Minggu, 03 Januari 2010

Kambing Jantan The Movie ( bukan Review Film lho)

Klik Gambarnya untuk melihat besarnya

Kemarin, hari Jum’at tanggal 1 Januari 2010, tepat menyambut acara tahun baru 2010 di SCTV di puter untuk pertama kalinya di layar kaca Film “Kambing Jantan The Movie” nya Raditya Dika.

Melihat tayangan ulang film tersebut di televisi saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu, saat pertama kali film tersebut di putar di bioskop di 21 Kuta Galeria. Saya, Jusi, Bella, Mega, Gustari dan Dayu, rela untuk tak jajan bakso hingga beberapa kali demi mengumpulkan rupiah per rupiah untuk membeli tiket plus plus plus (plus makan, plus jajan, plus ongkos jalan he..he) buat film seorang Raditya Dika, sang Idola.

Sayapun akhirnya bisa juga menikmati Film Kambing Jantan The Movie itu, meski mencari tiketnya pun harus antre beberapa saat. Detik-demi detik saya lalui, menit demi menit saya nikmati, adegan demi adegan terlewat. Saya menahan nafas, sambil berpikir : Kok ternyata gini ya filmnya?

Hingga hampir 1 jam lebih film Kambing Jantan The Movie itu berakhir, namun saya tak juga menemui adegan panas dan syur seperti yang saya bayangkan saat pertama kali muncul keinginan nonton Film ini. Lucu, kocak, gila dan seru sama seperti buku-bukunya Radith. Semua adegan berjalan pelan, lurus-lurus saja dan normal-normal saja.

Usai menonton Film tersebut, temen-temen saya bertanya tentang kesan-kesannya (kesan-kesan? Hii gaya bahasanya jadul abisss) sehabis nonton film Kambing Jantan The Movie tersebut :

Jusi : Bagus Filmnya, ada Edic Chandra

Bella : Yah lumayan, meski ruangannya gelap *emang ada gedung bioskop yang terang benderang saat film diputar ya? *

Gustari : Bangkunya Bagus

Mega : Penjaganya ganteng

Dayu : Huaaahhhemm enak banget abis bangun tidur..

Saya sendiri : Gila…Cool abis!! AC-nya dingiiiiin banget !!

Semua jawabannya pada oot dan engga nyambung.

Namun tak ada satupun yang mau mengatakan dengan terus terang bahwa film itu totally GAK BAGUS. Paling tidak, gak sesuai dengan apa yang kita harapkan kita bakalan tertawa terpingkal-pingkal seperti saat kita baca buku-buku karya Raditya Dika yang kocak abis.

Entah karena kita emang sedang menghibur diri-sendiri karena rela menguburkan beberapa keinginan demi sebuah harapan yang ternyata tak sesuai atau sebenarnya kita (termasuk saya) sungguh tak rela bila Raditya Dika filmnya dibilang Gak Bagus.

Asli, kita semua gak tega dan gak rela kalo Raditya Dika gak sesuai dengan keinginan kita sebagai idola,meski itu hanya dalam hati saja. Karena kita selama ini sayang sama Radith dan menjadikan ikon sebagai remaja yang konyol, lucu dan pinter

Kadang saya sering banget mengkultuskan seseorang dengan sebuah cap.

Misalnya, si Cepot itu baik lho, dia suka minjemin saya duit, gak dibalikin duitnya juga gak apa-apa atau si cecurut itu jahat lho, hobby banget ngupil di jalan udah gitu dilempar upilnya ke orang lain.

Ketika suatu saat si Cepot melakukan kesalahan atau berbuat engga baik, saya kadang tetap aja menganggapnya baik dengan mengadakan penyangkalan-penyangkalan terhadap diri sendiri : “ Ah gak mungkin Cepot itu jahat, dia kan orang baik.”

Atau si cecurut itu berbuat baik pada saya, saya lebih sering berprasangka buruk : “ Ah, paling-paling ada maunya, tumben-tumben dia mau nolong.”

Padahal, saya, Cepot, Cecurut, Raditya Dika atau siapapun adalah manusia biasa juga yang punya sisi baik dan buruk, kadang bisa membuat suatu karya yang bagus, yang sukses namun kadang tak semua karya kita bagus, diterima dan dapat membahagiakan orang banyak.

Demikian juga sebaliknya, orang yang biasanya menulis karya porno, murahan, sembarangan tak selamanya karyanya jelek. Merekapun bisa menghasilkan karya yang bagus dan spektakuler.

Don’t Judge someone when we never know them very well..

Semua itu sangat wajar, manusiawi dan bisa saja terjadi…

Namun, ada yang saya suka banget menjelang akhir Film Kambing Jantan The Movie, saat Raditya Dika nekat terbang dari Adelaide ke Jakarta demi menemui si Kebo. Ada suatu kalimat yang menurut saya biasa aja, namun dalem banget :

TANPA KAMU, AKU BERANTAKAN……

Dan itulah salah satu sisi bagus yang mampu saya tangkap di sebuah ending Film. Sisi Romantis dari seorang Raditya Dika





.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



50 comments:

Andry Sianipar on 3 Januari 2010 11:49 mengatakan...

Hi Itik Bali-
Its nice to came back to your blog....
Ive done with my Homework...
Please visit me :
www.andrysianipar.com


TANPA KAMU, AKU BERANTAKAN……!!!!

Jimox on 3 Januari 2010 12:00 mengatakan...

untung aku nggak nonton. jadi bukan termasuk "penonton kecewa" hahaha....

selamat tahun baru ya non... :)

munir ardi on 3 Januari 2010 12:11 mengatakan...

wah ketinggalan nih nggak nonton kemarin

munir ardi on 3 Januari 2010 12:12 mengatakan...

terimakasih neng udah pasang LINK saya

TamaGO on 3 Januari 2010 14:02 mengatakan...

duh kapan Avatar masuk galeriaaaa!!! *komen oot*

Riesta Emy Susanti on 3 Januari 2010 14:42 mengatakan...

waaaa,,,jadi inget pas nonton pilem ini dulu...tapi nonton dmana ya????hahahhaha

Vicky Laurentina on 3 Januari 2010 14:52 mengatakan...

Agak susah ya, kalau sudah bertahun-tahun seseorang dibilang lucu, tiba-tiba ternyata di bidang lain dia nggak lucu-lucu amat.

Saya rasa justru di situlah kita mesti belajar bahwa Dika adalah manusia biasa, bukan pelawak.

anna fardiana on 3 Januari 2010 14:57 mengatakan...

itik, tulisan kamu bener makin bagus..biarpun pake gaya becanda, tapi ada nilai yang mau kamu kasih ke pembaca.. don't jugde someone when we never know them very well..

bagus..
tapi emang kok, menurutku tuh film garing banget... :p

suwung on 3 Januari 2010 15:04 mengatakan...

bukanya dah lama bos?

brinet on 3 Januari 2010 15:10 mengatakan...

pilem bulan beraa ya?

Blogger Terpanas on 3 Januari 2010 15:11 mengatakan...

nggak nonton aku, mo koment apa ya?
salam kenal aja ya.....:a:

Aulawi Ahmad on 3 Januari 2010 16:46 mengatakan...

tulisanmu ini ada kekecewaan dan ada pembelaan, kecewa karena tidak sesuai keinginan, pembelaan karena ada kebijaksanaan dari hatimu :)

Seti@wan Dirgant@Ra on 3 Januari 2010 16:59 mengatakan...

Untung aku nggak nonton deh....
Tanpa atau ada kamu cak ayu... Aku emang berantakan dari sosnonya.
wakakakakakaaka...

Henny Y.Wijaya on 3 Januari 2010 18:07 mengatakan...

aku sendiri belum pernah nonton film itu.tapi kalo sampai itik bali bilang ga lucu, aku percaya kalo film itu benar-benar ga lucu *jadi males nonton nih*

kesehaRian Ra-Kun on 3 Januari 2010 18:35 mengatakan...

:w:

jhoni on 3 Januari 2010 18:43 mengatakan...

iya ya yu.............saya juga nonton pilmnya tapi gimana gitu............terlalu datar dan gak ada naik turunnya!?!!?!

yah cuma sekedar aja kayaknya!!!

elyas on 3 Januari 2010 20:00 mengatakan...

menurutku film kambing jantan lumayan menghibur
walau gak se kocak bukunya Raditya Dika

anak nelayan on 3 Januari 2010 20:01 mengatakan...

selamat tahun baru yaa itik

Laksamana Embun on 3 Januari 2010 20:05 mengatakan...

Berhubung ga ada Nonton jadi ga bisa lihat endingnya..

Tapi Kata2 Ending trsebut memang benar.. Aku berantakan tanpa Neng Itik apalagi ketika Diriku berganti penampilan, Mohon berikan sdikit pendapat buat penampilan baru Laksamana Embun...

Andie on 3 Januari 2010 20:53 mengatakan...

BBENER BANGET!!
bagi aku, menidng baca novelnya dah daripada nonton pilemnya. ehehhee.

dan emang, adegan yang kamu berantakan iu emang adegan yang tragis. aku terharu banget pas adegan itu. hehehe.

Newsoul on 3 Januari 2010 21:16 mengatakan...

Hehehe. Ternyata Itik penggagum berat si kambing jantan, Raditya Dika ya. Film sering melenceng dari bukunya. Tapi tetap saya gak bisa koment, saoalnya belum baca bukunya, apalagi nonton filmnya. Thanks sharenya tik.

Clara on 3 Januari 2010 21:39 mengatakan...

aku belum nonton filmnya
hihi untung deh
jadi ga gitu kecewa

Rumah Ide dan Cerita on 3 Januari 2010 22:34 mengatakan...

Wah saya juga kemarin sempet nonton tuh di tv (tapi pas bagian akhirnya doang). Soalnya baru ngeh itu film kambing jantan pas mo udahan.
Dari ulasan ini saya jadi bertanya tanya kamu puas gak ama tuh film sebenernya.
Btw met tahun baru ya !

anyin on 3 Januari 2010 22:42 mengatakan...

aku sih balik lagi ke aslinya radith, dia mungkin emang lucu secara tulisan.. tapi orang-orng yg pernah ketemu sama dia biasanya bilang kalo dia itu orangnya serius dan pendiem... jadi mungkin karena itu kali ya dek..

beteweeee.... udah bisa ngedit nih sekarang :g:
ayo belajar banyaaakkk ;)

Yolizz on 3 Januari 2010 22:43 mengatakan...

aaarrgghhh!! itik aku malah ga suka adegan dan kalimat yang itu!! gombal abiiss!! terbukti dengan satu kalimat itu dia langsung dimaafin ma kebo kan yah?! kemakan deh kebo ma gombalan,, hahaha...

aku juga ga suka sama filmnya,, kecewa abiiss euy!!

Reni on 3 Januari 2010 22:54 mengatakan...

Aku pernah baca bukunya... tapi gak tertarik nonton filmnya... 'coz aku gak suka nonton film.

Mr, Kem on 3 Januari 2010 23:14 mengatakan...

dingiiinnn

TECHNOLOGY on 4 Januari 2010 02:24 mengatakan...

bagus,terima kasih atas informasinya semoga tambah manfaat bagi pembacanya. terimakasih......!!!! nice nie longer need to be developed .......!!!! thanks for the info and information.my blog Ponsel and Laptop

lovepassword on 4 Januari 2010 05:58 mengatakan...

Yang salah Radith apa penerjemahnya ? Maksudku yang menerjemahkan menjadi film ??

Zippy on 4 Januari 2010 10:22 mengatakan...

Hmmm, ia sih, kalo gue liat mah filmnya gak terlalu "hot"...
Kurang gokil, hehehe...
Tapi ada sih makna yang bisa kita petik...
Gak bisa memaksakan kehendak kita untuk kepentingan diri sendiri...

ratna wulandari on 4 Januari 2010 11:31 mengatakan...

tik..aku mau nonton film mu aja dey ntr..

btw..mas2nya itu ganteng yaa..boleh tu di kenalin ma akuw, hehee

aaSlamDunk on 4 Januari 2010 11:58 mengatakan...

wah kok sama ya tik?
tanpamu aku berantakan!!

whatever lah, makan dulu :p:

Lina on 4 Januari 2010 12:33 mengatakan...

Setuju, itik. Nggak bisa menilai orang dari satu aspek saja. bukunya emang lucu abis. filmnya belum nonton euy. tapi biasanya memang gitu ya, resiko jika memfilmkan sebuah buku.

Dofollow PR4 on 4 Januari 2010 12:55 mengatakan...

kita liat mana bagus buku dibanding pelem

-Gek- on 4 Januari 2010 17:12 mengatakan...

Setuju banget sama sisi romantisnya si Dika.. :)

Aku malah belum nonton, belum baca.. hih.. bete ah. :t:

GhempHoL on 4 Januari 2010 17:26 mengatakan...

Hi, Itik...hihihi...
Ternyata kita senasib.....Gw juga sydah begitu menggebu-gebunya nonton Film itu sampe bawa nyokap dan ade gw nonton dengan janji...filmnya pasti lucu banget deh... Eh tapi pas nonton kok....gak sesuai dengan harapan yah..... Akhirnya gw berpikir itu karena gw yang berekspektasi(Inglis: Indonesia-english hihihihi....) lebih... Jadi marilah kita berdoa dan berteriak kepada Dika supaya film berikutnya harus lebih baik.....(*sambil bawa tongkat)ANyway salam kenal yah...

MELLY on 4 Januari 2010 17:49 mengatakan...

filemnya kata itik ga bagus ya, ywdah deh ku ga jadi aja nonton.

buat beli bakso beneran aja duitnya, hehe

Aniz Azhar Roy on 4 Januari 2010 19:02 mengatakan...

hahaahhahaha....
lok ak malah gak sengaja nontonya...
waktu tu pada bwa film ke rumah....e trnyata film itu....
tapi sru juga...
hahha

Ayas Tasli Wiguna on 4 Januari 2010 22:37 mengatakan...

kamu tanpa aku... berewokan!

REYGHA's mum on 5 Januari 2010 09:16 mengatakan...

Wah pasti kecewa banget tuh...seperti mau kemana udah direncanain jauh jauh hari ternyata ngga jadi ih bete...

Laston M Nainggolan on 5 Januari 2010 13:05 mengatakan...

Itik bali makin smart aj ya. terislah berkarya tulis dek.. met taon bari ya..

Noor's blog on 5 Januari 2010 14:09 mengatakan...

Wah..komen abis nonton emang pada ngga nyambung, lagi pada sarap kali ya..!? he..he. Emang bener non, kebanyakan film hasil adaptasi dari novel kadang kurang sip...lebih seru baca bukunya daripada filmnya...

Anonim mengatakan...

:y:

Anonim mengatakan...

film aneh....
aku g suka peran si Dika....
ga jelas....

Anonim mengatakan...

benar2 ga jelas....http://i306.photobucket.com/albums/nn252/cebong_ipit/ALL%20EMOTICON/fun%20girl/funny-girl-emo-015.gif

Bobby Setyawan on 8 Januari 2010 23:30 mengatakan...

kalo film ini aq punya softcopynya di laptop ...jadi klo aq lagi males update si sektor biru, aq liat nih pelm.... jret...jret...jret...blog aq terupdate....hehe

FaHLiVie aReA... on 15 Januari 2010 17:40 mengatakan...

Di bilang garing,,, Ga garing2 amat,, hehehe,,,
Tapi di bilang buruk,, ga buruk2 amat :f: Tapi cerita na lumayan datar lah,,, Sbnar na inti cerita na bukan tuk menghibur,,, tapi lebih pada nilai moral,,, Bagai mana kita harus belajar menjadi diri kita sendiri,,, Bukti na Dika jauh2 kuliah ke Adelaide coz proyek ortu,, bukan keinginan pribadi na yang mo bljr marketing,,,

Kalo dia pengen di marketing pasti aja dia bisa sukses kuliah na,, hehehe,,,

N slain it management waktu antara kulaih dg pacaran,, hehehe,,, Itik blum kuliah kan,,, Jadi ga tau rasa na hrs meng handle antara kul n pcrn,,, Biar ga keteteran,, Juga planning uang na,, Hahaha,, Kalo ga bisa planning pasti bangkrut di akhir bulan :g:

Bedroom Furniture on 16 Januari 2010 02:23 mengatakan...

That article is new for me I enjoyed a lot when I read that article. I get much new information from this site that’s why I want next visit very soon. So please keep posting me.

nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular on 25 Januari 2010 12:53 mengatakan...

artikel yang bagus sobat. dukung kami yah di kontes SEO...nowGoogle.com adalah Multiple Search Engine Popular yah...sukses selalu buat sobat

Festival Museum Nusantara on 5 Februari 2010 10:53 mengatakan...

kambing apa itik?

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon