Sabtu, 30 Januari 2010

Hitam Putih Sinetron Indonesia

Beberapa waktu yang lalu saya pernah baca postingan mbak Kuya tentang drama Korea Brilliant Legacy. Saya sangat suka Drama Korea yang dibintangi oleh : Lee Seung Ki dan Han Hyo Joo.

Hampir tiap sore saya tak pernah melewatkan tayangannya di Indosiar.


Jalan ceritanya sih sebenernya gak jauh beda sama sinetron-sinetron Indonesia. Penuh intrik, konflik, ada tokoh jahat dan tokoh baik dan sedikit bermimpi-mimpi juga. Tapi karena penggarapannya yang (menurut saya) begitu bagus, sehingga menjadi tak mirip sama sekali dengan sinetron Indonesia.


Sinetron Indonesia mungkin banyak penggemarnya, namun sayangnya, belum membuat saya teradiksi dengan jalan ceritanya yang suka dilebih-lebihkan itu. Belum membuat saya punya rasa :kalo gak nonton satu episode saja, rasanya sungguh sayang.


Maafkan diriku para sineas Indonesia, bukannya aku tak mencintai hasil karyamu, tapi kadang bosen banget dengan cerita yang dipanjang-panjangin.
Sedikit catatan dari saya yang dudul ini tentang sinetron Indonesia ..

1. Suka mengupgrade umur

Mending computer yang di upgrade specnya, ini anak SMA dipoles jadi orang udah bekerja atau ibu rumah tangga dengan 2 anak atau anak SD jadi anak SMA. Kenapa sih? Apa gak ada pemain yang pas mewakili usianya?

2. Dandanan suka ngga mecing


Perannya jadi orang desa, orang miskin atau pengemis tapi rambutnya dicat, kulitnya putih bersih halus mulus laler meclok kepleset. Bajunya suka dibuat ga mecing, tapi tetep aja pake baju bagus dan bersih.


3. Suka gak masuk akal


Di setiap sinetron atau film Indonesia sekalipun, lagi marah-marah, ngusir orang, kok ndilalah selalu pas hujan deres banget. Petir menyambar-nyambar dan herannya yang diusir itu tetep aja berjalan gak nyari tempat berteduh, padahal dipinggir jalan banyak tempat berteduh.


4. Kejahatan Abadi


Yang jahat itu jahat terus, bibirnya sampe menyor dibelakang yang dijahati. Yang baik jadi baik terus. Kata-kata dalam hati selalu divisualisasikan dengan kata-kata bukan dengan sekedar ekspresi dan music latar


5. Panjang Episode menurut Rating


Kalo Ratingnya bagus, dibuat sampe seratus session dengan beratus episode hingga akhirnya penonton bosen dan akhirnya rating turun, diselesaikan dengan kematian tokoh jahat. Kenapa ya? Engga dibuat kaya Drama Asia, ada usainya jalan cerita beberapa episode dan akhirnya kita kangen lagi nonton sampe berulang-ulang


6……………………………..*tolong tambahin donk*


halah ini postingan opo to Tik? Dasar emang dirimu dong dong..


Saya lagi butek ide, ampe postingan yang ga penting begini dibahas…











Lanjut Baca - Hitam Putih Sinetron Indonesia

Selasa, 26 Januari 2010

Lelaki Pilihan Ayah



Ayahku galak sekali…

Itu bukan judul sinetron atau judul film terbaru, tapi Itulah setidaknya kesan dari temen-temen saya, terutama temen-temen cowo.

Hobbynya :

Cek & Recek Hape saya, suka ga ramah kalo jawab telpon dari temen cowo serta memasang muka kecut saban kali ada cowo yang bertandang ke rumah.


Jangan bayangkan Ayah saya mukanya serem mirip Torro Margens, atau badannya gempal seperti Ade Rai atau badannya penuh tattoo mirip Tora Sudiro. Bukan…ayah penampilan Ayah cukup kalem dan tenang.

Behaviornya mungkin lebih mirip Aryo Wahab, Vokalisnya “The Dance Company”. Atau jatuh-jatuhnya paling tidak mirip dengan
seseorang nun jauh disana yang suka saya panggil Aa’.

Banyak peraturan yang ditetapkan khusus buat saya :
  • saya dilarang pake rok mini,
  • saya ga boleh pake celana pendek yang kelihatan pahanya sampai atas,
  • saya ga boleh telat pulang,
  • keluar malem paling lambat sampe rumah harus jam 9 malem,
  • yang ga boleh beginilah,
  • yang ga boleh begitulah.
Pokoknya banyak banget daftarnya.

Peraturan-peraturan itu sering banget saya langgar,meski ujung-ujungnya saya nyesel juga kalau inget apa yang dilakukan ayah hanya semata untuk kebaikan putrinya yang semata wayang ini. Mungkin dimata ayah, saya ini adalah masih seperti gadis kecilnya yang harus dijaga bak porselen, kalo kesenggol sedikit aja pecah.

Meski kadang sedikit rasisme, ayah saya suka banget menentukan kriteria tentang cowo-cowo yang boleh deket sama saya. Aneh !! Berasa saya ini cuantik ala Angelina Jolie begitu apa ya?

Kadang saya suka membayangkan yang aneh-aneh tentang kebijakan Ayah yang satu ini. Tentang cowo-cowo yang mau Pedekate sama saya (meski dalam kenyataannya ga pernah ada yang mau sama saya sih..he..he).

Saya suka membayangkan reaksi ayah seandainya yang dateng itu adalah cowo-cowo model kaya gini :

1. Joko
Sebut saja namanya Joko. Orangnya klemar-klemer, lelat lelet, berkaca mata tebal bak ilmuwan, kelihatannya pinter, cuma ga aslinya pinter apa engga engga ada yang tahu. Dia dateng ke rumah dengan dandanan super kuno dan membawa sekeranjang hasil kebun. Sebelum masuk, seperti biasa, harus melewati prosesi kelayakan dengan ayah dulu di teras.

“Selamat malem pak.”
“Malem…”
“Ayu ada pak?”
“Ada”
“Bisa ketemu Ayu?”
“Bisa”
“Ayu ada pak?”
“Ada”
“Bisa ketemu Ayu?”
“Bisa”

Sejam kemudian menunggu…

“Ayu ada pak?”
“Ada”
“Bisa ketemu Ayu?”
“Bisa”

Mulai geram…dan akhirnya…

“Saya Permisi dulu pak”
“ hmmm…”

Joko pulang dengan membawa kembali barang bawaannya.

Even since, He never makes approach with me


2. Albert
Tampangnya Rocker, lengkap dengan atributnya : piercing, tattoo (entah permanen atau temporer), rambut punk dicat warna warni, celana belel rada robek-robek dikit.

Gayanya metal abis, dalam setiap awal kata-katanya selalu terucap “salam metaaal” sebagai tanda kalo dia adalah anak metal (meski bukan anak Band dan ga bisa memainkan satupun alat musik). Terobsesi pengin ngetop sehingga dalam setiap kalimat selalu berusaha menggantikan kata “saya” atau “aku” dengan menyebut namanya sendiri “Albert”


“Salam metal Om!!”
“Hmm..”
“Pa kabar Om?”
“Baik..bisa main catur gak?”
“Jelas bisa dong om, Albert kan juara se RT lomba Catur”
“Oke, sini temenin saya main catur”
“ Siap om!!”
“ Kudanya jalan duluan”
“Emang kudanya ditaruh kandang yang mana om?”
“??????????”
“ Bentengnya dimakan tuh?”
“haaahhh, Albert disuruh makan banteng??”
“??????????”

3. Dimas
Type kalem, gak macem-macem, selalu berdandan necis, rapi dan jarang keluar malem. Hobbynya membaca dan meneliti.

Entah berapa banyak yang sudah ditelitinya, mulai dari kenapa Ayam berkokok di pagi hari, kenapa Dewi Perssik disebut Ratu goyang gergaji bukan Goyang Martil atau Goyang Paku sampai kenapa Rhoma Irama suka music Dangdut, bukan music Rock atau Hip Hop.

“ Permisi Om..”
“Lho, baru dateng kok udah permisi?”
“Maksudnya, Permisi…saya mau ketemu Ayu”
“Ya udah, kalo gitu tunggu dulu, Ayu masih didalam. Temenin saya ngobrol dulu”
“ Rumahnya mana?”
“ Ah om becanda, ya engga dibawa dong om”
“ Saya gak lagi becanda!! Maksudnya alamatnya dimana?? Jauh gak dari sini?”
“ Agak jauh sih”
“ Trus kesini naik apa tadi?”
“ Dianter Mama”
“ Pulangnya nanti gimana??”
“Kata Mama, gak boleh malem-malem, boleh ya om, minta tolong nanti saya dianter pulang?”
“?????!!!!!???”

Namun untungnya sampe sekarang, belum pernah ada ke 3 type cowo di atas yang mendekati saya. Saya sih selalu berharap, semoga suatu saat yang dateng kepada saya adalah cowo yang tepat, tabah, tegar, kuat dalam menghadapi setiap rintangan dalam hidupnya.

Dan yang terpenting, ada sesuatu yang dibanggakan dalam dirinya, lebih dari sekedar materi atau kekuasaan namun kemampuan untuk melindungi saya dalam keadaan apapun, seperti kekuatan Ayah yang selalu melindungi saya.




Lanjut Baca - Lelaki Pilihan Ayah

Selasa, 19 Januari 2010

Somasi Kepada Cupid



Hari ini aku ingin bicara dengan si Cupid, aku ingin meminta penjelasan tentang hasil kerjanya yang aku nilai sangat tidak becus.

Lebih tepatnya, aku ingin membuat perhitungan dengan Dewa Pembidik Panah Asmara kapiran itu. Sebagai Dewa, ia telah banyak menyalah gunakan wewenang. Bekerja tanpa perhitungan secara sembarangan menebarkan benih-benih cinta ke setiap orang tanpa porsi yang seimbang.

Semau-maunya datang dan pergi, menyiksa orang dengan perasaan kangen dan mengharap yang berkepanjangan. Bukan itu saja, ia telah banyak membuat kerusakan dalam otakku secara permanen, sehingga aku selalu melamun memikirkan Kekasihku, kemudian secara tak bertanggung jawab si Cupid telah mengobrak-abrik planning kehidupanku.

Barangkali aku akan bicara empat mata dengannya, aku akan meminta penjelasannya satu-persatu atas tindakannya yang telah ia lakukan padaku, seperti halnya Pansus Bank Century yang meminta penjelasan Menteri Keuangan, Dr. Sri Mulyani. Biarin aja kalau nanti ia bakalan gugup dan membalik-balikkan telapak tangannya di bawah meja.

Aku tak peduli, sungguh aku tak peduli.

Aku ingin mendapatkan pertanggung jawaban atas perbuatannya yang membidikkan panah asmaranya ke hatiku dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan panah cinta yang ia bidikkan pada kekasihku. Bukan hanya itu saja yang ia lakukan untuk menyengsarakanku, Dewa kurang gaul itu juga membidikkan panah cintanya kepada cewe lain sehingga cewe itu juga jatuh cinta dengan kekasihku.

Ini sungguh tidak adil, seperti dalam bahasa di Film-film Action Barat saat aktornya berteriak “IT’S NOT FAIR!!”

Aku tak ingin meminta banyak, aku juga tak minta berlebihan. Aku hanya ingin dia meluluskan 2 permintaanku saja :

Pertama : Aku ingin memintanya untuk menambah bidikan panah asmaranya kepada kekasihku agar perasaan cintanya kepadaku seimbang dengan perasaan cintaku kepadanya. Agar ia kembali mencintaiku. Agar ia tak berpaling pada cewe lain.

Kedua : Aku ingin si Cupid mencabut panah asmara yang telah ia bidikkan kepada cewe lain agar ia menyingkir dari pikiran dan hati kekasihku.

Tapi lagi-lagi sikap si Cupid membuatku geram. Dia bukannya datang menemuiku tapi malah enak-enakan pergi dugem dengan Para Dewa yang lain. Si Cupid hanya menitipkan secarik pesan kepada asistennya untuk disampaikan kepada aku…

“ Masalah yang kamu hadapi itu sama sekali gak penting. Masih banyak masalah lain yang harus aku selesaikan. Kamu emang payah, Kaya cewe engga laku aja. Masih saja mengharapkan cinta yang sudah pergi dan berlalu. Padahal kalo kamu mau, masih banyak cinta lain yang bisa kamu raih. Dasar Looser!!”


Ini sudah keterlaluan. Benar-benar sungguh keterlaluan. Sikap Cupid tak bisa ditolerir lagi, dia bukan hanya menyepelekan masalahku, tapi juga sudah melecehkan aku.

Huhhh!! Dewa macam itu??!!! Aku akan menuntutnya dengan UU Percintaan agar ia tak bisa seenaknya memperlakukan aku seperti ini!! Aku akan melayangkan Somasi kepada Raja Dewa Langit agar ia di pecat menjadi Dewa dan diturunkan jabatannya menjadi Petugas Pembersih WC Umum.

Si Cupid itu sungguh tak pantas menjadi Dewa. Mending cakep, ganteng juga kagak!! panuan lagi!! Pantes aja gak ada cewe yang mau sama dia. Kualat sih, suka mempermainkan panah cinta seseorang secara sembarangan.


SOMASI
_______________
No : 007/ Ayu Laksmi/Itik Bali/Miss Universe/2010


Latar Belakang

Tirai, Korden, Lampu Blitz, Kain warna merah untuk foto KTP dan Kain Warna Biru untuk Foto Kartu Pelajar serta Latar Belakang lainnya dalam bentuk apapun yang melatar belakangi permasalahan ini. Bahwa Cupid engga becus melakukan tugasnya sebagai Dewa Pembidik Panah Asmara sehingga menyebabkan gangguan berpikir pada otak saya yang sudah abnormal menjadi semakin abnormal.

Menimbang

Berat berat badan, beras, minyak goreng, telor, cabe kriting, wortel tanpa daun, singkong dan timbangan-timbangan lainnya, bahwa Cupid tidak mampu menimbang secara baik mana yang lebih banyak di arahkan anak panah cintanya kepada siapa sehingga menyebabkan hidup saya terlunta-lunta karena cinta.

Memutuskan

Tali layang-layang, tali kolor, tali jemuran, tali raffia, tali tambang, tali Pramuka agar dia tidak lagi menjadi Dewa Pembidik Panah Asmara, karena selain gak pantes, gak ganteng, gak keren juga gak punya sense of Love sehingga gak bisa ngelihat pasangan yang serasi bersanding malahan membuat kekasih saya berpaling pada cewe lain.

Atas dasar semuanya itu maka yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Ayu Laksmi a.k.a Itik Bali
Alamat : di Bumi
Pekerjaan : Calon Miss Universe 2010

Dengan sepenuh hati, jiwa dan raga mengajukan somasi terhadap :

Nama : Cupid
Alamat : Di Kahyangan
Pekerjaan : Dewa Pembidik Panah Asmara

Agar dipecat menjadi Dewa, karena kapasitas dan kemampuannya yang kurang memenuhi syarat sehingga menyebabkan banyak terjadi prahara dalam hidup saya dan untuk selanjutnya lebih pantas dijadikan Petugas Pembersih WC umum.

Demikian surat somasi ini saya kirimkan, terimakasih atas perhatiannya.



Tertanda

Itik Manis nan Amis ‘n cute abis


Hari-hari sudah berlalu semenjak surat somasi itu telah aku kirimkan, namun hingga kini belum ada jawaban dan perubahan.

Aku tetaplah menjadi seorang pecundang yang selalu menangisi cinta yang hilang, sementara kekasihku telah pergi meninggalkan aku dan memilih hidup berbahagia dengan cewe lain.

Si Cupid sendiri masih dengan jumawa tetap menjadi Dewa Pembidik Panah Asmara yang sok sibuk dan sok kuasa kesana kemari menebarkan panah asmaranya ke seluruh penjuru dunia.

Dan yang paling menyedihkan, rupanya si Cupid dendam dan sakit hati atas surat somasi yang aku kirimkan terhadap Raja Dewa Langit, sampai kini ia tak jua menebarkan panah asmaranya kepada cowo-cowo yang aku sukai hingga mereka tak ada satupun yang jatuh cinta padaku.

Oh Nasib!! Nasib !!



Lanjut Baca - Somasi Kepada Cupid

Selasa, 12 Januari 2010

What’s a matter with Anonymous?



Saya yakin, hampir semua blog di dunia ini pasti pernah di datangi tamu yang satu ini. Tamu yang datang tak di undang dan pulang tak di antar. Tamu yang suka menamakan dirinya Anonymous atau dalam bahasa Jawa Kuno disebut Anonim.

Entah apa alasannya mengapa orang lebih memilih alasannya menyembunyikan identitas dirinya ke dalam suatu makhluk yang disebut anonym. Tapi saya pernah baca di kotak komennya jeng Sri tentang argument seseorang yang bernama anonym yang kira-kira bunyinya seperti ini :

Kenapa sih harus mempermasalahkan anonym atau tidak. Yang penting, yang dilihat kan komentarnya dan isi dari komentar itu. Apakah menjamin seseorang yang menulis komen dengan menggunakan URL dan nama itu memang dia yang menulis komentarnya. Kalo misalnya kemudian saya menulis Blog dengan Title anonym atau alamat URL http://www.anonymous.com, apa bedanya dengan menulis saya dengan nama Anonim dengan broken link…


Eiittttss..sebentar dulu, jangan protes dan jangan emosi sebab menurut kata Para Normal Ki Joko Bodoh Sekali, Blog yang sudah pernah di datengi anonymous itu mengindikasikan kalau blog itu bagus, ibarat pohon kopi, banyak kopi yang manis yang berbuah, sehingga mengundang luwak untuk mengunyahnya. Benar atau tidaknya silahkan tanya Para Normal Ki Joko Bodoh Sekali dengan ketik REG spasi BODOH kirim ke 007.

Menurut Para Normal yang lain, yaitu Itik Laurent, anonymous sendiri dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori, tergantung dari jenis komentar dan tingkat keseramannya :

1. Anonymous Type 1.
Biasanya komennya panjang, kejam, pedas, kasar dan nyakitin ati banget. Mengkritik seseorang bahkan cenderung menghujat dan menjelek-jelekkan, menjatuhkan yang punya blog. Kata-katanya penuh iri hati dan dengki. Kadang tak berdasar. Kesannya kaya orang psikopat yang lagi belajar komen, engga tahu tata krama dan toleransi kepada orang lain.
Tingkat keseraman : 90

2. Anonymous Type 2.
Komennya bisa panjang, bisa pendek. Meski sedikit pedas dan kadang nyakitin tapi disertai saran. Biasanya si Anonim ini gak terlalu menghakimi, dan bersifat hanya mengingatkan yang punya blog agar lebih baik.
Tingkat keseraman : 60

3. Anonymous Type 3.
Dia kasih komen biasa-biasa aja. Komennya pun baik dan sopan, engga mengkritik. Dia emang komen artikel yang berkaitan dengan postingan karena emang dia suka dengan artikel kita dalam blog kita. Kadang juga memberi saran. Kita gak tahu siapa orangnya, tapi dia gak jahat, dia emang hobby kasih komen di blog. Yah, semacam Secret Admirer lah.
Tingkat keseraman : 10

4. Anonymous Type 4.
Anonymous type ini adalah type yang paling menyenangkan, meski dia datang diam-diam, tapi dia selalu diharapkan. Kita tahu orangnya siapa, bagaimana orangnya. Dia datang karena emang hanya ingin kita saja yang tahu. Kalo buat saya, Anonymous Type 4 ini orang yang paling keren, ganteng dan okeh. Dijadiin selingkuhan juga saya rela, dijadiin madu saya juga rela. He..he..he
Tingkat keseraman : 0

Entah apapun itu, setiap orang pasti punya alasan tersendiri kenapa dia harus menjadi Anonymous. Mungkin karena malu, mungkin karena takut dikritik balik, mungkin takut ketahuan kalau dirinya ternyata lebih jelek daripada yang dikritik.

Buat saya sendiri, saya lebih senang komentar dengan menampilkan diri saya, karena menurut saya : rugi dong, kita diberi karunia wajah cakep oleh Tuhan kok engga ditunjukin sama orang siapa diri kita. Kita dikarunia kepintaran menulis artikel kok engga ditunjukkan hasil karya kita. Siapa tahu, ada poduser yang tertarik trus di ajak main sinetron, di ajak main film, kan lumayan?? Bener gak?




Lanjut Baca - What’s a matter with Anonymous?

Help the Orphans and feed the hungry with your donations

Every person in his life always wanted to do good by performing good deeds to those in need. Many ways you can do to donate what we have to others. Can be done with money, with science or with the assets we have. There is an organization that helps distribute your assistance. You can see it through carangel.com.

They are distributing aid to the people around us that are many still lack. His fate to those less fortunate, those who are in poverty and are sometimes in situations that make them have been orphaned or fall into drug addiction.

They need our help to our attention, not only money, but you can give Car Donations to support the means of transportation to reach them from one place to another. For some places unreachable by land are those who are in very remote places to reach aid of famine and poverty, you can channel the Boat Donations to assist the operational team.

The beggars and vagabonds, they sometimes do not have a place to live, their hunger, thirst and rain on the road. Some of them are children who should be enjoying childhood beautiful. But because of poverty and disaster they must live on the street without shelter. This is a good idea to reach out to give House Donations to where they live. They avoid the disease and little decent life.




Lanjut Baca - Help the Orphans and feed the hungry with your donations

Sabtu, 09 Januari 2010

Saatnya memilih Idola Baru

Sejak dulu saya sangat menyukai Richie Five Minutes, sebab menurut saya, selain wajahnya ganteng, keren juga pinter nyanyi.

Buat saya, kalo jadi pacarnya kan lumayan, bukan Cuma saya bisa numpang ngetop tapi saya juga gak usah cape-cape donlot lagu-lagunya Five Minutes atau beli CD dan kasetnya. Yang pasti
Aa’ Richie akan selalu memberikan saya CD dan kaset gratisan.

Tapi beberapa waktu lalu saya diprotes oleh ibu kita yang cantik, ibu Fenty Fahmi di shoutmix. Katanya kira-kira begini :

Ngapain sih Ayu kok sukanya sama Richie? Apa gak ada yang lain? Dulu waktu Five Minutes masih pake sarung baru masih ganteng-gantengnya. Sekarang Richie mah udah tua. Sedang Ayu masih muda, cakep, TOP BGT lagi. (Kalimat yang terakhir boong deng, ditambahin sendiri he..he)


Sebenernya saya pengin sedikit protes dengan pernyataan itu. Karena beberapa fakta berbicara seperti ini :

Pertama : Aa’ Richie masih single, usianya baru 20 an berarti belum terlalu tua dong..

Kedua : Waktu Five Minutes masih pakai sarung, Richie belum tergabung dalam Five Minutes, belum menjadi Vocalist Five Minutes. Vocalistnya masih yang lama, yang jerawatan dan sedikit cungkring.

Ketiga : Aa’ Richie pasti juga sering pake sarung lah, waktu tidur atau sholat(kali). Tapi pake sarung atau engga tetep aja ganteng.


Tapi kata-kata tersebut ada baiknya juga. Buat Itik Manis nan amis , yang menjadi Calon Miss Universe 2010, mungkin perlu adanya sedikit penyegaran dengan menggandeng idola baru, yang lebih fresh, lebih oke dan lebih keren.

Dan setelah melalui seleksi yang cukup ketat, maka terpilihlah calon-calon idola baru yang akan mendampingi miss Itik manis nan amis *pueeehh, potonganmu Tik!!*

1. Adipati

Pemeran Virgo dalam sinetron Persahabatan Bagai Kedondong Kepompong ini lumayan manis senyumnya. Meski rada cungkring, tapi not bad lah buat jadi idolanya Miss Itik. Cocok untuk dijadikan pasangan pemeran sinetron baru miss Itik “Cinta Itik : Session 4556293190109896807-39”
Tingkat kegantengan : 80, Tingkat ke kerenan : 80


2. Kevin Julio

Usianya gak jauh-jauh beda lah sama miss Itik . Itulah kenapa makanya Kevin Julio masuk dalam criteria miss Itik. Selain cakep, juga ngetop sih. Sangat serasi untuk dijadikan pasangan model, Kevin Julio model iklan kaos, Miss Itik Model pintu kamar mandi
Tingkat kegantengan : 75, Tingkat ke-kerenan : 80




3. Kevin Aprilio

Disinyalir jari-jarinya rada keriting, makanya jago banget main pianonya. Meski rambutnya disisir sama aja, tapi cukup gantenglah buat jadi idola baru. Bisa dijadiin temen duet yang sangat bagus, Kevin yang main piano, miss Itik yang ngebersihin pianonya
Tingkat kegantengan : 80, Tingkat Ke kerenan : 75




4. Vidi Aldiano

Dulu waktu kecil katanya suka makan bubur ayam, makanya suaranya bagus (gak nyambung). Wajahnya mirip dengan Joshua Suherman sebelum di obok-obok. Suaranya gak kalah merdu dibanding Aa’ Richie . Bisa dijadikan partner buat album, Vidi buat album CD, Miss Itik albuminium eh..itu aluminium deng!
Tingkat kegantengan : 75, Tingkat ke-kerenan : 80



5. Tubagus Ali Akbar

Itulah akibat keseringan nonton TV. Sampai cowo yang rada kemayu, mendayu-dayu, di dalam perahu, makan tahu, ketemu ikan hiu ini juga dijadiin idola. Tapi lumayanlah bisa dijadiin partner duet acara Mama Mia, Bagus yang jadi Mia, Miss Itik yang jadi Mama.
Tingkat kegantengan : 75, Tingkat ke-kerenan : 70







Nah, voting di buka mulai hari ini. Bagi yang berminat silahkan voting melalui komentar, bagi yang tidak berminat komentar aja lah, bagi yang mau muntah silahkan bawa tas kresek sendiri-sendiri, saya udah duluan tadi di belakang sebelum posting.


PS :
1. Maaf postingan ini engga mutu..he..he
2. Maaf belum bisa BW, Modem Rusak, semua posting di warnet




Lanjut Baca - Saatnya memilih Idola Baru

Selasa, 05 Januari 2010

Andai Semua Bisa Berdering Seperti Hand Phone


Seperti kata pepatah, Surga itu terletak di kaki Ibu .

Dan itulah sebabnya kenapa Ibu saya setiap kali selalu mencuci bersih telapak kakinya dan menyemprotnya dengan parfum hingga harum.

Menurutnya, biar belum mandi, biar wajah jelek, biar badan gembrot yang penting telapak kakinya lebih dulu bersih dan wangi karena kasihan kepada putra-putrinya yang telah berusaha bercapek-capek ria berbuat baik demi mencari sedikit kebahagiaan mencapai surga, kok ternyata surganya kotor dan bau.

Mungkin sedikit aneh, tapi saya tahu makna dibalik sikap Ibu tersebut, bahwa beliau selalu ingin kita memperoleh yang terbaik sepanjang hidup kami.

Ibu saya memang kadang super unik, meski usianya sudah memasuki kepala empat. Tapi jam terbang kemampuan komputer dan seleranya gak kalah sama yang muda bahkan mungkin lebih.

Bukan itu saja, kalo pas lagi di bonceng berdua, ngelihat cowo keren, pasti ibu saya yang duluan heboh. Tak jarang yang jadi si “obyek penderita” menoleh ke arah kami sambil senyum-senyum sendiri, ngelihat ada emak-emak aneh ngegossipin dia.

Ibu juga punya sifat pelupa kelas wahid.

Meski bukan berarti pikun, sifat Ibu yang satu ini sering membuat seisi rumah ikut bingung membantu mencari. Mulai dari kunci lupa naruhnya dimana, kacamata ketinggalan di warung makan, nglepas cincin atau jam tangan di kamar mandi tapi lupa memakainya lagi tapi yang paling sering adalah kelupaan naruh hand phone yang tertindih di tumpukan bantal atau di laci meja.

Mencari barang-barang yang kelupaan naruh, meski di dalam rumah sendiri membuat kadang kami sebel berat, terutama barang-barang kecil yang gak jelas banget dimana juntrungan keberadaannya. Lain kalo kaya hand phone, asal gak di silent aja di miss call juga pasti ketemu di mana naruhnya.

Hari ini Ibu ber-ulang tahun, Hari ini ibu berusia genap 14 tahun (dibalik)

Seingat saya, seumur hidup saya yang hingga belasan tahun ini, saya tak pernah memberikan kado istimewa untuk Ibu di hari ulang tahunnya. Hadiah yang paling mahal yang pernah saya beli untuk ibu adalah sebuah parfum seharga 10 ribu rupiah.

Ah, andai saja saya bisa memberikan ibu hadiah istimewa, maka akan saya belikan seluruh dunia ini, saya akan bungkus dan kasih ke ibu sebagai hadiah ulang tahunnya. Tapi kayanya, tak ada bungkus kado yang bisa memuat seluruh dunia kan? Lagi pula, uang jajan saya tak cukup untuk membeli satu benua, apalagi satu dunia?

Tapi entar aja deh, mungkin saya coba nabung dulu. Mungkin saya bisa membelinya nanti pas ulang tahunnya yang ke 100.

Saya ingin sekali membantu segala kesulitan yang kerap mendera Ibu, menghapus air matanya di kala sedih dan melindunginya dari segala sesuatu yang membuatnya harus menahan sakit hati. Meski kemampuan saya terbatas, betapa inginnya saya melihat ibu selalu tersenyum bahagia.

Saya sedang berpikir, seandainya saja di ulang tahunnya ini saya bisa menciptakan sebuah chip yang bisa membantu daya ingat meletakkan barang yang bisa di transplansikan di tubuh ibu.

Atau saya bisa menciptakan sebuah alat yang membuat semua barang-barang yang suka nyelip itu berdering sehingga bisa di miscall untuk mempermudah menemukannya.

Namun, untuk menciptakan alat-alat super canggih seperti itu tentu saja otak saya yang super lemot ini yang lebih dulu di transplantasi agar sedikit lebih pinter. Mungkin butuh waktu berpuluh-puluh tahun atau mungkin hingga beratus tahun. Mungkin saya baru bisa memberikannya pas ulang tahunnya yang ke 150

Tunggu ya bu.. tunggu saya dengan sabar ya bu…

Ya, saya ingin Ibu panjang umur dan selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Saya ingin ibu selalu menemani sepanjang masa, sepanjang hidup saya.

Ibu yang sok gaul, berlagak kalo nelepon dan sms pake bahasa Inggris, padahal bahasa Inggrisnya belepotan, suka berlagak suit-suitin cowo, rajin mengomel namun hobby berat mendo’akan anak-anaknya.

Saya selalu maklum dengan sikap ibu yang demikian. Ibu hanya ingin sekedar bertahan dari segala derita nestapa kehidupannya. Ibu hanya ingin menyembunyikan pedih dan perihnya dalam canda dan tawa. Meski untuk itu kami menangis sambil tertawa.

Ah, Ibu....andai saya bisa menjadi lebih dari sekedar Ayu yang sekarang ini, seisi duniapun akan saya letakkan dibawah kaki Ibu, sebagai hadiah karena telah bertahan menjadi ibu saya selama ini.



Lanjut Baca - Andai Semua Bisa Berdering Seperti Hand Phone

Minggu, 03 Januari 2010

Kambing Jantan The Movie ( bukan Review Film lho)

Klik Gambarnya untuk melihat besarnya

Kemarin, hari Jum’at tanggal 1 Januari 2010, tepat menyambut acara tahun baru 2010 di SCTV di puter untuk pertama kalinya di layar kaca Film “Kambing Jantan The Movie” nya Raditya Dika.

Melihat tayangan ulang film tersebut di televisi saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu, saat pertama kali film tersebut di putar di bioskop di 21 Kuta Galeria. Saya, Jusi, Bella, Mega, Gustari dan Dayu, rela untuk tak jajan bakso hingga beberapa kali demi mengumpulkan rupiah per rupiah untuk membeli tiket plus plus plus (plus makan, plus jajan, plus ongkos jalan he..he) buat film seorang Raditya Dika, sang Idola.

Sayapun akhirnya bisa juga menikmati Film Kambing Jantan The Movie itu, meski mencari tiketnya pun harus antre beberapa saat. Detik-demi detik saya lalui, menit demi menit saya nikmati, adegan demi adegan terlewat. Saya menahan nafas, sambil berpikir : Kok ternyata gini ya filmnya?

Hingga hampir 1 jam lebih film Kambing Jantan The Movie itu berakhir, namun saya tak juga menemui adegan panas dan syur seperti yang saya bayangkan saat pertama kali muncul keinginan nonton Film ini. Lucu, kocak, gila dan seru sama seperti buku-bukunya Radith. Semua adegan berjalan pelan, lurus-lurus saja dan normal-normal saja.

Usai menonton Film tersebut, temen-temen saya bertanya tentang kesan-kesannya (kesan-kesan? Hii gaya bahasanya jadul abisss) sehabis nonton film Kambing Jantan The Movie tersebut :

Jusi : Bagus Filmnya, ada Edic Chandra

Bella : Yah lumayan, meski ruangannya gelap *emang ada gedung bioskop yang terang benderang saat film diputar ya? *

Gustari : Bangkunya Bagus

Mega : Penjaganya ganteng

Dayu : Huaaahhhemm enak banget abis bangun tidur..

Saya sendiri : Gila…Cool abis!! AC-nya dingiiiiin banget !!

Semua jawabannya pada oot dan engga nyambung.

Namun tak ada satupun yang mau mengatakan dengan terus terang bahwa film itu totally GAK BAGUS. Paling tidak, gak sesuai dengan apa yang kita harapkan kita bakalan tertawa terpingkal-pingkal seperti saat kita baca buku-buku karya Raditya Dika yang kocak abis.

Entah karena kita emang sedang menghibur diri-sendiri karena rela menguburkan beberapa keinginan demi sebuah harapan yang ternyata tak sesuai atau sebenarnya kita (termasuk saya) sungguh tak rela bila Raditya Dika filmnya dibilang Gak Bagus.

Asli, kita semua gak tega dan gak rela kalo Raditya Dika gak sesuai dengan keinginan kita sebagai idola,meski itu hanya dalam hati saja. Karena kita selama ini sayang sama Radith dan menjadikan ikon sebagai remaja yang konyol, lucu dan pinter

Kadang saya sering banget mengkultuskan seseorang dengan sebuah cap.

Misalnya, si Cepot itu baik lho, dia suka minjemin saya duit, gak dibalikin duitnya juga gak apa-apa atau si cecurut itu jahat lho, hobby banget ngupil di jalan udah gitu dilempar upilnya ke orang lain.

Ketika suatu saat si Cepot melakukan kesalahan atau berbuat engga baik, saya kadang tetap aja menganggapnya baik dengan mengadakan penyangkalan-penyangkalan terhadap diri sendiri : “ Ah gak mungkin Cepot itu jahat, dia kan orang baik.”

Atau si cecurut itu berbuat baik pada saya, saya lebih sering berprasangka buruk : “ Ah, paling-paling ada maunya, tumben-tumben dia mau nolong.”

Padahal, saya, Cepot, Cecurut, Raditya Dika atau siapapun adalah manusia biasa juga yang punya sisi baik dan buruk, kadang bisa membuat suatu karya yang bagus, yang sukses namun kadang tak semua karya kita bagus, diterima dan dapat membahagiakan orang banyak.

Demikian juga sebaliknya, orang yang biasanya menulis karya porno, murahan, sembarangan tak selamanya karyanya jelek. Merekapun bisa menghasilkan karya yang bagus dan spektakuler.

Don’t Judge someone when we never know them very well..

Semua itu sangat wajar, manusiawi dan bisa saja terjadi…

Namun, ada yang saya suka banget menjelang akhir Film Kambing Jantan The Movie, saat Raditya Dika nekat terbang dari Adelaide ke Jakarta demi menemui si Kebo. Ada suatu kalimat yang menurut saya biasa aja, namun dalem banget :

TANPA KAMU, AKU BERANTAKAN……

Dan itulah salah satu sisi bagus yang mampu saya tangkap di sebuah ending Film. Sisi Romantis dari seorang Raditya Dika





Lanjut Baca - Kambing Jantan The Movie ( bukan Review Film lho)
 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon