
Di suatu sore, ketika saya tengah asyik nonton Serial Drama Korea, Boys Before Flower, tiba-tiba ada sms dari teman saya yang minta agar saya dateng ke rumahnya. Ada sesuatu hal penting yang ingin dikatakan kepada saya, mungkin semacam curhat begitu.
Dia bercerita kalo sekarang sudah terlambat haid 2 minggu dan hasilnya positif. Kalo saja itu terjadi pada perempuan yang sudah menikah, mungkin itu adalah kabar yang sangat menggembirakan semua orang.
Namun sayangnya, teman saya ini masih sekolah dan dia belum menikah. Sementara, pacarnya masih kuliah. Mau bilang ke ortu, gak berani, karena selain takut dimarahi, takut mengecewakan dan terutama tertindih oleh perasaan bersalah yang begitu besar
Saya termenung hanya mendengarkan saja curhatnya, karena saya sendiri bingung harus memberi solusi apa.
Pertama :
Saya tahu persis, teman saya ini adalah cewe baik-baik, tidak nakal, tidak genit, tidak suka gonta-ganti pacar, pacaran baru sekali dan itupun sudah berlangsung 2 tahun, sedang pacarnya sendiri juga cowo baik-baik, bukan playboy dan cukup setia selama menjadi pacar teman saya.
Kedua :
Saya merasa, yang dilakukan mereka hanyalah kekhilafan semata. Bukan bermaksud sengaja karena mereka hobby melakukan the worst things dalam pacaran. Selama 2 tahun pacaran, mereka baik-baik saja dengan berpacaran secara sehat.
Ketiga :
Pilih aborsi atau pilih pernikahan dini untuk menyelesaikan masalah ini? Kedua-duanya mempunyai konsekuensi masing-masing. Bila aborsi, itu adalah perbuatan dosa yang ditambah dengan dosa, beresiko cukup tinggi dan illegal, namun ia dan pacarnya mampu lebih menata masa depan, dengan terus melanjutkan study.
Bila menikah dini, dapat menghindari dosa lebih lanjut, namun harus putus sekolah dan itu berarti menghilangnya sebuah harapan masa depan yang mungkin juga berujung kepada perbuatan dosa juga karena kemungkinan akan tak punya pekerjaan jelas dan mentelantarkan pernikahan dan anak hasil pernikahan.
Ke empat :
Saya takut berkomentar, karena saya juga perempuan yang usianya masih cukup muda, perjalanan hidup saya masih panjang. Saya belum tahu apa yang akan terjadi ke depan dengan diri saya sebagai perempuan. Kalo boleh jujur, saya takut “kualat” memberikan penilaian terhadap seseorang (apalagi teman) yang notabene adalah perempuan juga.
Ke lima :
Saya merasa tak mampu berbuat apa-apa, kecuali hanya mendengarkan dan turut prihatin. Saya sendiri merasa sangat marah, bila ada orang yang menjudge perbuatan mereka, sok menasehati tanpa ada solusi, sok moralis dengan wejangan yang sudah terlambat dan kedaluarsa, yang selalu diawali dengan kata “ Seandainya saja dulu kamu begini.. Seandainya saja dulu kamu begitu”. Basi!!
Mereka tak butuh khotbah, mereka tak butuh nasehat apalagi sumpah serapah atau caci maki. Yang mereka butuhkan adalah, uluran tangan, mencari solusi yang terbaik, membantu mereka, memberi dukungan, menguatkan mereka bahwa ini adalah hanyalah sepenggal perjalanan hidup yang memang harus dilalui oleh setiap orang, hanya saja mereka jalan yang mereka lalui terlalu cepat dan terlalu dini dari biasanya serta meyakinkan bahwa semuanya dan selanjutnya akan baik-baik saja bila mereka berusaha menghadapi masalah ini dengan tegar.
Everything gonna be alright, everything gonna be alright…
Saya merasa giris.
Bila pacaran dengan cowo baik saja bisa khilaf seperti itu, apalagi bila ketemu dengan cowo playboy yang emang hobby mempermainkan cewe?? Sedangkan di luar sana banyak sekali cowo-cowo berkeliaran dengan mengenakan topeng. Mana tahu saya, apakah dia baik atau buruk, dia datang dengan cinta sejati atau hanya sekedar main-main saja.
Kelemahan cewe, selalu berpikir lebih menggunakan perasaan ketimbang mendahulukan logika. Ketika seorang lelaki memujinya dengan kata “cantik” itu saja, sudah membuat hati perempuan luluh lantak dengan rayuannya.
Sudah kodrati, bukan salah cowo atau cewe. Ketika cewe harus gampang terpedaya oleh cowo, dan cowo ditakdirkan sebagai pemburu cinta.
Namun hal-hal itulah yang kadang membuat saya takut. Apakah saya kelak akan menemukan cowo yang benar-benar baik dalam hidup saya.





54 comments:
booking kavling PERTAMAX dulu :D
secara itik calon miss universe pasti dapet yang paling baik lah :v:
Wekkk...!! weleh..weleh..weleh, kalo ibarat masak tempe goreng...itu mah kelamaan diangkat jadi gosong deh....he..he
buat temanmu: MENIKAHLAH !
lakukan apa yang harus dilakukan, jangan mencari alasan pendidikan atau masa depan. pendidikan tidak menjamin masa depan, terbukti banyak orang sukses tanpa latar belakang pendidikan yang mumpuni. artinya, pendidikan tidak hanya di bangku sekolah. ini mungkin jalan yang harus ditempuh dan jika sungguh2 bertaubat, jalan di depan terbentang lebar.
hetrik !!!
kalo suka tapi cuman diam saja,.. siapa yang bisa tahu dong...:z:
eh, itu serius tik?? bukan salah satu cerita khayalanmu lagi??
kalo itu serius maka jalan yang paling baik juga menikah..biar gak dosa..menikah tidak berarti tidak punya masa depan..banyak hal yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga..
saran terbaik adalah jujur sama orang tua, minta saran. klo kamu sendiri yakin ga bsa ngais saran apa kan
ada ga yang baik?
ga tau yu, aku jg belun nemu heee
hem kayaknya mau ngga mau musti jujur ke ortu deh coz lama kelamaan juga pasti keliatan. yakin deh ortunya temen ayu bakal bisa memahami
untuk orang special seperti anda pasti special juga orangnya
Yup setuju sama Pendapat : bilang aPa adanya sama ortu, dan lanjutkan dengan menikah..! Aborsi bukan solusi, itu adalah pembunuhan, kejam.
emmm.. buat Ayuknya, Kang Sugng yakin pasti km dpt jodoh yg terbaik...
maaf... lukisan wajah sang calon miss univresnya terhenti, blm selesai, heheee...
kweeek... kweeek... kweeek... (walah ketularan sing nduwe omah ngomongku) kweeeek... ssssssstt... tapuk sandal..
hi miss 2010...
Tell the truth is best solution
widih,,tambah adem aja nih,,
*kabur ahh
bicara dengan orang tua ato keluarga lebih baik daripada diem dan menanggung beban
terbukalah, sehingga bisa diselesaikan dengan baik
hmmm masalah sulit ya... tapi daripada membunuh bayi, mendingan menikah... Ada beberapa orang yang kutahu, tetep bisa berprestasi di kuliah walopun udah berkeluarga (nikah muda)...
Kalo dgn menikah sulit cari pekerjaan, mari bikin usaha sendiri ^_^
moga dapet solusi terbaik ya, Itik!
Kamu berbakat jadi psikolog deh Cak Ayu..
tetaplah waspada,... meski bagaimanapun kita menjaga diri.... Syaitan lebih kuat menggoda....
Hal pertama taubat, lalu minta saran ke ortu mereka. Hal miris sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, ambl bawang goreng, ayam suwir-suwir, daun seledri, beri kuah kaldu. Jadi, bubur ayam. Tapi jadikan bubur ayam itu sehat, halal dan bergizi.
berbagi pengalaman saja ya tik...
kebanyakan orang yang MBA adalah orang2 yang tidak berpengalaman... soalnya mereka lebih memikirkan perasaan daripada logika... jika hubungan sex prewedding mereka didasarkan perasaan yang disebut cinta... ketika ada salah satu pihak yang enggan memakai pengaman maka dengan alasan CINTA itu tadi pasti akan menuruti permintaan pasangannya, dan kadang mereka berpikir CETEK "toh kalo hamil bisa tanggung jawab"...
beda dengan pasangan sex pree wedding yang melakukannya cuma berdasarkan HAVE FUN atau sama2 senang tanpa didasari rasa CINTA, mereka akan lebih paham terhadap PENGAMAN yang akan mereka pergunakan. entah dengan memakai alat, maupun trik pencegah kehamilan.
kalo sudah kejadian :
apapun alasan mereka melakukan hubungan sexual, jika terjadi kehamilan itu adalah tanggung jawab pribadi masing masing
bagi pihak cowok : harus bertanggung jawab untuk menjadi ayah dan suami yang baik, dan bertanggung jawab untuk keluarga yang telah dia bikin secara tidak terencana.
bagi pihak cewek : bertanggung jawab membesarkan apa yang ada dalam kandungannya...
bagi kedua belah pihak : jangan saling menyalahkan, dan beranilah bertanggung jawab untuk mengakui ke ORANG TUA. kalo takut dimarahim diusir, kenapa gak takut pas melakukan hubungan sexnya... apa lagi itu urusannya ama Tuhan...
kepanjangan ya tik.... maaf keasikan... maaf kalo terlalu fulgar.. karena aku gak mau munafik... hal2 seperti itulah yang terjadi disebelahku.... aku cuma gak mau menutup mata,.... hehehehehe..
weh tambah ngelantur lagi yah.. hihihihihi
tik minta makan.... :p:
udah kenyang.... sekalian numpang ke toilet...
:x:
sekarang saatnya
kaboooooooooooooooooooooooor
:z:
Pasti tik. Pasti. Semoga kamu dapet cowok terbaik yang pernah ada.
weeeeeeee. ga kmn" tu itik. msh ttp akn srg ngebaca blog lo :)
Akibat sudah terjadi karena suatu perbuatan, penyesalan harus tentunya, tapi PERTANGGUNGJAWABAN harus diutamakan, berani berbuat (dengan alasan khilaf sekalipun)harus berani bertanggungjawab, rawat sang jabang bayi....
aku suka judulnya touch banget :) btw aku mau ngomeni 1 per 1 :
1. hubungan seks diluar nikah bisa terjadi pada siapapun, entah dia orang baik atau bukan :)
2. kejadian itu bukan masalah kekhilafan, tapi karena ada kesempatan :)
3.pilih nikah aj toh sudah resikonya mereka
4.gak perlu dinilai ataupun menilai, ambil hikmahnya aj, khan dah terjadi :)
5.setuju, pasti ada jln keluar terbaiknya :)
*co baik itu ada dua jenis : baik ada maunya dan baik apa adanya :)
Semuanya sudah di atur sama sang khalik neng.. Meskipun dia orang baik sprti yang neng kenal, apabila 1 orang Pria dan 1 orang wanita di pertemukan pada suatu tempat yang sunyi pasti ada setan di antara mereka dan setan itu lah yang menyebabkan itu smua.. Hanya Iman yang tebal yang bisa mengatasinya...
Buat Neng Itik jangan takut untuk membuka hati buat orang tapi jangan sempat Neng membagi hati kepada sembarang orang.. Itulah nashat ku pada mu..
iya dek... aku juga miris baca postinganmu ini.. salam buat temenmu yaa.. semoga dia tetep bisa tabah.. hh gatau lagi mesti ngomong apa. spijles totaalll :h:
tapi balik lagi soal pasangan hidup. aku percaya kalo kita pengen punya pasangan yang baik.. caranya ya kita memperbaiki diri kita dulu. semoga Tuhan mengasihi kita.. orang yang baik hanya diperuntukkan untuk orang yang sama baiknya. amiin.
waduh susah ni komentnya gek!!!!.....tapi nasehat dari temen yg lain kayaknya juga salah satu solusi yg baik!!!
salam & tabah buat temannya ya yu!!......buat ayu saya yakin pasti dapat yg terbaik!!!! sip!!!
jangan takut yuk..!
cowo baik untuk cewe baik..!!
eh ya ampuun..
aku juga gak bekomentar banyak deh..
semoga tuhan memberikan jalan terbaik deh nantinya. amin
semua diciptakan berpasangan.. tenang aja..
Tuhan pasti adil kok.. :)
ada koq cowok baik buat itik, tp bukan aku wekekeke..
seperti saran yang lainnya, menikahlah, jangan jadikan masa depan sebagai alasan, temenku ada koq yg githu, skarang buka usaha n termasuk berhasil... :D
jangan menyalahkan mereka, tapi bantu biar ga tambah salah..
*sok dewasa ach, padahal menag tua doanks* :p
.:: Mba Itik, ini beneran ya? Hmm... Kalo menurut aku baiknya mereka coba ngomong baik-baik dulu ke ortu. Toh cepat atau lambat mereka juga bakalan tau... Lebih cepat diselesaikan, lebih baik... Dan menurutku solusi yang paling bagus adalah menikah, karna aborsi sama aja dua kali dosa. Dosa hamil di luar penikahan, juga dosa udah membunuh bayi ga ga bersalah....
.:: Soal jodoh kelak, semua kan udah diatur Yang Maha Kuasa... Jadi ga usah khawatir ya... ;)
.:: I hope everything's gonna be alright too... :)
Kayaknya emang kudu bicara dg ortu tuh..
Semoga saja dengan keterbukaan itu ortu bisa mencarikan solusi terbaik..
Wah, no comment deh. Terlalu sensitif...
(saya jadi teringat postnganku tentang Pacaran hancur-hancuran...
Maen 'aer' ya basah lah :x:
Sini biar bang ais tanggung jawab... wkwkwkkkk....
kabuuuuuuurrrrrrrrrr.......
suka bbf juga to yu...
samaaaa..aku suka ulang2 tuh serialnya..ampe hafal dialognya (*tapi dialog indo nya low..mandarinnya mah meneketehe..heee
salah satu kakak ku juga ngalamin ini..
dan akhirnya mereka berdua sepakat untuk bilang ke orang tuaku,,
marah, kecewa?? udah pasti..
tapi itu hanya awal, jika mereka berdua emank udah siap dan niat, pasti ortu dua pihak setuju kok...
wah postingan serius setelah beberapa kali aku baca2 disini ... :m:
jadi akhirnya solusi terbaiknya bagaimana ? aku gak berani komentar :f:
Kalau menghamili anak orang berarti bukan cowok "baik-baik" dong tik..:n:
pernikahan dini nggak harus putus sekolah kan? (eh ini udah kuliah apa masih SMU toh)
Lebih baik menikah aja. kalo soal masa depan serahkan aja sama yang kuasa, sambil terusberusaha tentunya.
banyak kok yang sudah menikah namun masih melanjutkan pendidikannya.
knapa itik tak juga berkomentar??
menikah aja..tetep bs sekolah kok sp bilang..moga cpat blalu ya..
dedek q ini pinter bener buat cerita......everything its gonna be alright ....setuju.....dek...miss u dek ahahahahahaha
ting tong, baru mampir nih tik
wehehehehee
km nulis apa ya? kok gak mudeng
ya iya lah akau blum beca hehhee
ta tara tata ti tiri titi (popeye)
wah susah juga, memang pacaran banyak godaannya....
apalagi kalo udah berdua-duaan, nanti yang ketiga akhirnya setan.
eh itu beneran gak si tik?
soalnya dikampungku juga pernah ada, mereka ahirnya menikah dan putus sekolah...
sekarang gak tau kelanjutannya.
ck ck ck...moral bangsa ini kemanakah perginya...
yang jelas....jujurlah kepada orang tua....kalopun orang tua marah wajar....memang...namun ketika kita sudah jujur pasti akan lega sehingga bisa menata masa depan yang akan dihadapi....setelah itu menikahlah...dan jangan lakukan aborsi...
aku terpana membaca postingan mu tik.. pintar sekali dikau merangkai kalimat. dan cara berpikirmu juga mengejutkanku. ajari aku menulis sheefu!!
sekarang gimana temenmu itu tik??
Poskan Komentar
Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.