan...

memang tidak mudah mengalami sebuah proses menuju kedewasaan dan kebijaksanaan,terkadang orang yang suka mengkritik juga tidak selamanya melihat kejelekan itu jelek,dan tidak pula melihat kebaikan itu selalu baik ,semua akan berubah seiring dengan fase-fasenya,dimana kita hidup di situ kita tertawa,dimana kita menangis di situ juga kita merasakan arti kehilangan............

terus berprestasi ya ade ku yang makin hari makin sibuk,,,,,,

keluarkan imajinasimu dan mimpimu akan membawamu pulang dalam ruang yang tidak terbuang

good luck!

lookj on 9 Februari 2009 17:57 mengatakan...

ok bli ngripik..eh ngritik aja...jangan terpaku ma gasmed ya tulisannya..hehehe

attayaya on 15 Februari 2009 11:57 mengatakan...

memang sangat susye menerima sesuatu yang salah pada diri sendiri dan sangatlah mudah menyalahkan org lain.

gajah si seberang pulau kelihatan
semut di pelupuk mata ga kelihatan

gitu d kira-kira

buwel on 21 Juni 2009 04:18 mengatakan...

aku tetep nggak ngritik tik, kamu udah bagus...

Seti@wan Dirgant@Ra on 29 Oktober 2009 10:43 mengatakan...

Kalau aku dikritik malah berterima kasih, selama kritikannya bener dan kontruktif.

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon