Senin, 20 September 2010

Ibu, Makan dan Alasan Poligami

Ibu, Makan dan Alasan Poligami

Maaf sebelumnya saya jarang update blog dan BW, maklum saya lagi terserang penyakit parah, penyakit kambuhan, kronis, menahun, susah sembuhnya dan susah nyari obatnya : M.A.L.A.S. he..he

Ngeningwe, saya hanya ingin sekedar menulis saja. Sedikit diantara hari-hari lebih dari hampir 16 tahun saya bersamanya. Beberapa hari terakhir ini saya hobby mengamati gaya makan Ibu.

Sebenernya bukan beberapa hari terakhir saja sih, tapi sejak dulu dan hampir setiap saat saya selalu melihat ibu melakukan hal-hal kaya begini :

Ibu selalu makan paling belakangan.

Meski bangunnya paling duluan, masak, menyiapkan makan dan segala keperluan, tapi ibu tak pernah menyentuh makanan duluan sebelum kami bertiga, Ayah, saya dan adek selesai makan.

Kalo ditanya, "kenapa ngga maem Bu?"

Maka alesannya selalu bilang, " Nanti aja, kamu aja duluan, ibu masih kenyang !"

Padahal, setiap mengambil makan belakangan ibu selalu beresiko kehabisan makanan atau lauk, dapet jatah makanan paling sedikit dan beres-beres meja makan dari semua makanan sisa dan perabotan makan kotor.

Ibu hobby memberikan jatah makanannya

Kadang saat ibu lagi pengin gak masak atau gak sempet masak, ibu biasanya beli lauk atau nasi di warung.

Masing-masing udah dapet jatah sendiri-sendiri. Tapi lagi-lagi dasar kami bertiga, Ayah, saya dan adek suka rakus, masih saja kelaparan meski jatah kami sudah habis.

Adek saya yang selalu memasang muka memelas sambil ekting pegang perutnya sambil mengatakan, " Bu, adek masih laper"

Maka ibu dengan ringan menjawab, " Ya makan aja nasinya ibu"

Lalu kita pura-pura sok care balik nanya, " Lha nanti ibu maem apa dong?"

" Ahhh gampang.." Jawab ibu gak kalah sok jago dan sok kuat..

Padahal sehabis itu ibu gak makan dan menunda makannya sampai waktu makan berikutnya.


Ibu selalu "gak tega" membiarkan makanan sisa terbuang

Kadang kita ngga selalu bisa menghabiskan makanan, terutama saya dan adek. Apalagi kalo lauknya gak cocok atau kondisi tubuh lagi gak enak alias sakit.

Sejak kecil, meski makanan sudah dingin, meski dilidah saya sudah ngga enak rasanya, meski sudah sisa kita makan dipiring ibu selalu berusaha menghabiskan makanan sisa kami (kecuali jika makanan sudah basi, pastilah di buang tentunya).Katanya,

" Sayang buang-buang makanan, gak baik dibiarkan mubazir!"

" Tapi kan sudah gak enak bu!"

" Lebih gak enak kalo ngga ada makanan, ngga punya makanan. Masih untung gak kelaparan"

Dan saya tahu betul resikonya akibat hobbynya itu. Kini berat badan Ibu naik 2 kali lipat dibanding sewaktu ibu semasa masih gadis.

Tapi dengan PDnya ibu selalu bilang bahwa Ibu masihlah makhluk Tuhan yang paling sexy. Tentunya di mata ayah saya dong.

Semoga terus begitu ya Bu...Aamiin

Gila aja jika kemudian ada lelaki yang
menjadikan alasan pembenaran untuk selingkuh atau melakukan poligami hanya karena dimatanya istrinya gak cantik lagi, gak langsing lagi, gak menarik lagi, gak bisa menjaga body, gak bisa menyenangkan suami setelah bertahun-tahun mendampinginya dalam suka dan duka.

Ironisnya lagi, bila ada sesama perempuan justru ikutan menyalahkan dengan mengatakan, "Salah sendiri, kenapa punya suami gak dijaga!!!"




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010

.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



48 comments:

rawins on 20 September 2010 11:02 mengatakan...

haaaa sama kayak istriku. ga cuma di rumah. kalo pas jajan bakso misalnya, ga pernah mau makan sendiri. biarpun aku sudah kenyang pokoknya tetap pesan dua porsi. alasanya sih malu kalo sengaja nambah semangkok lalgi. kalo ngabisin jatahku kan ga malu, daripada mubazir...

BabyBeluga on 20 September 2010 11:04 mengatakan...

Iya bener, sebagai ibu dan istri, yah aku selalu mempriotitaskan anak dan suami.

luphitaza on 20 September 2010 11:04 mengatakan...

hihihi pertamax hehehehe....
betul itu itik... setuju...
HIDUP WANITA!!!!
hahahahaha:v: :v: :v:

ureh on 20 September 2010 12:40 mengatakan...

aduh..banyak yg konta poligami ya?padahal saya penginnya punya istri 2, kan mantap tuh :b:

-Gek- on 20 September 2010 13:18 mengatakan...

makanya, kalo poligami dianggap wajar, kenapa poliandri dianggap tak wajar?

Hmm.. Ibu memang selalu menjadi yang Terbaik sedududunia. :f:

the others... on 20 September 2010 13:29 mengatakan...

jadi trenyuh Tik aku baca tulisanmu yang ini....
padahal kamu nulisnya masih dengan gayamu yg semaumu itu.. tapi tetap aja aku trenyuh bacanya...

NanLimo Bertuah on 20 September 2010 13:29 mengatakan...

tiada kata mendua.... :b:

Fajar on 20 September 2010 14:39 mengatakan...

Begitu mulianya perempuan...tik....bersyukurlah dan berbaktilah kepada Sang Bunda..mumpung Sang Bunda masih berada disampingmu.....waduh..kok sok alim nih....he..he..

Zan Insurgent on 20 September 2010 15:34 mengatakan...

kalo saya sih pengennya punya istri tiga,kalo bisa juga beda2 ada yg langsing ada yg kurus ada yg ndut juga wkwkwk :w: ....kabur_________:z:

rizkimufty on 20 September 2010 15:43 mengatakan...

ibu ku memang suka mendahulukan makan, tapi sering ngelarang aku makan banyak.... :c:

yasuyassyash on 20 September 2010 20:27 mengatakan...

sedih deh bacanya. nanti gw kalo jadi ibu2 kaya gitu ga ya? hmm..

Ina on 20 September 2010 21:00 mengatakan...

Itik aku bersyukur punya ayah juara, dia memang bukan milyuner, dia juga tidak romantis, dia juga bukan orang yang ekspresif, tapi dia ayah yang setia, setia pada istrinya, setia pada anaknya. Dia selalu ada untuk kami yang semuanya wanita. hidup bersama dengannya aku merasa diayomi, dilindungi...jadi istilah "come to papa" itu kuyakini kebenarannya. Hingga ajal memanggilnya. Makanya aku sampai heran ada seorang suami yang sebelumnya berpacaran sejak SMP sebelum menikah menceraikan istrinya karena tergoda wanita lain? menurutku perempuan mau jadi wanita kedua kalo ngga matre, ya bodoh.

Meutia Halida Khairani on 20 September 2010 21:32 mengatakan...

jadi kangen mama yg jauh disana. teringat pagi2 udah bikin nasi goreng terus kita yg habisin. alasannya karena nasi putih lebih sehat. hiks, mamaaaa...

marsudiyanto on 20 September 2010 21:49 mengatakan...

Berarti saya ini suami yang baik, karena nggak poligami...

secangkir teh dan sekerat roti on 20 September 2010 22:31 mengatakan...

cukup nsuk juga lo...!

Cahya on 21 September 2010 09:38 mengatakan...

Dan ternyata yang gila itu benar-benar ada. Ah, itulah dunia.

mocca_chi on 21 September 2010 13:15 mengatakan...

wekekeek... sleingkuh itu banyak alasannya yu,bukan bukan sekedar ga cantik atau ga dijaga. tapi salah satu alasannya ya emang ga cantik n ga dijaga :w:

Cannes apartments rentals on 21 September 2010 19:21 mengatakan...

Dia selalu ada untuk kami yang semuanya wanita. hidup bersama dengannya aku merasa diayomi, dilindungi...jadi istilah "come to papa" itu kuyakini kebenarannya.

Mood on 21 September 2010 21:30 mengatakan...

Sungguh ibu yang baik hati dan sangat perhatian ya, moga ibunya sehat selalu dan makin cantik aja. Biar bapak makin cinta sama ibu. Ha ha. Salam saya.. .

hermantan on 21 September 2010 21:44 mengatakan...

Iya bener, sebagai ibu dan istri, yah aku selalu mempriotitaskan anak dan suami.

nindaaaa on 21 September 2010 23:36 mengatakan...

pahit ironis ya dekkk

Agè¸ém on 22 September 2010 12:19 mengatakan...

:a:
Sama dong sama ibu kamu,..

Cerita Inspirasi on 22 September 2010 13:20 mengatakan...

ibu memang sosok yang luar biasa.. ^^

acacicu on 22 September 2010 18:08 mengatakan...

Ibu yang ramah lingkungan,,kreatif dengan sisa makanan..Salam sungkem buat ibunya mbak;

muinr ardi on 22 September 2010 21:06 mengatakan...

kalau anaknya seperti neng itik maka pasti ibunya adalah wanita yang luar biasa , wah kambuh lagi sakitnya neng, yang bisa nyembuhkan siapa nih

anak nelayan on 23 September 2010 01:11 mengatakan...

rumput tetangga kadang kelihatan lebih hijau..hehehe

Nirmana on 23 September 2010 05:12 mengatakan...

negatif sense dari perempuan kok gitu ya tik??

julicavero on 23 September 2010 08:30 mengatakan...

menjadi seorang ibu ga mudah butuh mental yg kuat juga ternyata, apalagi mempunyai anak yg banyak trus bawel, susah diatur...waduh..kasihan tu ibu...seharusnya memang cow2 kalo dah py istri sayangi istrinya ya.hehehe.

Yolizz on 23 September 2010 16:14 mengatakan...

aku sebel banget pasti kalo ada perempuan yang bilang: "Salah sendiri, kenapa punya suami gak dijaga!!!" pengen tak cakar rasanya, hahahaha.... *sadis* :p

btw, ibu kamu sama kebiasaannya dengan mamaku, selalu makan paling belakangan dan jatahnya juga suka diambil ama adekku :D

diriku on 24 September 2010 06:14 mengatakan...

sayang ibu =]

volver on 24 September 2010 09:24 mengatakan...

wah ibu jadi panutan kamu yah, sip sip.
eh aku buka tipe cowo yang suka poligami dan selingkuh lo ya hehe

julicavero on 24 September 2010 12:00 mengatakan...

ditunggu update-annya..hehe

dina on 24 September 2010 12:10 mengatakan...

Kunjungan perdana, salam kenL :V:

KejJu on 24 September 2010 12:11 mengatakan...

Wuah...ibu memang luar biasa :')

Aulawi Ahmad on 24 September 2010 12:58 mengatakan...

ibu memang tiada duanya, soal selingkuh semua terjadi karena ada kesempatan :)

fasha comeback again on 24 September 2010 15:06 mengatakan...

ya sama2 ;)
oya follow twitter aku juga ya ;)
@FashaCadaz

NURA on 24 September 2010 16:12 mengatakan...

salam sobat
wah , masa istri tidak bisa jaga suami ya,,yang benar suami dan istri sama2 menjaga biar adil.
walau telat minal aidin walfaidzin mba.

Zippy on 24 September 2010 17:59 mengatakan...

Huh..moga aja selalu sexy yah ibunya :D
Tapi emang deh, lelaki sekarang suka meninggalkan istrinya kalo tak lagi cantik dan sexy.
*moga saya gak termasuk :D

distro baju anak on 27 September 2010 13:17 mengatakan...

Abis baca artikel ini aku jd pengen telpon my mom and say I love u mom!!! karena beliau exactly percis kayak cerita ini..lha kok skrg nular ke akyu ya...

PutrAtjeh on 27 September 2010 22:26 mengatakan...

kawan saya bilang kaum ibu ibarat tong sampah, eit..jgn emosi dulu he..he.., ceritanya gini.. IBU kalau lagi nyuapin anaknya, sisanya kebanyakan IBU2 gak di buang alasan mubazir persis seperti cerita diatas malah IBU yang bantu habisin sisa makanannya. I love U IBU...semoga IBU mendapatkan tempat yang baik di sisiNYA, amiiin.

ntiems on 28 September 2010 14:00 mengatakan...

aku suka catatan terakhirnya tik...

hasan on 29 September 2010 11:40 mengatakan...

selagi diperbolehkan syareat,.
mengapa tdk??
hhe

Laston M Nainggolan on 29 September 2010 22:00 mengatakan...

alasan apapun untuk poligami tidak bisa diterima... sama sekali tidak bisa...

pasang iklan tanpa daftar on 30 September 2010 16:58 mengatakan...

nice artikelnya

asop on 4 Oktober 2010 17:37 mengatakan...

Ibu yang "terlalu" baik.
Padahal, harusnya kedua orang tua dulu yang ngambil makanan, baru anak-anaknya. Gak boleh Ibu yang terakhir. Ayah dulu, ibu, baru anak-anak. Masa' yang masak makanan dapet giliran terakhir? :(

Anonim mengatakan...

itik mau jadi ibu dari anak2 saya :n:

tobytall on 9 Oktober 2010 10:52 mengatakan...

pernah baca dalam suara yang lain (carol giligan) - karakter perempuan emang kayak gitu, menurut dia. makanya perempuan itu dibilang penjaga kehidupan :p
*tapi aku suka sebel tuh, kalau ibuku nyuruh2 kami anak2nya makan bagian ibuku*

Yohan Wibisono on 14 Oktober 2010 12:50 mengatakan...

Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon