Friends,
Percaya gak, kalo cinta yang luar biasa itu membuat orang menjadi kreatif yang luar biasa juga? Imaji yang kreatif dan memilih kata yang kreatif pula..
Postingan kali ini beda dari biasanya, karena yang saya posting adalah sebuah Cerpen yang saya buat beberapa bulan yang lalu. Postingan tentang sebuah rasa cinta yang luar biasa hebatnya.
Postingan Cerpen ini juga dalam rangka ucapan selamat dan terimakasih buat Mbak Fanny atas postingan ke 500 dan awardnya.
Cerpen ini pernah di muat di salah satu media massa. Tapi tokohnya saya ganti namanya, karena cerita aslinya sebenarnya memakai nama asli si pemberi ide cerpen yang dibuat dengan penuh cinta yang luar biasa ini.
Formatnya masih sama, gayanya masih sama, gaya penulisan Itik Bali walaupun sad ending tapi tetap bersifat komedi yang membawa tawa atau minimal senyum buat pembacanya.
Oke, Check it out, selamat menikmati. Tolong saran dan kritiknya ya..
***********************
Salam Manis Buat Dim
Cerpen oleh : Ayu Laksmi
Cowo itu bernama Dim, atau lebih tepatnya gue namain Dim.
Gue namain dia Dim, karena gue selalu nglihat sticker bertuliskan Dim di bemper sebelah kiri motor trailnya. Nama sebenernya sih Rooney, tapi gue lebih suka mengkonotasikan dia sebagai Dimkholas Saputra, Dimra Bekti, Dim Radcliffe atau Dimnardo de Caprio.
Menurut gue, Dim itu sangat keren, kelihatan dewasa dan macho di usianya yang memasuki seperemat abad. Cowo yang berkantor 3 km di sekolah gue itu biasa nongkrong di warung depan sekolah tiap pagi buat ngopi. It's so cool, beda banget sama cowo-cowo di sekolah gue yang hobbynya teriak-teriak, suit-suitan nggak jelas persis kaya monyet kapiran. Walaupun wajahnya sedikit jerawatan, tapi dia kelihatan cool dengan rambut belah tengah dan tas selempangnya yang berwarna item.
Menurut gue Dim itu handsome, walaupun temen-temen gue pada bilang gue idiot, mata gue juling atau bahkan ada yang sibuk nyari-nyari nomor telpon Rumah Sakit Jiwa, gue gak peduli. Bagi gue, biarkan anjing menggonggong, Cover Girl tetap berlalu.
Gue naksir berat sama Dim. Dan sebagai orang yang naksir berat gue selalu menjadi penguntit setia. Gue tahu semua informasi tentang Dim, kebiasaannya yang dateng pagi-pagi jam 7 tepat, minum kopi setengah gelas dan menghisap rokok Qi Mild dalam-dalam, dalam waktu setengah jam kemudian dia akan berlalu, melesat dengan motor trailnya.
Gue tahu bintangnya dia apa. Gue tahu, dia gak pernah merayakan hari ulang tahunnya secara special, gue tahu hapenya merk apa dan berapa nomor hapenya. Gue tahu makanan kesukaannya nasi goreng dan telor dadar. Gue tahu, dia engga suka makan nasi yang masih panas-panas.
Darimana gue tahu semuanya? Informasi dari teman, temannya teman, temannya teman lagi .
Sebagai orang yang jatuh cinta diam-diam, gue punya segudang rencana buat menarik perhatian Dim secara baik dan benar.
Gue memakai tas sekolah selempang berwarna hitam juga, karena gue tahu dia suka warna hitam, gue pake kacamata hitam kalau berangkat sekolah karena gue pengin kelihatan lebih keren dan cool, gue setiap hari bawa coklat ke sekolah dengan harapan suatu saat gak sengaja gue bisa ngobrol dengannya gue beri coklat ini dan dia akan terkesan dengan sikap gue.
Terakhir gue tahu kalo dia suka cewe rambutnya lurus, makanya gue merebonding rambut gue yang ikal dan gak beraturan ini. Namun nasib berkata lain, pas di salon gue salah ambil nomor antrean, ketuker sama orang lain, seharusnya gue jadinya tampak manis dengan rambut rebonding kibas sana sini.
Tapi kini rambut gue malah jadi keriting reggae macam Bob Marley atau lebih tepatnya anjing pudel yang lagi kebelet.
Ternyata semua usaha gue itu belum juga membuahkan hasil, jangankan dia perhatian sama gue. Noleh ke guepun enggak. Gue selalu gak punya keberanian buat kenalan atau sekedar menyapa. Gue bagai sebongkah batu yang tetap diem di tempat sementara orang lalu lalang di sekitar gue.
Nasib.
**********************
Akhirnya, saking gak tahan gue berkeluh kesah ke sohib gue, Asti. Sewaktu menginap di rumah gue, sebelum tidur, gue bilang pada Asti, “ Gue capek As!”
“ Capek napa? Abis nimba aer?” Tanya Asti
“ Nimba aer pala lu !”
“ Gue capek kaya gini terus. “ Gue naroh tangan tangan di belakang kepala. “Gue pengin Dim tahu apa yang gue rasain.”
Tiba-tiba Asti bangun dari tidur dan bilang dengan suara lantang ke gue.
“ Lu tahu apa yang harus lu lakuin? Lu telpon Dim sekarang. Kalo lu gak ada pulsa, pake henpon gue juga boleh. Lu bilang ke dia kalo lu suka sama dia. Gimana?”
“ Emang kenapa kalo engga?”
“ Yah hidup ini pilihan, dan ini pilihannya : Lu bisa nglupain Dim kaya gitu aja. Terus Lu lulus SMA, terus Lu gak bisa nglupain dia, gak bisa punya pacar. Terus Lu nangis kejer. Terus Lu stress. Terus Lu bunuh diri loncat dari atap sekolah setengah telanjang. Lu tahu apa yang nyokap dan bokap Lu lakuin kalo dia nemuin Lu setengah telanjang dengan kepala pecah?”
“ A..aapa?” Tanya gue gagap gemeteran setengah mati karena ketakutan.
“ Nyokap Lu pasti bilang, seandainya dulu Widya dengerin kata-kata Asti.” Kata Asti ke depan muka gue.
“ Gue bakal nelpon Dim sekarang!!”
“ Sip, gih buruan!”
Gue segera menyambar hape dan mencari kontak yang biasanya hanya gue liatin tiap hari namun tak ada keberanian untuk memencet tombol call. Kontak yang gue sebut dengan “The Perfect Handsome”.
Gue nunggu beberapa saat sampe telpon diangkat, sampai akhirnya ada juga suara dari balik telepon.
“ Halo….” Kata suara berat di ujung sana
“ Halo juga…..ini Dim ya?” kata gue setengah deg-degan
“Iya bener… Ini siapa ya??”
“ Fox. Widya Fox ! “ Khayal gue memperkenalkan diri.
“ Inih..ini Widya..Widya Sari Aningrum”
“ Hmmm….sorry kalo gue lupa. Tapi yang mana ya?”
Geblek!! Inilah sejarah yang paling bego dalam hidup gue, memperkenalkan diri dengan menyebut nama lengkap tapi tak mendeskripsikan secara jelas keberadaan dan bentuk fisik gue. Please deh, ini kan bukan wawancara masuk sekolahan atau pembuatan KTP.
“ Widya yang sekolah di depan warung mang Dikun itu, yang agak tinggi,suka duduk di bangku depan di warung mang Dikun pagi-pagi. Kita sering ketemu kok kalo pagi-pagi.”
“ Ooooooooooooooo..” Kata Dim panjang.
“ Inget?!”
“ Inget..inget, Widya yang rambutnya keriting lucu itu kan?”
Gue menoleh ke Asti.
“ Dia bilang Widya yang rambutnya keriting lucu! Gue musti jawab apa dong?” Kata gue setengah berbisik.
“ Tutup..tutup teleponnya cepet!!” Asti member instruksi agar gue segera menyudahi pembicaraan ini. Gue nurut aja, walaupun gue engga tahu maksud.
“ Kenapa sih musti di tutup teleponnya? Kan gue belum selesai ngomong?”
“ Lu mau dia tahu kalo lu keriting rambut karena apa? Dan lu mau jawab : Iyah, ini keriting ngikutin gaya anjing pudel sebelah..”
Gue langsung menutup telepon seperti yang disarankan Asti, walaupun sebenernya dalam hati gue engga ridho sama sekali buat mengakhiri kesempatan pembicaraan dengan Dim yang terbilang langka.Suaranya itu lho…berasa kaya dengerin lagunya Josh Groban….You Rise Me uuuuuuuuuuuuuppppp
Gue diem aja lalu tiduran di kasur. Asti mengikuti di sebelah gue.
Sesekali gue memandang langit-langit kamar, ada suatu perasaan gamang, perasaan menyesali apa yang terjadi.
Seharusnya tadi gue ngomong lebih banyak. Seharusnya gue tanya kabarnya, seharusnya gue bilang, kalau gue suka sama dia, kalau gue sayang sama dia, kalau gue pengin jadi pacarnya. But finally, gue juga mau bilang : kalau keriting ini gak permanen.
*************************
Kata orang, bila pengin memberi perhatian kepada seseorang maka bawakan dia sesuatu yang kamu buat sendiri. Dan pagi itu, gue berencana memberi kue bola-bola coklat buatan sendiri.
Gue bertekad, kalo pagi itu harus menjadi sejarah terbesar dalam hidup gue. Menyapa, mengucapkan salam, ngajak ngobrol dan bilang ke Dim kalo gue suka banget sama dia.
Gue sudah siap dari jam 6.30 di depan warung mang Dikun. Duduk manis di bangku depan sambil menikmati lalu lalang anak-anak SMA di sekolah gue di pagi hari. Asli !!! Gue gemeteran setengah mati. Gue membayangkan reaksi apa yang bakalan terjadi nanti.
Hingga hampir jam 7, Dim tak kunjung datang. Gue mulai gelisah geser kanan-geser kiri. Gak biasanya jam segini dia belum datang, mana udah mau masuk kelas lagi. Sekali lagi, gue celingak celinguk. Dia tetep gak muncul juga. Hari itu angan gue berlalu sudah. Ah mungkin dia lagi sibuk, gue menghibur diri sendiri.
Tapi bukan gue namanya kalo putus asa. Esok gue melakukan hal yang sama, tapi lagi-lagi Dim gak muncul juga. Hingga 3 hari, gue tungguin di depan mang Dikun tiap pagi. Dia tak muncul juga, sementara kue bola-bola coklat buatan gue sudah berubah rasanya menjadi sari peresan kaos kaki yang gak bakalan enak dimakan oleh makhluk hidup apapun.
Gue penasaran dengan apa yang terjadi, lalu diam-diam gue Tanya sama mang Dikun.
“ Mang, lihat Dim gak? Kemana ya? Kok lama gak kliatan?” Berondong gue
“ Dim yang mana ya neng? “
“ Itu yang biasa pake motor trail, yang suka kesini pagi-pagi!”
“ Ooohhhh si Rooney? Ada keperluan apa Neng? Si Eneng komputernya rusak?”
“ Nggak Mang, cuman mau nanya aja.”
“ Eneng gak tahu ya? Si Rooney kan hari ini nikah!”
“…Kok..kok..kok bisa?” Gue kaget..
“ Ini undangannya, Mamang juga diundang!”
“ Kok bisa..kok..?” Gue mulai terbata-bata. Kehabisan kalimat dan kata-kata
“ Eneng gak di undang?” Mang Dikun terus bicara tanpa tahu perasaan gue saat itu sedang masgul banget. Mirip ayam yang lagi kecepit pintu.
“……….” Tiba-tiba gue tenggelam dalam khayalan acara memasak Rudy Choirudin dan Dim jadi bintang tamunya…
“ Jadi Ibu-ibu…….mari kita iris hatinya kecil-kecil “
Seminggu sejak kejadian itu berlalu, gue masih melamun yang tak pasti, memandang waktu dengan sangat cepat dan menyesali perbuatan yang seharusnya gue lakukan sejak dulu. Gue menyesal, kenapa gak dari dulu gue bilang kalo gue naksir dia, gue suka sama dia dan gue mau dia jadi pacar gue.
Pagi yang manis itu, hampir jam 7, gue denger dari kejauhan raungan motor Dim membelah pagi. Dari kejauhan gue lihat sosok Dim mulai terlihat dengan jelas.
Masih sama seperti yang dulu, dia tetep keren, rambut belah tengah, muka sedikit jerawatan dan tas slempang hitam. Hanya satu yang sedikt berubah, kini ia tak sendirian lagi, di belakangnya ada seorang cewe yang dengan mesra melingkarkan tangan pada pinggang Dim.
Khayalan gue melayang kembali pada akhir acara masak memasak Rudy Choirudin bersama Dim menghidangkan makanan diatas meja,
“ Baiklah ibu-ibu…. sekarang waktunya kita makan hati…”
Gue paham benar, bahwa kenyataan tak seperti yang kita harapkan dan terkadang tak seperti yang kita inginkan. Masa remaja gue berakhir dengan jatuh cinta sendirian.
Nasib.
*For Someone who always I miss him*
**************************************************************

Thanks buat Mbak Fanny
Terimakasih juga buat Mas Yoso Bayudono yang telah menominasikan saya di XL award Pesta Blogger 2009, walaupun belum beruntung memenangkan sebagai Kategori Blog Remaja Terbaik, tapi saya sudah senang masuk sebagai 5 nominator diantara sekian banyak blog yang bagus.





118 comments:
as always, aku saluutt dah ama Itik Bali yg Ayu ini :y:
kereenn tulisannya, akhirnya sad ending, tp gak menyek2...gituu...
tp yg jadi pertanyaan; itu si Dim kan satu sekolah sama kamu, kok umurnya udah 1/4 abad alias 25 thn...
tuwirrr amatt, jgn2 si Dim ini cakep2 tp bloon, maksute pernah gak naek kelas bbrp kali :q:
:v: :v: :v:
yipppiieeeee.....
pertama bok...!!!!
warming up duluuu... :u: :u: :u:
Wouw.... cerpennya bagus banget nih
aku nggak bisa koment.
Mantap. :y::y::y:
Selamat atas Awardnya.
kamu nongkrong di warungnya mak idah gih...
aku nongkrong disini aja juga ga papa kok
:b: :b:
@ Mbak Tisti : Bukan mbak, dia seseorang yang suka lewat di depan sekolah. Suka nongkrong sebelum berangkat kerja di warung depan sekolah buat ngopi.
jiaaaaahhhh....diselak bang Iwan
:s:
oooo...gituuuu, jd si Dim ini bkn teman sekolahmu oke, oke.... :m:
Lha, kamu kok nanggapin komennya jam segini Tik, emang gak sekolah...??
*mestinya jam segini lg dengerin guru koar2 di kelas bukan?*
pulang ya Tik....
mau sarapan (yg kesiangan) dulu...
:a:
@ mbak Tisti : Lagi ni net mbak..he..he lagi istirahat..dasarlah..pokoknya inet mania ini..
Owh my God!ikut merasa bagaikan tersambar petir juga hati ini.
Tapi jangan kawatir sis,Tuhan pasti akan mengembalikan hatimu yang hilang,meski itu bukan yang serupa dengan dia.
Btw Fotonya tambah cantik aja nich.Bikin gemezzz
:y::y::y::y:
ayu semakin jago. semakin jago ngelawak dan bikin cerpen
wow ...renyah, enak dan sedikit ngebanyol
Cerpennya bagus dan bahasanya ngalir..
Ngepop habis dech....
wakaka.. sopo sing doyan makan ati
pernah di hubungi penerbit ga sis :)
cie..cie.... pengelaman pribadi ni nyee...
jdi munur teratur nih... hehehe...
nasiipp...nasip... apes bener...
ayu emang kocak..konyol... boleh bilang sedikit sarap ga ya..
wekekekekeke
nyepam - nyeapam..
hehehe...
dim? dimas?
dimana?
dimalang?
diminor ke Ge, ke ce lagi, aminor diminor ke Ge..
wah gek kok bisa ngefans sama orang yang sering nongkrong depan sekolah....?!?!?!?! hehehehe pasti orangnya keren banget!!!!
tapi ceritanya bagus!!!!!
Mantap Tik. Ini cerpen remaja yang Ok punya, mantap, berkarakter.
wah wah cerpen kok panjang banget yahhh :D :h:
hahahahahah...
*menyanyikan lagu... baruuu kusadariii, cintaku putus ditengahhh jalannn..
heheheh
*semoga yg dirindukan membacanya... :D
Cerpennya memang bagus banget Tik.
Btw, Selamat ya, walau gak memang, tapi masuk 5 nominator terbaik. Sayang waktu itu link yg Itik berikan, mungkin Itik salah ketik, setelah saya klik linknya jadi gak bisa masuk ke situsnya.
jadi maluu.. (apa sih??)
met tuk awodmu
gpp tik walau g menang yang penting ikut2an :b:
Dim kemarin aku liat lagi buka-buka saluran air di wece tetangga, itu ga ya, keknya sama tik. rambut belah tengah,jerawatan dan bawa tas selempang. tpi eh,tasnya isinya obeng ama baut,bukan kali ya
itik banget cerpennya, nice cerpen ^ ^
tpi endingnya kurang nyayat hati,isiin si widya ntu bunuh diri kek, mati gitu biar kerennn
bagus cerpennya tapi kok gak diceritain kenapa dia mendadak married? apa krn MBA? btw, tks ya dah dipajang awardnya
itiiikkkkk... ceritanya lucuuuu bgt :f: *gampar* ketahuan bgt lom baca...
yawdah deh... aku baca dulu... :m:
oooohhhh.... namanya Dim toh... nama panjangnya pasti Dimanakah Kau berada :g:
ukey... berhubung laper aku mu nyulik ikan asin tetangga dulu :u:
Yang pertama, aku mo ngucapin selamat udah masuk 5 besar :v:
Kedua: aku jadi inget kalo aku mau ngomong suka ke cowok, untung kamu ingetin lewat cerpen ini, otakku parah banget pikunnya hahaha :q:
tau blog ini dari mocca chi
disuruh baca
eh pas baca senyum-senyum sendiri XD
bagus cerpennya ^^
hahahaha, keren ni cerpen. Ada beberapa bagian yang membuat saya merenung kembali ke jaman putih abu2, ayo nulis lagi yu.. :)
:a: :a: Yuuukk..aku bantuin makan atinya ya Tik? Kamu masak apa atinya? Xixixi..Seep, walo sad ending tapi gak cengeng.
wuihhhh, keren itik...
tapi jangan sedih yak..masih banyak DIM_DIM yang lain,he,he,he:n:
@itik + tisti + iwan,,ini blog bukan facebook! kok saut-sautan kayak di wall ajah.
ngerusak tatanan blogspot ntr ku laporin ma bos blogspot loch, hehe..
cuap2 absen dulu , ntar balik lagih buat baca2.
wah.. keren cerpennya tik :y:
walopun sad ending tapi gokilnya teuteup...
oh yah,, selamat juga yah udah masuk jadi 5 besar...
MWAHAHAHAHA
lucu pas bagian ngayal di acara Rudi Choirudin itu, psikopat abis
mwehehehe
test
huahuhuahuhauha khas banget ma itiku ku sayangg
hiahihaha
sayah tau
sayah taauuu *siul siul iahihaihha
hihaiahiha ngakak asliii mbak neh
WOw... Jago banget buat cerpennya...
Diawali dengan Manis
Diakhiri dengan Ending Yang Luar biasa...
Smoga ada Pencetak/penerbit buku yang mlhat Hasil Cerpen Neng.
test
Wedew...salam juga ah buat si Dim, xiixixxi...
Oh..ya, selamat buat award'x... Hheheh...
Oh..ya, mungkin ini adalah kemenangan yang tertunda :)
wew.... NanLimo Datuk Bertuah .. numpang liwat,,,
awas ya.. sapa yg bilang klu NanLimo kayak datuk maringgih... aku kejar mpe dpat... hehehe..
Hahaha... benar2 cerpen yg bikin senyum, masa' rambutnya jadi mirip anjing pudel yg lagi kebelet
ooh..kamu Ayu Laksmi toh? kayaknya nama itu familiar deh...cerpennya bagus..
gak buat cerpen aja neh dibukuin?
Hmmm... bagus ceritanya.
BTW punya stok lagi gak cerpennya? Posting donk... Tapi ntar saingan sama Mbak Fanny donk ya? hehehe
:a: makan mi ayam dulu di blognya itik...
selalu itik banget. love this... dimuat dimana say? :j:
memang bener...
ada 2 hal yg bikin semua luapan prasaan tumpah keluar
yaitu saat sedang jatuh cinta, dan saat cinta itu patah.. eh maksudnya patah hati.
saat itu.. trasa tulisan mengalir dengan kencang.. enak aja rasanya numpahin semuanya.. dalam cerita yg mengaduk2 emosi
kisah yg kelam tapi tetep ringan n seggerr :)
Yaah...nasib. Tuhan kadang memang seneng bercanda yu :e:
hehehe..lumayan ya udah masuk 5 nominasi...salut buat itik bali.
hmmmmmmmmmmm merenung dulu...............
jadi 10 besar saja sudah bangga apalagi no 5 pasti bangga bgt. selamat ya.
selamat jadi 5 besar
kasi selamat dulu buat itik ah yang dah masuk 5 besar xl blog award...
slamet slametttt....
cerpenya panjang amat tik
kaya kisahku nih
Cerpennya bagus, kata katanya juga sederhana namun tetap enak untuk dibaca...
Selamat juga ya sudah masuk nominasi 5 besar....
waaaaa terlambat ngembat neh
xixiixx ... nice mbag ..
aku suka cerpennya ....
Yu,blogmu ini dijadikan cerpen bagus lho, kayak radityadika gt.cb aja hub penerbit
:u:
selamet buat awadnya mbak ....
wakakakak, panjang bener ceritanya ayuuuuuu :w:
paling klimaks di acara memasak rudy choirudin.. heheheh.. waktu tahu pertama kali ya.. diiris kecil2 hatinya :h:
nasib = nasi + b
jae makan gen yuuuu.. makan hati.. wkwkwkwkwk :z:
ceritanya bagus >,<
tulisan mba itik bali selalu menarik buat dibaca. jadi minder sama blog sendiri.. >,<
Ayu rocks !!! :v:
woow.. daleeem banget, yaah emang begitulah cinta.. btw, salut euy! cerpen yg maniiis banget..!!
:y:
Omong-omong si Dim ini bentuk kekagumanmu pada tiga karakter terkenal itu ya?
Btw, salam kenal ya Itik
yayaaaaahh..
kok endingnya sad si yuu..
coba scripnya diulang lagi..
pinginnya happy ending niyy..
(*hehe..kidding..dont be said dear...its so must go on..)
Masa-masa remaja, masa yang paling indah, walaupun mellow juga :(
:y: waaa ceritanya keyen euy keyen, ajarin..ajarin..
kenapa musti dtutup to talipunnya, kasiin ke wen aja gitu biar wen yg ngomong hehehe :k:
btw diawal tadi kenapa bemper bisa wen baca lemper yah :r:
namanya juga belun jodoh...
tunggu ajah tanggal mainnya
kenapa ngak dibawa ke penerbit mbak, kan lumayan tuh hasilnya,tulisannya sangat bagus
ceritanya seolah2 hidup ..
jd terharu ..
salam knal Mba ... :b:
yuhuuuu.. mampirrrr ayuuuu.. kije ney kok ilang? :v:
np tik test test?
so suit.. hahahah
salam hangat... cerpennya bagus cocoknya diterbitkan aja, tinggal nunggu cerpen lain yang lebih menarik, sip
:y: mantabbbbs.
alamak panjangnya mbak yu...
tak bookmark dulu deh.. ntr ada waktu ta' baca ulang
hahahaha kacian deh widya alias itik patah hati
jangan bunuh diri yee
Ooo ini re publish toh?!
ceritanya lucu, keren kok yu...... :y:
Tapi namanya gak keren si Dim, Dim apa.... gaya ngomongnya temennya Widya persis gaya ngomongya si Itik ini niy..... hehehehe
eh iya lupa bilang kunjungi disini ya yu http://malezzbanget.blogspot.com/2009/10/ulang-tahun-blogku.html
nice post, ada award buat k2 nih http://andriecallista.blogspot.com/2009/10/1001-blogger-indonesia.html
cinta membawa derita....
Yu, maaf yah> sepertinya, Ayu memang dah penulis yah? mbak baru tahu nih.. duh, jadi malu mbak ma Ayu.
Ayu bisa menyelindungkan objek. Imajinasinya tinggi. Semoga mbak memiliki semangat yang tinggi juga seperti Ayu. Semangat Neng!
Tulisan2nya bagus, lucu & menarik mbak. Teruskan berkarya ya :d
Ceritanya keren nih.... Khas Itik Bali..!! :y:
Sepertinya hanya Itik yang bisa menulis serenyah itu.. Salut utkmu.. :v:
Tentang XL award Pesta Blogger 2009, meskipun kamu belum beruntung memenangkan sebagai Kategori Blog Remaja Terbaik, tetap semangat ya..!
Karena bagi sahabat-2 bloggermu, blog ini tetaplah yang terbaik..!!
Tetap semangat..! :v:
kok endingnya gitu tik
hiks..hiks..
Menarik sekali tapi sayang apa saya pernah membacanya atau tidak. cerita akhirnya sangat mudah ditebak.
sooo sweettttt
ajarin diriku dong
cara nulis bagus gitu gimana ya?
:n:
Bagus amat sih Non!
Salam kenal ya.. btw.. ajarin buat blog yang sekeren ini dounk..
Salam manis! xoxo
Cinta kadangkala memang menjadikan inspirasi terasa selebar dunia, tapi adakalnya juga menjadikannya selebar daun kolor. Nah tuh!
Benar nggak ya? SIlahkan dipikir sendiir donk! Hehe...
Wah...mantap neh cerpennya, identik sekali dengan si Itik. Ditunggu cerpen2 berikutnya...
mampir baca cerpen lagi ah... :y::y:
Great... keren banget cerpennya. Hope to share.
:y:
salam manis juga.....
:g: bagus banget ceritanya. saya suka sekali.
mampir lagi mbak ..........
keren - keren :y:
wah, ayu si itik bali.. hehehe.. panggil ayu aja ah, orangnya mmg ayu kok (fotonya lho.. aslinya mungkin lebih ayu.. hehehe) cerpennya mantap abis.. kocak.. lucu, tp sad ending.. kuacungi jempol deh cara kamu membuat pembaca terpesona dgn ceritamu.
dan lagi cara kamu mengkoneksikan dgn hayalan2 seperti bintang2 film, acara memasak rudy, mengiris dan memakan hati.. wah.... benar2 salut deh..
terus berkarya ya.. dan jangan patah hati. semoga kamu bertemu dgn mas Dim yg baru dan yang lebih baik..
aku yakin Allah akan memberikan pendamping terbaik bagimu..
thanks buat postingan kocakmu.. bikin asyik kegiatan blog walking nih.. hehehe
errr...mbak, punya cerpen yang settingannya di bali? lagi kangen sama bali dan segala keruwetannya ini :x:
bikin terharu....
ini pengalaman sapa sih?kok mirip...
:f:
ohya, saya kok gak nemu bagian dia nitip salam buat Dim? kan judulnya 'salam manis...'
atau saya yang bacanya gak konsen? :q:
:w:
hahahah...lucu2!!!
keren banget dah ini blog..
bisa sering2 mampir kesini neh..
Cerpennya menarik tapi panjanggg... Jadi Cerpan donk :g:
salam itik...
selamat ya atas awardnya.
aku udah komeng lum ya?
hahaa beda ma cerppennya slam yang cinta monyet, punya itik lebiih dewasanya
tetap semangat ngeblog walopun ga menang XL blogger ya tik..
salam kenal ya gan
Wah Ceritanya Kerend....alami,menyentuh,gokil & pastinya gaya itik manis nan amis banget...
bagus tuh ceritanya
ceritanya sedih tik gpp namanya juga ujicoba :y: tapi salut cerpennya spt nyariiis beneran hehe... posting kren :y: :v:
Poskan Komentar
Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.