
Ayam tetangga sebelah itu bernama Jenifer.
Bulunya hitam legam, mengkilat, dan lebat, paruh dan kakinya berwarna kuning.
Cakep sih, bahkan paruhnya yang berwarna kuning itu, menurut pemiliknya identik dengan bibir Angelina Jolie yang seksi dan menggoda.
Lagian Jenifer cukup populer di kalangan ayam jago di kompleks, tiap hari ada aja ayam jago yang ngantre buat giliran kencan sama dia.
Tiap hari Jenifer kegenitan, kerjaannya petak petok ribut minta ampun ngeperin ayam-ayam jantan, mentang-mentang ngerasa seksi, ngerasa kecakepan..huh!!!
Apalagi kalo lagi birahi, tambah keras suaranya memanggil dengan suara menggoda ke ayam-ayam jago, sambil geal-geol goyang ala Julia Perez mengibaskan ekornya, membuat para ayam yang sedari tadi ngiler jadi tambah ngiler buat ngejar-ngejar .
Saya cemburu?? Ihhh nggak banget deh!!…nggak level gitu loh!!
Walaupun gak banyak itik jantan yang dateng ke tempat saya, tapi buat iri sama Jenifer……….jauhhh!! dia bukan kelas saya *mirip ekspresi Chaterine Wilson*
Yang paling ngeselin, setiap siang, setelah ribut petak petok mengganggu tidur siang saya trus melakukan ritual proses reproduksi dilanjutkan dengan buang hajat sembarangan. Yang menjadi masalah lagi, teras rumah saya yang selalu dijadikan ajang buang eeknya dengan tidak ayamsiawi.
Setiap kali di sapu dan dipel pagi hari, siang pasti sudah ada eek Jenifer bertebaran diteras rumah.
Kejadian ini tak boleh dibiarkan berlama-lama, harus ada tindakan tegas.
Biar gak seenaknya.
Aksi balas dendampun disusun. Sebagai seorang anggota Charlie’s Ganjels saya harus smart dalam bertindak..sekali lagi smart sodara-sodara bukan smash *lho??*
Dalam otak Ganjel’s I saya sudah tersusun begitu banyak rencana :
1. Plan A :
Membuat surat peringatan untuk Jenifer yang ditempel di gerbang pintu Rumah, agar dia tidak buang hajat sembarangan apalagi diteras rumah saya. Tapi kemudian saya sadar kalo Jennifer gak bisa baca, maklum ia gak pernah makan bangku sekolahan, yang dia makan hanya bekatul dan gabah saja.
Plan A terpaksa batal.
2. Plan B :
Melayangkan somasi kepada pemilik Jenifer, agar membuatkan WC khusus untuknya. Namun terjadi halangan yang tidak diperhitungkan dalam menjalankan Plan B ini, saat saya mengetik surat SOMASI, keybord computer saya lagi errrrorrr (tuh kan rrrrnya banyak??) sehingga yang saya ketik keliru surat SIOMAY SI, akibatnya malah saya diantar siomay sepiring.
Plan B pun gagal…
3. Plan C :
Menyiapkan Golok, merebus air buat nyabutin bulu jenifer dan membuat ayam panggang bumbu rujak resep dari mbok Belek. Untuk menghilang jejak, bulu dan cakarnya dikubur di belakang rumah, sementara untuk menghilangkan kecurigaan dari pemiliknya dari raibnya ayam kebanggaan secara misterius, ayam yang sudah panggang itu sebagian diantar sebagai balas jasa atas hantaran siomay sebelumnya.
Tapi kemudian lagi-lagi saya sadar bahwa itu tindakan kriminal yang sangat licik dan kejam.
Saya adalah Itik Bali , Bukan Rian si Tukang jagal dari Jombang.
Saya bukan pembunuh berdarah dingin, tapi saya seorang Blogger.
Plan C terpaksa di urungkan.
4. Plan D :
Rencana balas dendam yang sangat sempurna dan strategic, dengan tingkat kematangan yang pas. Ember air bekas air pel eek Jenifer gak saya buang tapi dicampur air bekas cucian piring, minyak angin, kecap, saos cabe, jelantah minyak goreng dan racun serangga...
Begitu mendengar suara petak-petok Jenifer di luar rumah saya mulai mengendap-endap dan menunggu saat yang tepat untuk menjalankan aksi balas dendam.
Sebelum memasuki pekarangan rumah…
Byurrrrr.... Ramuan air yahud itu mengagetkannya
Jenifer rupanya shock berat !!! Ayam sok genit itu suaranya langsung mengkeret lari pontang-panting menyelamatkan diri dari tindakan brutal yang bakalan terjadi selanjutnya.
Dan saya masuk ke rumah dengan senyum kemenangan yang lebar…………………






















