Minggu, 26 April 2009

Stop Using Word Autism In Daily Jokes



Kata-kata pada judul postingan di atas saya kutip dari sebuah banner yang dipasang pada blog seorang penulis ternama yang saya kagumi, mungkin juga beberapa tulisan saya sedikit banyak terpengaruh dengan gayanya karena saking seringnya saya baca buku-bukunya dan baca blognya.

Saya sering blog walking di beberapa blog dan melihat banyak blog yang sering menggunakan kata autism sebagai suatu kata yang mewakili tingkah kebodohan yang pernah dilakukan.

Autism sendiri sebenernya mempunyai arti gangguan perkembangan yang kompleks, yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, sehingga mengakibatkan gangguan pada perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan sosialisasi, sensoris dan belajar.

Anak yang menderita autism biasanya menyendiri dan tidak berinisiatif untuk melakukan kontak dengan orang lain maupun teman sebaya.

Saya sendiri pernah melihat anak yang menderita autisma dan bagaimana kesulitan orang tuanya menangani anaknya.

Plis deh, jangan dikira saya pinter *ge er, siapa juga yang bilang pinter*, saya tahu ini juga lewat google.

Emang sih dalam kehidupan sehari-hari kita banyak melakukan kebodohan yang patut ditertawakan sendiri. Menuliskannya kembali, berharap agar orang lain mungkin tidak mengalami atau berharap tidak mengulangi kebodohan yang sama.

Kadang autism dipakai judul postingan bahkan judul blog kaya, kisah-kisah autis gw, atau blognya anak autis atau tingkah autis gw.

Lha kalo misalnya kata autis digunakan untuk mendefinisikan kebodohan, gimana ya kalo kata lupa diganti dengan kata Alzheimer, trus kata lupa diri diganti dengan skizofrenia.

Jadi kalo mau bilang saya lupa sesuatu yang menyebabkan saya lupa diri menjadi saya Alzheimer sesuatu yang menyebabkan saya skizofrenia.

He..he gak nyambung ya..

Sebenernya sih bukan itu intinya, cuma emang agak prihatin juga sih kalo kata-kata autism dipakai dalam mendefinisikan sesuatu yang sebenernya arti harfiahnya membuat kita miris.

Padahal yang menderita penyakit itu dan keluarganya sangat ingin sembuh lho.




.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



76 comments:

JengSri on 26 April 2009 21:15 mengatakan...

Top abis dah si Neng Itik! Jengsri kasih jempol empat untuk postingin tentang autism ini. Biar masyarakat Indonesia sadar bahwa penggunaaan autism dalam sebuah joke adalah sebuah bentuk diskriminasi intelektual. Bravo Itik! Mmuaachhh!

JHONI on 26 April 2009 21:35 mengatakan...

hik...hik....hik.....gek ternyata bisa nulis serius.......trenyuh bli ngebacanya gek!!!!!

LUV PISSS hik...hik....(masih menyeka air mata)

tapi bener jg ya.....terkadang kita mengartikan dan menempatkan kalimat bukan pada tempatnya.....koreksi yg baik nih gek!?!!?

Kabasaran Soultan on 26 April 2009 21:35 mengatakan...

Setuju sekali... sebuah ajakan yang sangat bijak sekali.

tiyo avianto on 26 April 2009 21:36 mengatakan...

aq turut komentar aj wis.....yang autis ya autis yang sehat ya sehat...lho piye tho..hhihihihi

IjoPunkJUtee on 26 April 2009 21:40 mengatakan...

Aku sambut ajakanmu TIK....
Selalu ada dibelakangmu...

eMo on 26 April 2009 21:40 mengatakan...

sepakaTTttttttttttttttt...................
kita jgn samape menyalah gunakan bahasa.....
hati2 lho dlm menggunakan bahasa....
ntar ada yg salah paham.. giman coba...
awak tu langsung... langsung legam..dibawah mata..
hihihi....
mari qta ajak bangsa indonesia ini menggunakan bahasa yg baik dan benar... jgn sampai... dijadikan lelucon...

ifoell on 26 April 2009 22:03 mengatakan...

persoalan konteks bahasa.. dan terkadang banyak orang yang salah menafsirkannya... sepakat n saluuuuut...

nanoq da kansas on 26 April 2009 23:25 mengatakan...

Hal seperti ini tidak bisa dikatakan hanya sebagai "penyalahgunaan kata" atau "persoalan konteks bahasa". Ini sudah menyangkut persoalan etika. Artinya, oknum-oknum tersebut tidak tahu etika.

suryaden on 26 April 2009 23:28 mengatakan...

untung aja bukan jadi ideologi autis, memang banyak yang menggunakan bahasa secara serampangan hanya untuk kepentingan tertentu yang sebenarnya gak nyambung sama sekali malah memberatkan dan mencelakakan orang lain...

Edo dot Com on 26 April 2009 23:32 mengatakan...

maaf nih saya belum terlalu paham, maksud dari menggunakan kata autism sebagai suatu kata yang mewakili tingkah kebodohan yang pernah dilakukan.
maklum lagi lelet nih..hehehe.
bisa tau alamat penulis blognya itu, pingin tahu dan belajar aja..

bagus banget infonya nih..

bunga raya on 26 April 2009 23:39 mengatakan...

sepakat sama dengan eMo

buwel on 27 April 2009 00:17 mengatakan...

Wuih nggak nyangka, ternyata mbak itik nggak cuman pinter nulis cerita ajah....
top mbak, setuju ama itik..

irfan maulana on 27 April 2009 01:37 mengatakan...

hmmm , betul banget . .gue setuju ama posting lo kali ini . . .! tumben bisa serius . . .hehehee . .

Newsoul on 27 April 2009 06:01 mengatakan...

Yah, setuju autis itu harus disembuhkan, bukan dijadikan bahan olok-olakan, utk lucu2an. Hehe, siip mbak Iti. Great posting. Btw, sorry neh, agak telat nyampe kesini (semalem nguantuk buanget).

nyubi on 27 April 2009 08:33 mengatakan...

cuma bisa manggut-manggut,, sembari berkata,, artikelnya berbobot bangeet

kakve-santi on 27 April 2009 09:00 mengatakan...

no..no...no....
autis bukan buat ejekan..coba kalo yang ngejek itu yang autis...

erik27497 on 27 April 2009 10:15 mengatakan...

Hemm.. saya mempunyai seorang teman yang anaknya mngelami kelainan tersebut. Memang dia menjadi penyendiri dan sulit diajak ngomong (sulit memberikan respon. Sekarang sudah banyak kliniknya

denyarelektrik on 27 April 2009 11:19 mengatakan...

salah kaprah....
itik sekarang nulisnya mantep, euy......

manusiahero on 27 April 2009 12:12 mengatakan...

terkadang orang sudah di cap sebagai autis...

senoaji on 27 April 2009 12:44 mengatakan...

kuncinya sih rajinlah menulis dan rajinlah membaca, karena itu akan membentuk kekreatifan kita memilih kata2, sehingga tidak terjerumus ke dalam kebodohan pemeilihan kata yang sebenarnya seperti yang sudah dijelaskan di postingan jen Itik, wkwkwkwkkwkwkwkk!!!

Laisya on 27 April 2009 12:58 mengatakan...

haduuuhhh...kadang aku juga menggunakan kata-kata autis sebagai jokes hiks...hiks...

glitter on 27 April 2009 13:11 mengatakan...

kalauu aku mungkin autism(bodoh)..sulit nulis kaliee ya wehehehehehehehheee...harus belajar dan belajar nie

usman on 27 April 2009 13:58 mengatakan...

aku gak autis, tapi kok sulit banget buat posting ya???

brown sugar on 27 April 2009 14:09 mengatakan...

Thanks God I never said the word for my joke....toh kalo ada bukan autis frasenya tapi bolot or oneng.

Sang Cerpenis bercerita on 27 April 2009 14:11 mengatakan...

untung gak pernah pake kata2 itu di tulisanku.

Fanda on 27 April 2009 14:16 mengatakan...

Aku pny seorang teman yg suka mencap temannya yg bandel (ga bisa dikasih tau) sbg 'orang autis satu itu'. Pertama, menurutku itu sdh suatu pelecehan. Kedua, setuju ma Itik, autis bukan suatu keburukan atau aib, ia hanya sebuah kondisi. Mari kita belajar utk lebih menjunjung tinggi etika sebg bangsa yg bermartabat!

Linda Belle on 27 April 2009 15:35 mengatakan...

iya nih..kadang di blog jg suka masukin autis, kan kasian sbnrnya mrk...walopun kita merasa lucu tp buat yg merasa keluarga yg punya anak autis kan tersinggung jg...

tumben skrg2 postingannya serius say....tp aku suka kok..

btw aku mau bekunjung ya kesono minggu dpn hehe

gdenarayana on 27 April 2009 16:12 mengatakan...

hajar gen gek...xixixixi

tapi sing taen puk nepukin blog headerne tentang autism :D

Ayas Tasli Wiguna on 27 April 2009 16:37 mengatakan...

Wuokey,, setuju bangets tuh (sampe pake 's')..

Betewe foto baru di profil kece abis,, hehe.

udah punya cowok???

attayaya on 27 April 2009 17:33 mengatakan...

sip deh ayu
perhatiannya gede banget ya

zujoe on 27 April 2009 18:18 mengatakan...

siiip juga tuh...aku emang nggak pernah nge-joke pake kata ntu...

soale nggak ngerti hehehe...*gupprakk**

marine on 27 April 2009 18:19 mengatakan...

ngikut mampiirrr.....

bahas autism yah?

bener tuh...kasian kan??

suwung on 27 April 2009 18:45 mengatakan...

kata berubah makna?

Tukang Nggame Arsip on 27 April 2009 19:33 mengatakan...

autis bukannya kebodohan mereka pintar..
tapi memiliki mental terbelakang...
lhtlah skrg autis ajah bisa ngukir prestasi...
eeeeh dimana yg cr2 dulu deh.....

Antaresa on 27 April 2009 19:51 mengatakan...

autis tuh pinter loh...

ada anak autis bisa jadi ranking tiga di sekolah umum. hebat!!!

cebong ipiet on 27 April 2009 20:46 mengatakan...

cari kata lain... ga susah kan kawan
ketimbang kita meminta seluruh dunia memahami bahwa konteks autis yg digunakan adalah candaan, kenapa ga dari diri sendiri aja yg ngerubahnya. Buka kamus, cari kosa kata lain, hakz.

black_id on 27 April 2009 21:09 mengatakan...

mungkin orangnya sok gaul kali...
jadi biar dibilang keren atau apalah,,,
mereka pake bahasa yang sebenarnya mereka sendiri ga ngerti....

jadi siapa yang bodoh...*?

yang pasti bukan aku yang pinter...he-he--

Inuel ^^ on 27 April 2009 21:20 mengatakan...

bener thu,,keluarga penderita pasti ingin kita (sebagai orang di sekitar mereka) bisa membantu memulihkan keada'an tersebut,tapi kebanyakan yang saya tau,bukannya dukungan ,tapi olok olok yang di berikan kepada penderita,,

jiaaaaaaaahhhh,,ngomng apa'an ni inuel,,sok bgddddddddddddd!!

Brainless~ on 27 April 2009 21:23 mengatakan...

postingal kali ni 'touching' bgt de


tpi ga janji ya

dwinacute on 27 April 2009 22:01 mengatakan...

autis? hmm baru tau nih arti sebenernya. meskipun keknya aku gak pernah gunain kata ini.

btw, infonya top deh mbak itik. dan seperti kata mbak ebong ganti dengan kosa kata lain yang artinya gak terlalu jauh berbeda.

yanuar catur rastafara on 27 April 2009 22:29 mengatakan...

kamu emank Alzheimer bin skizofrenia tik
hehehehehe
piss..

Joddie on 27 April 2009 23:16 mengatakan...

Anu.. cuman cerita.. aku dulu pernah divonis diselexia lhoo.. pas umur 3 tahunan, tapi tau-tau dokternya keliru, ternyata gw cuman dyslexia.. emang sih sampe sekarang agak susah nulis pake tangan, tapi kalo pake kibor lancar koq..

btw.. kata cewek-cewek, gw tetep keren kok.. he. he.. he.. ;)

YolizZ on 27 April 2009 23:28 mengatakan...

Setuju bgt!! Jgn cuma bs nyeplos aja tp ga tw artinya,,jdny kn bs menyinggung orang lain...

Henny Y.Caprestya on 27 April 2009 23:48 mengatakan...

iya juga ya..
rasanya ga etis kalo kita masukin penyakit itu buat lucu-lucuan, sementara banyak penderitanya yang butuh pengobatan. itu kan penyakit serius, bukan main-main.
*aku ikutan protes nih!*
:)

www.katobengke.com on 28 April 2009 01:45 mengatakan...

wah bagus and mantap postingan kamu.....
kamu kayaknya cukup perhatian juga yah ma anak2 yang mengalami autis......

www.katobengke.com on 28 April 2009 01:47 mengatakan...

aq mau jawab komennya tentang flu babi....
menurut beberapa ahli flu babi itu masih sebatas atau hanya menyerang pada daerah sub tropis atau wilayah yang memiliki 4 musim...........
karena negara kita negara tropis maka kecil kemungkinanya.....
namun kita tetap waspada saja......ok

trimatra on 28 April 2009 02:42 mengatakan...

iya nih, baru nyadar saya klo si itik cerdas juga artikelnya. kirain.....hahaha ga ah,ntr dia ga mau ketempatku lagi klo ku lanjutin.

kaget but surprised me loh...

eri-communicator on 28 April 2009 08:37 mengatakan...

salut nih, benar siapapun tdk pengen utk men jadi autis, dan yg terkena autis trntunya ingin sembuh.

SENDAL JEPIT on 28 April 2009 09:43 mengatakan...

autis apaan ya, ga mudeng aku

Cak Win on 28 April 2009 10:35 mengatakan...

hehehehehe, gak paham aku. :D
Tapi manteblah ;)

nietha on 28 April 2009 10:40 mengatakan...

thanks for remind it.
kadang buat bilang orang yang suka lambat nangkap pembicaraan aku gunain kata2 ini.
mulai sekarang NGGAK DEH!!!!

attayaya on 28 April 2009 12:21 mengatakan...

berbagi rasa bersama yang sedang kesusahan

vie_three on 28 April 2009 12:58 mengatakan...

tumben serius niy yu, ya tumben juga pinter, huwakakakakakak

tp emang bener kok ayu itu pinter, siapa bilang ayu gak pinter, pinter kok...... hehehehehe

buktinya ayu peduli sama yag lainnya khusunya sama autism ini....

^^haqie on 28 April 2009 13:53 mengatakan...

weleh2 aku ga autis lho...

ADVINTRO on 28 April 2009 14:13 mengatakan...

maksudnya word autism itu hanya kata autisme atau kata-kata yang sepengertian dengan autisme juga diikutkan, Dik?

btw, terima lagi Award dariku loh. Kudu!

sibaho way on 28 April 2009 15:17 mengatakan...

xixixixi... pinternya dikau tik..
abis ripiu langsung dihantam pake postingan ini, biar gak digebukin sama mbah google yak :))

gdenarayana on 28 April 2009 15:49 mengatakan...

pooo...pengen punya custom domain buat blogspot nie...xixixixi

buanyak kok ada caranya palingan tinggal beli domain ama ubah DNS-nya doang ditempat beli domain.

klo mau tahu cara settingnya, udah bbyk yang ngulas kok, di O-OM ada, belajar ngeblog, dsb. nie linknya:

http://www.o-om.com/2007/12/setting-custom-domain-di-blogger.html

http://trik-tips.blogspot.com/2008/05/setting-custom-domain-di-blogspot.html

http://www.belajarngeblog.com/tutorial-blogspot-cara-setting-custom-domain-di-blogspot

toh dibaca dulu biar ngeh...heheheh, mimih panakpitik [dot] org ato panakbebek [dot] net miwah panakmemeri [dot] com

kekekek...semangat gekkk :D

ajeng on 28 April 2009 15:54 mengatakan...

Itik,aku gak pernah pake kata2 autism itukan? *Sambil ngecek postingan*

Wildan Arief on 28 April 2009 19:00 mengatakan...

waduh..
untung aja nggak prnh posting yg ada 'itu' nya..
tp klo lg di skul srg c klo ma temen.. hehe
btw km tinggal nya di kota mn ?
kok kmren nggk ktmu yah.. hhe

taufikasmara on 28 April 2009 22:36 mengatakan...

Iya, kasian yang autis beneran... Sama aja dengan kita ngeledekin orang cacat. Anak-anak autis seharusnya diperhatiin dengan sebaik-baiknya.

kakara on 29 April 2009 00:50 mengatakan...

Terkadang orang tua yg mempunyai anak yg autis memaksakan menyekolahkan anaknya di sekolah umum.. padahal sebaiknya tidak.. terkadang jadi bahan ejekan teman2nya, dll..
Anak autis bisa mandiri, bisa lebih baik kalau berada di lingkungan yg tepat.. kita juga hrs berusaha menghargai mereka..

♥ sOFIa ♥ on 29 April 2009 00:51 mengatakan...

uwah bagus tuh itik. gw dukunggg! hehe :P

attayaya on 29 April 2009 10:57 mengatakan...

ayo ayu apdet lagi

^3^ on 29 April 2009 11:27 mengatakan...

untung gak pernah pake kata autis :)

mel on 29 April 2009 11:45 mengatakan...

bener bgt tu..terkadang kalo ada temen yg bikin gerakan ga semestinya , suka di julukin anak autis...thank's dah ngingetin kita ya tik..

Wildan Eltika on 29 April 2009 12:07 mengatakan...

Yeahh!! Setuju Stop Using Word Autism... klo mau joke ganti aja dengan "BAKA!

eri-communicator on 29 April 2009 18:28 mengatakan...

jalan-jalan sore, sambil baca-baca dan ninggalkan jejak ;)

♥ Neng Aia ♥ on 30 April 2009 12:31 mengatakan...

neng... kucingku juga ada yg autis loh! aku kasih namanya "OTIZ", cantik kan?

gerrilya on 30 April 2009 18:52 mengatakan...

wah...saya juga dulu pernah pake kata ini nih...
nggak lagi deh...

anindyarahadi on 30 April 2009 22:00 mengatakan...

setuju (dalam hati : untung gak pernah make kata ini)

anna fardiana on 1 Mei 2009 11:00 mengatakan...

nah tuh kan tik...makanya jangan suka pake kata2 autis... :)

lookj on 1 Mei 2009 13:22 mengatakan...

radit ya? atau bli yang sering bilang autis(geer)..hahaha..

Danta on 4 Mei 2009 17:34 mengatakan...

Autism sama lutis bedanya apa :f:

depz on 6 Mei 2009 11:04 mengatakan...

setuju
stop using word autism in daily jokes

Finance Tips on 6 Mei 2009 14:29 mengatakan...

Kadang kita sering ga sadar dalam melakukan atau mengucapkan sesuatu, sampai ada orang yang mengingatkan. Itulah sebabnya kita butuh teman atau sahabat.
Salam kenal buat neng itik yg mwanis..

X-Blog Contest on 11 Februari 2010 03:25 mengatakan...

kalo orang sok ilmiah jadinya kayak gitu, malah gunakan itilah2 yg kurang pas, hehehe...

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon