Senin, 28 Desember 2009

Sensasi Mengolah Gurita Menjadi Sebuah Santapan.

Ibu-ibu dan remaja putri, baiklah kali ini saya akan menyajikan untuk anda masakan gurita bakar bumbu asem manis..

Pertama-tama

Siapkan bahan dan bumbu-bumbunya yang terdiri dari : 1 kg Gurita segar yang bisa dibeli di pasar tradisonal atau supermarket.

Tapi jangan keliru dengan gurita bayi atau popok ya..




Bara api, itu harus ada ya..(dalam hati : kalo ngga ada api gimana bisa mateng Nyet!!)


Siapkan bumbunya yang terdiri dari : kecap manis, kunyit, ketumbar, kemiri, garam dan sedikit gula.

Untuk membuat rasa asem, gunakan taburan tomat dan asem jawa. Jangan gunakan asem ketek sopir angkot ya..selain sangat aseeemmm banget juga diindikasikan engga steril

Haluskan bumbu-bumbu tersebut kemudian oleskan pada gurita yang sudah dicuci bersih.

Kemudian….

Bakaar!!!!

Lima belas menit kemudian…matang. Dan sajikan.

This is it.. inilah Gurita Bakar asem manis ala Chef Farah Quinn



******



Itu adalah santapan Gurita bila disajikan oleh Farah Quinn. Lezat dan Chef-nya menggugah selera makan.

Namun berbeda dengan Farah Quinn, George Junus Aditjondro, salah seorang penulis, dosen dan peneliti yang mengolah Gurita menjadi santapan lezat dalam untaian kata-kata berbentuk sebuah buku yang berjudul : MEMBONGKAR GURITA CIKEAS : Di Balik Skandal Bank Century.

Saya belum lihat bentuk aslinya buku tersebut, apalagi membacanya.

Saya hanya melihat review buku ini dalam tayangan wawancara pada malam hari dengan
George Junus Aditjondro di TV one tanggal 27 Desember 2009.

Konon, buku tersebut berisi tentang Humor Selebritis, foto-foto artis sexy, Gossip seputar artis, seputar infotainment, kehidupan glamour selebritis, music album, nada dering dan film terbaru artis liku- liku dan sepak terjang sebuah partai politik dalam pemilu yang lalu.

Saya tak suka buku tentang politik, saya juga tak suka membicarakan tentang politik, namun saya pribadi kaget sedikit heran campur aneh dengan keberanian George Junus Aditjondro menulis sebuah buku yang menurutnya menjelaskan tentang banyak fakta yang akan membuat mata tercengang.

Terlepas dari pro dan kontra, di tengah maraknya kasus-kasus tuntutan pencemaran nama baik atas dasar UU ITE seperti yang di alami oleh Prita Mulyasari dan Luna Maya , semuanya berawal dari kebebasan berpendapat dan upaya mengekspresikan diri yang berujung pada persoalan hukum.

George Junus Aditjondro begitu berani menulis pendapat pribadinya tak hanya dalam status jejaring social Facebook dan Twitter atau menulis email dan disebarkan melalui mailis dikalangan tertentu, tapi dalam berlembar-lembar kalimat dan bab hingga menjadi sebuah buku!!

Pertanyaannya : Apa Bapak ini tidak takut dengan dituntut dengan ancaman hukuman yang lebih berat dari Ibu Prita Mulyasari dan Luna Maya.

Sebab bukan hanya sekedar hukuman penjara atau denda uang saja, tapi resiko yang mungkin lebih berat dari itu bila akhirnya terbukti bahwa semua fakta yang disajikannya dalam buku MEMBONGKAR GURITA CIKEAS : Di Balik Skandal Bank Century tidak benar.


Namun dalam sebuah wawancara di Metro Pagi, tanggal 28 Desember 2009, George Junus Aditjondro justru menginginkan adanya pembuktian lebih lanjut yang akurat semacam buku putih yang menjelaskan bahwa fakta-fakta dalam buku MEMBONGKAR GURITA CIKEAS : Di Balik Skandal Bank Century tidak benar, karena fakta yang dijelaskan di buku itu semuanya telah direlease di media massa dan internet serta beberapa fakta baru yang otentikitas-nya sulit untuk diragukan.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa, sebuah toko buku ternama di negeri inipun tak menjual buku tersebut dan buku tersebut juga menghilang dari peredaran.

Dan seperti biasanya, kita selalu melebih-lebihkan persoalan, padahal, kalo biasa aja menanggapi, membiarkan buku itu beredar apa adanya, semuanya akan biasa-biasa saja. Namun karena reaksinya berlebihan, justru menjadi sarana promosi buat buku ini hingga saat ini menjadi buku yang paling banyak dicari.




PS :

Thanks buat saran dan komentar teman-teman dalam postingan saya Obrolan Sore Itu
.
Karena blog saya ini adalah personal blog, postingan tersebut sebenernya lebih ditujukan ke opini pribadi saya, tentang kekhawatiran saya terhadap masa depan saya yang kelak ingin bertemu dengan pria yang benar-benar baik.
Dan syukur, kini teman saya tersebut sudah menikah dan hidupnya bahagia.

God bless for their Journey

Thanks for All






.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



55 comments:

Itik Bali on 28 Desember 2009 15:13 mengatakan...

Pertamaxxx... :u:

Rumah Ide dan Cerita on 28 Desember 2009 15:40 mengatakan...

Wew gurita bakar yumi yummi...
Tapi Bung George emang dah berani sejak jaman orba.

mocca_chi on 28 Desember 2009 16:08 mengatakan...

hahahhaa... yg punya ngavling pertama

Kabasaran Soultan on 28 Desember 2009 16:08 mengatakan...

Wakakakakakakaa ...
Paling bisa deh itik yang satu ini.
Sekali-sekali yang disajikan itik bakar dunk.

Btw dirumahku ada oleh2 teka-teki century tuh.
Ditunggu

mocca_chi on 28 Desember 2009 16:09 mengatakan...

antara mengungkap fakta atau memanfaatkan berita sensasional, karena kita juga ga tau ada apa dibalik semua itu, dan ak emoh ah soal politik

andry sianipar on 28 Desember 2009 16:20 mengatakan...

salam super,,,
saya selalu ingin kembali ke blog ini...
Great......... Girl.... :y:

TRIMATRA on 28 Desember 2009 16:25 mengatakan...

kok tumben itik ngreviewnya serius banget , siiiplah ternyata penyakitnya dah mulai sembuh. xixixi

munir ardi on 28 Desember 2009 16:29 mengatakan...

dibuka dengan gurita bakar yummy kemudian berlanjut dengan buku yang lagi hangat diperbincangkan nice posting Neng Itik

sibaho way on 28 Desember 2009 16:34 mengatakan...

iya nih, itik tumben nulis-nya luruuuussss....
pasti ada sesuatu yang krusial nih di hatinya...

menurut saya tik, persis kyk cerita di bis kota..

kondektur: busyet!! bau bangke kodok nih, siapa yang kentut ??
penumpang diam, saling tatap saling curiga.
kondektur: pasti yang kentut blom bayar...
seorang penumpang tiba2 nyerobot : enak aja, aku udah bayar tauk !!!

Seti@wan Dirgant@Ra on 28 Desember 2009 16:36 mengatakan...

Saya lebih tertarik ama Gurita bakar...
Carut marut politik...???
Dan saya paling takjub sama George Junus Aditjondro..... terlebih lagi Sama Cak Ayu neng Geulis Si Itik Bali....

yasuyassyash on 28 Desember 2009 16:37 mengatakan...

wawawaw.. gurita bakar kayaknya enak nih dimakan siang2 gini sambil diiringi rintik2 hujan.

ohoho..

waa.. selamat ya buat temanmu yang baru menikah tik, ehehe

BIG SUGENG on 28 Desember 2009 18:07 mengatakan...

Pengarang buku ini sudah dari dulu bikin sensasi
kalau cikeas protes maka merupakan iklan gratis untuk buku itu
Saya kira itu merupakan indikasi saja dan perlu pembuktian lebih lanjut

Pertanyaanya siapa yang mau membuktikannya?

Aulawi Ahmad on 28 Desember 2009 18:08 mengatakan...

yah gurita memang enak kalau dibakar apalagi pake sambel terasi, terus makannya di tepi pantai atau di suatu pondok di tengah sawah hmmmm, terus habis itu baca buku gurita itu sambil lesehan ditemani kopi panas (agak pait) habis itu tidur deh :)

ary_dudulz on 28 Desember 2009 18:24 mengatakan...

hahaha... ( numpang ketwa aja yaa tik ).. hahahaha

but nic post.. baitewei.. gurita bakar emang nyummy.. but klo di kota ku di bikin semur gurita... hahaha manis manis gimnaa getohh :w:

ary_dudulz on 28 Desember 2009 18:25 mengatakan...

:p: btw ada resep yang nyumy lg gak ??

Hijau Lumut on 28 Desember 2009 18:36 mengatakan...

Gurita bakar sepertinya lebih yummy, tik...
Slurp slurp.... :a:

:z:

Ellious Grinsant on 28 Desember 2009 18:40 mengatakan...

Eh sumpah lo, saya nggak ada ketertarikan sama buku gurita cikeas itu, entah kenapa. Sama halnya dengan buku gurita ini, saya lebih suka nonton aja beritanya. Coba buku ini diadaptasi ke film, pasti saya bakalan nonton, heheheh...

Laksamana Embun on 28 Desember 2009 19:29 mengatakan...

Tampaknya mslah ini akan lama terselesaikan. sampai tahun baru yang akan depan pasti blum slesai juga..

kakve_santi on 28 Desember 2009 19:52 mengatakan...

gurita baru ya...?
sayang saya gag pernah nonton tipi lagi, jadi gak update soal gurita - gurita yang lagi hot...

ajeng on 28 Desember 2009 20:14 mengatakan...

Memanfaatkan momen kayaknya.. Tapi beneran, resepnya keren Tik,yummy.. (kayak yg sudah mempraktekkan saja)

Kang Deni on 28 Desember 2009 20:26 mengatakan...

ini mah gurita cikeas ya neng mudah2an tidak seperti yang diberitakan, kalau pun benar mudah2an hukum kita benar2 adil :y:

ferdivolutions on 28 Desember 2009 20:40 mengatakan...

mari memasaaaak.... :p:

selamat makan.... :a:

aduh, kok sakit perut ya?! :f: :o:

NURA on 28 Desember 2009 20:47 mengatakan...

salam sobat
wah belum pernah makan gurita,,
memang enak ya,,kalau dibakar mba ITIK?
boleh deh kapan2 mencobanya.

tealovecoffee on 28 Desember 2009 20:48 mengatakan...

entah kenapa kok resepnya agak ga meyakinkan yah... :p: jgn2 karena itik yg nulis hehehe

tealovecoffee on 28 Desember 2009 20:49 mengatakan...

btw header ane ngeditnya pake Soto Pop...
Tapi kan header ente udah imut2, Tik... ^o^

indonesiahai on 28 Desember 2009 22:13 mengatakan...

gurita enaknya campur kepiting mbak..... :r:


tapi kalo gurita popok apalagi gurita cikeas kayaknya gak enak tuh buat hidangan malem taun baru.

stt.... saya nunggu berita gurita cikeas yang udah mateng aja, sekarang kan masih mentah dan banyak bumbu gossip :p:

Aditya's Blogsphere on 28 Desember 2009 22:26 mengatakan...

eits ga boleh jahat ma spuidwork ya....dia udah merana seumur hidup gara2 dua tetangga gilanya....sekarang kok malah di bakar hehehe

Kang Sugeng on 28 Desember 2009 22:53 mengatakan...

Saya percaya akan pepatah Jawa, 'becik ketitik, olo ketoro' siapa yg jahat, pda saatnya nanti pasti akan ketahuan juga, Tuhan tidak tidur kawan, dan dlm masalah gurita ini saya lebih memilih yg sudah dibakar dari pada bukunya yg kontroversial itu, heheee... yummy...

Harry Seenthings on 28 Desember 2009 23:45 mengatakan...

wow sungguh suatu gurita yang aneh ya.....hhhmmmm so sweet ntuh yang mereh bajune

anyin on 29 Desember 2009 00:30 mengatakan...

sependapat sama kang sugeng.. huhuhuhu


tapi emang sih, jadi pengen baca bukunya.

Astaga.com lifestyle on the net on 29 Desember 2009 02:07 mengatakan...

Yg bikin buku tentang gurita itu hebat marketing nya, pinter mencari sela disaat sedang hot kasus2 di indonesia, namun katanya isi dari buku aneh tersebut hanya cuplikan2 dari koran2 aja.. bener gak tuh tik? hehehhe.. sok serius.. hahaha

NanLimo Bertuah on 29 Desember 2009 02:47 mengatakan...

bakar...bakar.. :p:

Willyo Alsyah P. Isman on 29 Desember 2009 04:08 mengatakan...

asik tuh...buat menu mlm tahun baru...

Festival Museum Nusantara on 29 Desember 2009 07:55 mengatakan...

Gurita bakar? Geuleh aing mah!

Atik sayang Link on 29 Desember 2009 08:38 mengatakan...

nG nyangka yuahh ternyata da Blogger yg menyedikan resep tentang makan niwehhh waduuuh cucok tuh dengan ap yg aq tulis di well fb kyu,,Asyikkkkk..

lookj on 29 Desember 2009 09:26 mengatakan...

sekali lagi lookj tegaskan, saya gak nyangka anak gadis seumuran kamu ngomongin "Gurita Dari Cikeas", "UU ITE", wawwwww..wawwwww...kamu gak salah makan nak?salut deh.

Anggi Zahriyan on 29 Desember 2009 09:36 mengatakan...

jaman sekarang mbak.. sedikit2 pake UU... :g:

salam kenal :)

Itik Bali on 29 Desember 2009 11:22 mengatakan...

@ Om LookJ selalu gityu deh, bilang anka seumuran kamu..weeekksss...Om kan udah pernah tau saya pegimana..udah pernah ketemyu saya..

Linda Belle on 29 Desember 2009 11:27 mengatakan...

Tik
beneran kan itu guritanya gak pake ketek supir angkot?

Yolizz on 29 Desember 2009 12:42 mengatakan...

huaa.. diriku kagak ngerti dunia politik atopun hukum tik,, soo.. cuma mo bilang,, guritanya mauuu doonggg :a:

aaSlamDunk on 29 Desember 2009 12:50 mengatakan...

ahhh persetan dengan gurita cikeas!!!
upss (kata yg dipakai terlalu kasar kah?)
whatever lah, semoga semua kasus yg merugikan negara cepat terbongkar
dan kasus pidana tentang maling semangka, dan maling jagung janganlah dibesar besarkan, butuh kebijakan yang lebih lanjut!!

:n:

Sang Cerpenis bercerita on 29 Desember 2009 13:09 mengatakan...

he he he..gurita bakarnya cantik dong. tapi memang buku yg makin dilarang justru makin dicari ya. bukankah yg dilarang selalu menimbulkan keinginan utk melihatnya?

Kabar Kampus on 29 Desember 2009 20:14 mengatakan...

Ada yang kebakaran jenggot gara-gara GURITA..

Mawardi on 29 Desember 2009 23:40 mengatakan...

ass. memang semua harus ada aturannya biar gak bebas lepas kita kan hidup di alam manusia jadi kalau nggak di atur manusia pasti semaunya wong diatur aja semaunya. mari berfikir secara positif atas semua yang kita dengar dan lihat

reni on 30 Desember 2009 00:46 mengatakan...

Setelah selesai memasak... kan harusnya acara makan-2 to..? :p:

Penyo on 30 Desember 2009 02:27 mengatakan...

yealah... mantepp abis plesetannya mbak..
kirain cerita masalah gurita beneran.. he.he..
salam kenal mbak, dah lama bgt ga ke bali..
kangen ama ikan bakar di Lovina... ;)

Anonim mengatakan...

Kerennnn, blog nya bagus.......

Festival Museum Nusantara on 29 Januari 2010 15:15 mengatakan...

ijin baca ya tik

Nyubi on 31 Januari 2010 15:41 mengatakan...

berkunjung Tik

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010 on 31 Januari 2010 17:18 mengatakan...

sayang, hidangan gurita cikeas tidak seenak yang ditawarkan

Festival Museum Nusantara on 3 Februari 2010 11:04 mengatakan...

Aditjondro dan chef seksi ? hmmm

Health Spot on 4 Februari 2010 11:32 mengatakan...

great info

Festival Museum Nusantara on 5 Februari 2010 10:50 mengatakan...

kalo chefnya enak

Blogetarian on 9 Februari 2010 11:28 mengatakan...

plesetan, Tik?

rifai mengatakan...

:w:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon