Rabu, 04 Maret 2009

Surat Untukmu


Puisi : Surat Untukmu
Oleh : Ayu Laksmi

Aku berdiri sedang memandang langit

Ketika aku menulis surat ini aku berharap suatu saat kamu akan datang dan menengokku
Membaca dan mengerti apa yang aku rasakan selama ini

Terimakasih telah membuat hari-hariku selama ini indah


Kamu sanggup membuat aku tersenyum bila mengenang hal-hal keci dan kebodohan –kebodohan yang tak pernah aku sadari hanya karena aku ingin menarik seluruh perhatianmu

Kamu sanggup membuat aku menjalani hari-hariku dengan penuh semangat hanya dengan ucapan ringan, atau becandaan yang sebenarnya biasa saja.

Oke, aku akui.
Itu semua karena aku cinta kepada kamu
Cinta yang membuat aku bertahan menjalani segala kesebalan, sakit hati, kecewa dan amarah dengan menggantinya dengan semangkuk senyum dan kerinduan.


Cinta yang membuat aku mempunyai suatu harapan untuk selalu bersama kamu.
Aku tidak tahu hatimu, apakah kamu mencintaiku sebesar aku mencintai kamu
Atau mungkin malah sebenarnya kamu tidak mencintaiku
Tapi saat kamu bilang, I love you, aku sayang kamu, aku kangen kamu dan kamu juga takut kehilangan aku, saat itulah aku merasa menjadi wanita yang paling indah di dunia, paling istimewa di mata kamu.

Mungkin aku hanya sedikit ge er, tapi aku sangat menikmatinya.

Kamu pernah bilang padaku, bahwa kamu tak akan pernah berubah, akan tetap menyayangiku sampai kapanpun.

Mungkin kamu tak pernah tahu, kalau aku sering menangis diam-diam karena memikirkan kamu.

Kamu mulai banyak berubah,

Aku merasa kamu mulai menjauhiku, mulai tak ingin bersamaku, mulai tak betah berlama-lama denganku.

Mulai tak segera menjawab pesanku, mulai tak ingin mendengar kabarku
Membiarkan aku dalam gusarku atas kabarmu, kenapa, kamu dimana, kamu baik-baik sajakah?

Salahku sendiri, aku terlalu membosankan,
Terlalu obsesif, pencemburu, pemarah, kekanak-kanakan dan tidak percaya diri.
Membuat kamu jenuh, muak dan barangkali pengin muntah
Membuat kamu berpikir ulang untuk mengkaji apa yang telah kamu lakukan dan kamu ucapkan kepadaku adalah sebuah kesalahan, sehingga kamu berpikir untuk menghapusnya jika mampu kau lakukan.

Salahku sendiri, aku terlalu banyak berharap tentang kamu
Menggantungkan inspirasi, semangat dan keinginan buat kamu. Hingga membuat kamu merasa bersalah, takut akan menjadi beban dalam hidupku

Kamu pernah bilang kepadaku, trimakasih ya, sampai saat ini kamu masih mau sama aku. Padahal aku jarang sekali menunjukkan perasaan sayangku sama kamu.

Aku terlalu naïf,
Apa kamu bersikap seperti ini selama ini kepada aku, karena kamu berharap aku bosan dan lama-lama aku akan meninggalkan kamu dengan sendirinya?
Apakah selama ini aku perempuan bebal yang tidak mengerti isyarat bahwa, kamu sebenarnya tak cukup sayang dan cinta buat aku?

Aku sedang tidak marah atau benci
Aku hanya mencoba ber-empati untuk menempatkan diri menjadi posisi sepertimu
Akankah aku berbuat hal yang sama seperti apa yang kamu lakukan padaku?

Baiklah sekarang aku menyerah,
Kamu ingin aku bagaimana? Kamu ingin kita seperti apa? Kamu ingin kita saling menjauh?

Aku sih tidak ya! Selain karena aku masih sayang kamu, sikapku yang “meledak-ledak” selama ini hanyalah suatu ekspresi diri yang harus aku sampaikan kepada kamu saat itu juga. Selanjutnya, aku tak marah lagi dan segera minta maaf.
Aku tak ingin kehilangan kamu, sebab kamu telah membuat duniaku berwarna-warni selama ini.

Namun, aku tak pernah bisa mengatur suara hatimu. Memaksamu untuk menyayangiku
Cinta itu ikhlas, cinta itu rela, cinta itu bebas, The Freedom of love.

Jadi Aku biarkan hatimu memilih……………








.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



30 comments:

ADVINTRO on 4 Maret 2009 08:27 mengatakan...

mba, seperti yang selalu pesan pada pacarku, jangan cintaiku 100% aku juga tidak begitu, tujuannya cuma 1, aku tidak ingin dia atau aku terlalu sakit hati bila ternyata tidak bersatu

Senoaji on 4 Maret 2009 09:26 mengatakan...

Itik si maut yang nyaris tidak maut, tulus banget kamu, berarti juga bisa dung tulus untuk tau tentang ketidaktulusan.

Itik bermaut maut ria, ciptain sendiri warnamu, setiap orang berhak untuk bahagia, setiap orang punya warnanya sendiri, dan aku yakin teman2 disini telah menuai warna paling yoi yang kamu ceprot2kan di dinding2 komeng to posting

Itik penuh dengan ke-maut-an, aku kok pidato sih Tik? WADEZIINGG!!!!

suryaden on 4 Maret 2009 09:51 mengatakan...

adhuuh....
aku pengin sekali terkena ledakan itu...
halah
dueeerrrrr...

Joo Izzy on 4 Maret 2009 11:59 mengatakan...

bukan aku ta mau mendengar kabarmu sayang..
bukan malas jawab pesanmu tapi...
pulsaku udah abis neew isi dund... 08132888XXXX
*gak..gak..gak..becanda.....*
cinta itu memang aneh ya... orang yang kita cintai kadang gag mencintai kita... 'n sebaliknya... fyuhh...

neng aia super nyip kata senoaji on 4 Maret 2009 12:10 mengatakan...

panjang sekali suratnya neng ayu? tapi bagus kok :) sudah disampaikan belum ke orangnya? atau orangnya udah baca??

p.s: perjuangkan cintamu, nak! :))

J O N K on 4 Maret 2009 13:32 mengatakan...

ya begitulah itik, sekarang aku sudah mendapatkan penggantimu, maafkan diriku, tapi Gita emang sayang untuk dilewatkan baik-baik

sekarang jaga diri baik2, tetap berenang rame2 sama yang lain, makan yang banyak, tidur yang teratur, idul adha taun depan, aku akan menjemputmu ...

Bye ,,,

yanuar catur rastafara on 4 Maret 2009 14:06 mengatakan...

wadaw,,si itik lagi sedih nih kayaknya,,
kok gk da senyumnya dari tad,,
hehehehehehe
semoga apa yang ia pilih tetep terbaik bagimu
bagi nusa dan bangsa
hahahahaha
bercanda ach,,,

Sang Cerpenis bercerita on 4 Maret 2009 14:39 mengatakan...

Itik bisa sedih juga ya? jgn sedih dong..saya ikutan nangis nih. hiks...

ajeng on 4 Maret 2009 15:36 mengatakan...

Cinta itu emang hal paling aneh... Tapi seaneh apapun itu, toh dia sudah memberi warna dalam hidup kita. Mereh, kuning, hijau, dilangit yg biru...*Halah, malah nyanyi

suwung on 4 Maret 2009 15:51 mengatakan...

pengen nangis... kok diriku jadi sensi ya kalo baca yang ginian....

anna fardiana on 4 Maret 2009 16:02 mengatakan...

o mai gat....

ada yang bilang, cinta itu seperti pasir. Ketika engkau genggam terlalu erat, dia akan perlahan-lahan keluar dari jari jemari-mu...

Namun, ketika engkau lepaskan terlalu longgar, ia akan jatuh dari tanganmu..

*Jadi gimana dong????
haaa...ngasih komen kok bingung sendiri...
salam kenal ya tik!!

e-je on 4 Maret 2009 17:08 mengatakan...

jagoan lah si ayu bikin yang kaya ginian mah..
ya udah lah ga usah di pikirin, dia mah emang kaya gitu lhoooooo...
tetap semangat wae lah..

denyarelektrik on 4 Maret 2009 18:00 mengatakan...

kalo mencintai, jangan berharapkan mendapatkan cinta seseorang itu. harapkan saja ketulusan hatinya. dia yang punya hati, dan dia yang paling tau berapa persen dari keseluruhan hati yang harus diberikannya untuk kamu.
cinta yang besar tanpa ketulusan gak pernah berarti apa-apa. ya kan?

bagus pras on 4 Maret 2009 18:32 mengatakan...

"Baiklah sekarang aku menyerah,
Kamu ingin aku bagaimana? Kamu ingin kita seperti apa? Kamu ingin kita saling menjauh?"

Jadilan dirimu sendiri, biarlah cinta bersemi apa adanya.

KABASARAN on 4 Maret 2009 19:12 mengatakan...

Hmmmmm ..sepertinya sang cewek harus belajar membedakan arti memeluk dengan meremuk ...bisa dilihat di The ironic story 6 atau 5 ..kabasarans corner

sibaho on 4 Maret 2009 20:27 mengatakan...

ya, mencintai harus ikhlas....
tuh orang pasti terkapar membaca suratmu ini dik...

IjoPunkJutee on 4 Maret 2009 20:31 mengatakan...

Jangan2 ne surat dari pemilik warung tuk si joo...?? Ya ampyun..ternyata vers orgi nya seperti ini.....TOP BGT dah..!!

blue on 4 Maret 2009 22:10 mengatakan...

tulisannya oke

easy on 5 Maret 2009 01:07 mengatakan...

hanya orang2 yang berjiwa besar yang bisa memiliki cinta tanpa syarat. salu.. :)

yeni on 5 Maret 2009 02:02 mengatakan...

begitulah kali2 itu
seenak maunya aja
hadooooh!!!

gerrilya on 5 Maret 2009 03:32 mengatakan...

ups...
suasana panas nih. besok-besok lagi deh kesininya :)

beat2ws on 5 Maret 2009 08:14 mengatakan...

So sweet..... Yg dapet puisi pasti mbaca *yaiyalah masa didenger?*
Salam kenal.

Rusa Bawean on 5 Maret 2009 09:44 mengatakan...

ini puisi buat siapa ya????

attayaya on 5 Maret 2009 10:14 mengatakan...

cinta is love
sometimes red
sometimes blue
sometimes grey
sometimes with no colors

andiez on 6 Maret 2009 12:50 mengatakan...

Emang cinta Ibu sepanjang masa...!!! So love your mother before late...

Kok gk nyambung yak. Uda jgn sedih badai pasti berlalu...

Salam kenal yak!!! Aku tgu kedatangannya di blog aku.

heru manusia biasa on 8 Maret 2009 08:12 mengatakan...

apa semua wanita mikirnya kayak gthu ya?...

Bali Best Place on 8 Maret 2009 15:14 mengatakan...

Hmmmm... gag tau harus berkata apa...

Mbah Koeng on 17 Maret 2009 23:37 mengatakan...

kalo dia muali berubah cari yg laen masih banyak hee...

vie_three on 18 April 2009 17:25 mengatakan...

hwaduh tik, baca surat ini aq jadi termewek-mewek..... cinta emang kebebasan, dan gak perlu paksaan.

buwel on 21 Juni 2009 22:54 mengatakan...

:f:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon