Selasa, 01 Desember 2009

Menangislah Sepuas Hatimu


Saya sebenarnya bukanlah seseorang yang gampang menangis atau bersedih, pribadi saya lebih sering memandang masalah dengan biasa saja, tidak berlebihan dan cenderung cuek.

Bahkan saat saya “putus” dan ditinggalkan oleh orang yang saya cintai, sayapun juga tak sanggup menangis. Lidah saya kelu, mata saya berkunang-kunang. Saya hanya mampu mengurung diri berhari-hari di kamar, tanpa bisa makan, tanpa bisa berpikir, tanpa bisa ngapa-ngapain. Yang ada pada saya adalah perasaan rendah diri, merasa terbuang, merasa dilecehkan dan perasaan marah pada ketidak sempurnaan diri sendiri.

Hingga akhirnya ada suatu kejadian yang membuat saya menangis dan mampu mengeluarkan air mata. 3 hari lamanya saya menangis dan mengeluarkan air mata, hingga mata saya mirip bola mata kodok yang hampir keluar.

Namun moment menangis itulah yang akhirnya mampu menyelamatkan saya dari tindakan anarkhis lebih lanjut terhadap diri saya sendiri. Saya mampu memaafkan diri sendiri dan menerima diri apa adanya.

Setelah itu, saya pergi memanjakan diri. Saya mulai melakukan hal-hal yang merelaksasi pikiran mulai dari pergi nonton, main ke rumah teman atau jalan-jalan ke mall, tiba-tiba voila…semua beres, sayapun bisa berpikir jernih dan memandang masalah ini dengan lebih realistis. Aneh sekali…

Banyak orang yang beranggapan bahwa kesedihan adalah lambang kelemahan. Orang yang mudah sedih dianggap kurang kuat menghadapi hidup. Air mata merupakan pertanda bahwa dia bukan orang tabah. Air mata bahkan dianggap perbuatan mengasihani diri sendiri.

Padahal berdasarkan pengalaman saya bahwa ketidakmampuan untuk melepas emosi, duka atau kesedihan sama dengan memelihara sumber penyakit dan kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Air mata ternyata mujarab untuk meredakan emosi dan stres.

Itu bukan hanya saya saja yang bilang lho, bahkan saya pernah baca di suatu artikel bahwa tangisan yang tertahan dapat membuat tekanan darah meningkat tajam, menimbulkan bercak-bercak merah pada tubuh, sampai pada melemahnya saraf pengontrol saliva, sehingga seseorang dapat mengeluarkan air liur (drooling) tanpa sadar. Dalam duka, seseorang bisa menjadi pemarah, sulit konsentrasi, sulit tidur atau menarik diri dari pergaulan/aktivitas keluarga dan mungkin memiliki rasa bersalah.

Dan yang lebih ajaib lagi, air mata ternyata mengandung hormon stres (ACTH) dan leucine-enkphalin (jenis endorphin pengurang rasa sakit). Karena itu, menangis dapat menyeimbangkan hormon stres dalam tubuh manusia.

Riset lebih jauh menemukan kaitan antara air mata dan penyakit yang berkaitan dengan stres (sakit maag dan colitis - infeksi usus besar) bahkan umur pendek. Dan kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki sikap negatif terhadap menangis…

Nah lo!!!!

Saat ada yang mengatakan : Hidup ini terlalu indah untuk ditangisi.
Maka saya lebih suka bilang : Menangislah sepuas hatimu. Hidup jadi indah dengan menangis.

Jangan takut dibilang mellow, cengeng, gak jantan (bagi cowo) bila bersedih dan kemudian menangis.

Memang ketika stress, otak seakan menjadi buntu. Namun air mata dan relaksasi membuat otak seakan kemabali terbuka. Sebab itu saya percaya, kemampuan untuk mengendalikan emosi sangat terkait kuat dengan kemampuan mengatasi masalah secara sehat.







.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



59 comments:

Itik Bali on 1 Desember 2009 06:37 mengatakan...

:f:

Mawardi on 1 Desember 2009 06:42 mengatakan...

salam kenal, ya menangis memang melembutkan hati,orang yang menangis bukan berarti cengeng tapi jangan menangis tanpa sebab

Aditya's Blogsphere on 1 Desember 2009 06:52 mengatakan...

ikut prihatin y,yg sabar,menangis memang membuat hati jd tentram,tp jujur,aq harus sembunyi di tmpat paling sepi dan jauh dari orang lain utk melakukan itu (menangis) abis malu sih,dn untungnya jarang ada hal yg bisa buat aq nangis,hatiku rada keras!hehe, tetep senyum yg manis ya aaaa....

Itik Bali on 1 Desember 2009 07:06 mengatakan...

@ Mas Adit : thanks ya, tapi saya sekarang gak lagi bersedih, ini berdasarkan pengalaman saya tentang arti menangis..saya sekarang lagi baik2 aja..cerah ceria bersama-sama..yuhuuuuiii :z: :n:

Seti@wan Dirgant@Ra on 1 Desember 2009 07:55 mengatakan...

aksi menangis tergolong memiliki efek positif terhadap seseorang.
Ketika seseorang menahan tangisnya agar tidak keluar, maka secara tidak langsung suasana hati menjadi stres dan mengakibatkan tingkat detak jantung meningkat serta keringat akan keluar di sekujur tubuh.

Namun ketika menangis, mau tidak mau aksi ini akan membuat napas menjadi kendur dan secara tidak langsung tubuh akan menjadi santai

Seti@wan Dirgant@Ra on 1 Desember 2009 08:00 mengatakan...

Menangislah …
Kadang manusia terlalu sombong tuk menangis
Lalu untuk apa air mata telah dicipta
Bukan hanya bahagia yang ada di dunia
Menangislah …
Di bahuku kau berikanku kepercayaan
Bahwa laramu adalah haru biruku
Kerna aku adalah sahabatmu
Menangislah … (dibahuku ku disini untukmu)
Menangislah … (dibahuku kerna ku sahabatmu)

Aribicara on 1 Desember 2009 08:15 mengatakan...

Menangislah jika itu bisa membuang sedihmu
menangislah jika itu bisa membuat kau tersenyum
menangislah jika itu membuatmu lebih semangat :)

Ga ada yg nyambung yach ? :D

Yang penting jangan menangis karena cengeng :D

Ivan@mobii on 1 Desember 2009 08:24 mengatakan...

Mending ketawa,ketimbg nangis. :D

aaSlamDunK on 1 Desember 2009 08:40 mengatakan...

slam juga kadang menangis tik, tapi bukan menangis gara gara sering diputusin...
tapi kalo teringat ma ortu ..

menangis bisa membuat mata jadi merah, tapi mata nanti akan menjadi bersih karena sudah dibasuh dengan air mata...

Badak Jawa on 1 Desember 2009 08:41 mengatakan...

Menangislah dan terus tertawa walau duniat tak seindah surga (eh itu menarilah ya?)

yang penting endingnya happy aja ya tik amis

aaSlamDunK on 1 Desember 2009 08:42 mengatakan...

nyepam ahhh
:f: >>>>>>> :w: >>>>>> :z: >>> :g:

ratna wulandari on 1 Desember 2009 08:43 mengatakan...

ia yu..sometime nangis bisa bikin perasaan jadi sedkit tenang dan lega.

becce_lawo on 1 Desember 2009 08:47 mengatakan...

habis nangis :e:
pasti mata jadi sembab dan bengkak, biasanya bung becce atasi dengan makai kacamata hitam, :b:
biar gak terlalu kentara.

kosong on 1 Desember 2009 08:48 mengatakan...

jadi pengen nangis

suwung on 1 Desember 2009 08:50 mengatakan...

nangis ah

-Gek- on 1 Desember 2009 09:10 mengatakan...

Kok (tumben) ga lucu, non?

Ummm.. lagi sedih ya..

come to mama.. (hugs and kisses)

:)

Nyubi on 1 Desember 2009 09:27 mengatakan...

about three months ago, i am cryin' loud
*my mother passed away*

Newsoul on 1 Desember 2009 09:29 mengatakan...

Menangis adalah perbuatan alamiah seorang manusia. Setelah menangis, bukankah mata kita jadi bisa melihat lebih cerlang dan terang. Air matapun ternyata bisa menerangkan pandangan kita.

Bandit Pangaratto™ on 1 Desember 2009 09:33 mengatakan...

Hidup itu indah Yu...
indah pada waktu-Nya...
ada waktunya menangis, ada waktunya tertawa.. dan menangis pada waktunya, tertawa pada waktunya, sedih pada waktunya itu indah...! hehehe


*jangan sedih" lagi Yu...
:D

Cak Win on 1 Desember 2009 09:34 mengatakan...

Jadi pengen nangis :f:

Nyubi Information on 1 Desember 2009 09:38 mengatakan...

Listen to DEWA:
Menangislah bila harus menangis...
*Ahmad Dhani MODE ON*

t.e.3.k.4 on 1 Desember 2009 09:39 mengatakan...

cuppsss....
ayu ga bole nangis lama2 yah, ntar cantiknya luntur **hug**

jhoni on 1 Desember 2009 09:49 mengatakan...

wah ini tips yang bagus buat kita semua ya?!?!?!?!.......

ada aturannya gak yu kalo mau nangis musti berapa kali sehari gitu???? (kaya minum obat gitu) biar lebih sehat heheheheh......

Noor's blog (inside of me) on 1 Desember 2009 09:50 mengatakan...

Iya nih tumben rada serius.., soal menangis wajar ko asal jangan kelamaan nanti kehabisan ember buat nampung air matanya he..he

Sari on 1 Desember 2009 10:08 mengatakan...

Aku siy ga malu untuk nangis kalo emang aku lagi butuh nangis. Rasanya lega, meskipun mungkin masalahku tetap ga selesai. Abis nangis, biasanya keluar deh ide2 untuk nyelesein masalah hehehe

Ngobrol Seputar Bisnis Online on 1 Desember 2009 10:38 mengatakan...

Wew, banyak amat yg komen,, di tempat saya sepiii... hiks..hiks.. ceritanya menangis.. hihihiih

anindyarahadi on 1 Desember 2009 10:40 mengatakan...

huwaaaa huwaaa huwaaaa :f:



hehehe aku cengeng dek, dalam beberapa keadaan..

Clara on 1 Desember 2009 11:08 mengatakan...

kalo nangis gara" liat tomingse digebukin sama orang, apa air mata itu mengandung hormon yg stres" gitu ya?

btw, ada juga yg udah neliti, air mata yg dihasilkan dari emosi dan airmata yg dihasilkan dari mengupas bawang, kadar asinnya beda loh!
keren kan?

JR on 1 Desember 2009 11:59 mengatakan...

hmmmmm menangis...ya
memang ini salah satu cara untuk melepaskan segala yang ada dalam hati, tapi jangan sampai kelebihan ya tik

mata on 1 Desember 2009 13:10 mengatakan...

ngga... saya ngga mau nangis, apalagi menangisi hal yang nga perlu ditangisi...
saya lebih suka tertawa... bahagia... :)

sino on 1 Desember 2009 13:14 mengatakan...

hehhehehe

dulu waktu kecil gue juga sering nangis

bermanfaaat kalau mau minta jajan sama ortu (loh?)

mocca_chi on 1 Desember 2009 14:44 mengatakan...

nangis adalah hobbyku, tp jangan didepan orang, nangis sendiri dikamar, biar ga ada yg tahu:P

NURA on 1 Desember 2009 14:56 mengatakan...

salam sobat
iya menangis sepuas hati,,tapijangan keterusan dong menangisnya,,

ferdivolutions on 1 Desember 2009 15:29 mengatakan...

iya bener tuh, nangis yang diitahan2 bisa ga baik bagi kesehatan.... mending dikeluarin aja... gpp, soalnya manusia wajar nangis, cowo jg kadang nangis kok... ^_^

Fajar on 1 Desember 2009 15:46 mengatakan...

kadang dengan menangis..semua yang mendera pikiran bisa hilang......

setiakasih on 1 Desember 2009 15:52 mengatakan...

:o: jangan khuatir..
kami akan temankan kamu..
menangislah...
hingga puas...
namun setelah itu..
jangan ingatinya lagi..

RanggaGoBloG on 1 Desember 2009 16:10 mengatakan...

Itik gak doyan makan?? 'gak percaya'

attayaya on 1 Desember 2009 16:23 mengatakan...

lho kok jadi tulisan ilmiah neh
mo buat thesis, skripsi, laporan, dll ya?

neng rara on 1 Desember 2009 17:05 mengatakan...

assalamualaikum...
gmana kbrnya tik, sehatkah?
dh lama ga ke rumah ini.maafin yap.
sy stuju menangis mengurangi stres, seolah beban berat berkurang ketika kita menangis. saya pernah merasakannya.
salam

secangkir teh dan sekerat roti on 1 Desember 2009 17:30 mengatakan...

menangis bagi saya bukan hal yang memalukan.. :)
saya senang lagu cengeng, kdang saya juga nagis gara2 itu...

apalagi pas tahajjud, mantap! hehhe

Rumah Ide dan Cerita on 1 Desember 2009 18:25 mengatakan...

Memang menangis rupanya merupakan sebuah pelepasan dari sebuah masalah. Abis itu jalan -jalan deh buat pemulihan. :)

yasuyassyash on 1 Desember 2009 18:49 mengatakan...

:f:
:f:

Yolizz on 1 Desember 2009 21:36 mengatakan...

iya setuju tik!! *secara aku cengeng jadi setuju,, hehe..*

dengan menangis terkadang akan membuat perasaan jadi lebih lega,, emosi kita jadi keluar... emosi yang tertahan juga ga baik kan...

dasir on 1 Desember 2009 22:19 mengatakan...

Andai aku bisa menangis aku kan menangis, tapi akan ku tahan tangisku kala melihat orang lain menangis,,,,salam tangis

Desi Eria R. on 1 Desember 2009 22:42 mengatakan...

iya bener yu, kadang menangis bisa membuat beban kita berkurang.
kalo aku emang pada dasarnya jarang nangis, biasanya nangis kalo emang udah ga tahan lagi sama keadaan heuheu

albertus goentoer tjahjadi on 2 Desember 2009 00:26 mengatakan...

menangislah ketika ingin menangis dan tertawalah pada saat kepingin tertawa jangan dibalik-balik karena itu pastinya bikin orang takut... hiiiiiii... tatut... eh iya... ada kado di rumahku... segera diambil ya... maaf nih telat ngasih taunya... tapi enggak apa khan... biar telat asal masih bisa nyampe ke orang yang dituju... setujuuuuuuu???

kang sugeng on 2 Desember 2009 00:40 mengatakan...

menangis adalah menumpahkan segala uneg uneg.... ayo menangislah kamu Tik.. selagi kamu masih bisa menangis, hehehe...

SOFIA on 2 Desember 2009 01:04 mengatakan...

ya udah. sekarang juga gw pengen nangis :P

Gusti on 2 Desember 2009 01:17 mengatakan...

menangislah sebelum menangis itu di larang.. lho itu ketawa yak.. :r:

Aditya's Blogsphere on 2 Desember 2009 02:00 mengatakan...

woalah,tak kirain baru2 ini km mewek alias kraiying alias nanis eh nangis,dunia sepi tanpa dirimu,teruslah ber kwek kwek kwek krn km itik manis ehehe

gdenarayana on 2 Desember 2009 05:14 mengatakan...

klo nangis pas dipeyukan orang yang disayang giman ayu? :b:

enakan senam duyu pagi - pagi :n:

suryaden on 2 Desember 2009 06:50 mengatakan...

masih bisa nangis itu masih waras...

poetry on 2 Desember 2009 10:08 mengatakan...

nangis thu juga olahraga saraf lho......
hehe...
ngga papa tik, aku juga sering nangis kok...
haha
(dasar akunya aja yang cengeng)

:h:

yanuar catur rastafara on 2 Desember 2009 10:13 mengatakan...

keren tik
sumpah, inspiratif bgt..
benar0benar itik (lagi semedi)
dan aku nggak bisa komen lagi
hehehe

vie_three on 2 Desember 2009 11:27 mengatakan...

benar yu..... aq kalau emang pengen nangis ya aq nangis sepuasku, cuman kalau malu keliatan ya aq kunci kamar trus nangis dech..... abis nangis aq malah bingung apa yang aku tangisi sebenarnya...... wkwkwkwkwk

nietha on 2 Desember 2009 14:24 mengatakan...

aku banget nih tik.. baru bsia berfikir jernih setelah menangis..

Rumah on 2 Desember 2009 16:18 mengatakan...

Saya juga sedang merasakan hal seperti itu. Menahan tangis buat dada sesak dan kepala menjadi pusing. pengen ngeluapin, tapi malu karena ada orang, jadi nunggu sepi deh. nangis itu bagus untuk perkembangan emosi. hihi!!
artikel yang bagus banget.

Hobby Exchange on 4 Desember 2009 11:37 mengatakan...

ya klo dgn menangis bisa mengeluarkan segala gundah hati, lepas beban, ini positip, trims. dtunggu koment baliknya yah.

andry sianipar on 24 Desember 2009 16:35 mengatakan...

:s:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon