
Alkisah di suatu masa hiduplah seorang peneliti yang cantikjelitasaktimandragunasayanganyasemakinharisemakingila dan juling.
Sebagai seorang peneliti yang memang sudah sangat keren dari sononya itu, Dia mempunyai obsesi besar dalam mengembangkan penelitiannya untuk kesejahteraan umat manusia, diantaranya menciptakan penemuan-penemuan yang spektakuler yang kelak akan merubah gaya hidup manusia sepanjang masa.
Setelah bulan-demi bulan, tahun demi tahun menghabiskan waktu, tenaga dan biaya akhirnya Sang Peneliti Jenius berhasil membuat penemuan penemuan jenius yang mengantarkannya ke jurang
1. Mengenai bentuk Ban
Pada awal penelitiannya Sang Peneliti Jenius itu menciptakan ban berbentuk jajaran genjang, namun bentuk ban yang demikian ternyata tidak simetris, sinergis dan systematis. Bisa menimbulkan kejang-kejang dan ban cepet kempes akibat kejeduk jeduk terus tiap kali jalan.
Akhirnya, diputuskan untuk beralih ke Ban berbentuk garis lurus. Tujuan : mengirit bahan. Namun tak berhasil dengan baik. Kendaraan malah ga bisa jalan sama sekali.
Dengan penuh rasa percaya diri, dia mulai memikirkan bentuk bangun yang lain, misalnya segitiga, dengan pertimbangan : begitu banyak yang menggunakan nama segitiga dan everything gonna be all right kaya : Segitiga biru, segitiga pengaman, segitiga bermuda, cinta segitiga.
But, oh no…it’s really doesn’t work juga..it’s really..really make me confused (kenapa gw jadi Cintah Laurah yah??) tetep aja fenomena ban kempes melanda.
Berkat kejeniusannya, akhirnya terciptalah suatu bentuk Ban yang fenomenal : BULAT. Yang nantinya akan menjadi bentuk ban yang akan terus dipake sepanjang masa, tanpa efek samping kejedot jedot atau sakit perut.
2. Batu itu keras, jendral!!
Dalam upaya menciptakan bahan makanan baru maka Sang Peneliti Jenius mencoba bahan yang kerap dilupakan dan diabaikan manusia
Hal ini atas pertimbangan : Ayam saja yang gak punya gigi bisa makan kerikil masa manusia yang punya gigi lengkap ga bisa makan batu? Betul tidak? (lho kenapa gw jadi Aa’ Gym yah?) Jadi marilah kita budayakan makan batu oh yeaaahhhh…
Pertama kali : Batu di kunyah langsung, hasilnya : keras banget!!
Lalu dia mencoba alternatif lain, batu dipecah menjadi kerikil sama seperti kaya ayam, hasilnya : tetap keras. Batu kemudian di blender dengan tujuan memjadi butiran kecil hingga bisa dibuat bubur untuk sarapan pagi, hasilnya : BLENDER RUSAK.
Terakhir, Sang Peneliti jenius tersebut merebus batu tersebut dan sebagai upaya pengempukan ditambahkan sedikit garam dan daun pepaya, jangan lupa taburi garam dan sedikit merica, setidaknya kuahnya biar lezat menjadi kaldu : KALDU BATU. Hasilnya : Tetap keras.
Kesimpulan : Batu itu keras, Gak bisa dimakan.
3. Air Laut itu asin
Ide jenius penelitian ini bermula ketika Sang Peneliti Jenius berenang di Pantai Sanur.
Saat itu dia dalam keadaan yang sangat tidak elegant sebagai seorang calon Miss Universe 2010 sehingga fotonya ga bisa ditampilkan disini.
Sang peneliti jenius hampir tenggelam megap-megap ditengah lautan akibat perahu kanonya terbalik. Saat megap-megap itulah air laut dengan brutalnya masuk ke dalam mulutnya tanpa ampun.
Dalam kegelapan yang hampir mematikan itulah Sang Peneliti Jenius berhasil menemukan sesuatu yang sangat Brilliant bahwa : AIR LAUT ITU RASANYA ASIN.
Sesampai di rumah, penelitian berlanjut. Air laut tersebut, diberi gula, hasilnya : Tetap asin. Direbus dan dipake menyeduh kopi, hasilnya tetap asin. Dibandingkan dengan benda lain, contohnya : UPIL, hasilnya : tetap lebih asin.
Berkat penelitian ini, Sang Peneliti Jenius itu akhirnya menemukan hal baru: bahwa saking asinnya air laut bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan garam yang kelak akan sangat popular dan menjadi sumber mata pencaharian di Pulau Madura, sungguh suatu ide paling jenius sepanjang masa.
Sebagai catatan :
1. Dalam melakukan penelitiannya Sang Peneliti Jenius telah mengalami, perut mulas, kepala benjol-benjol, kejedot kesana kemari 110 kali akibat gonta-ganti bentuk ban.
2. Gigi rusak, gigi patah, gigi rompal akibat makan batu. Merusakkan 30 blender dan menghabiskan 10 tabung gas untuk merebus batu.
3. Perut kembung, kaki memar dan mata berkunang-kunang akibat kemasukan air laut yang berlebihan ke dalam tubuhnya.
Akibatnya, Sang Peneliti Jenius mengalami sering kejang-kejang mirip gejala komplikasi antara ayan, sarap permanen serta panu. Dan akibat kelemahan mentalnya tersebut akhirnya dia tidak dapat melanjutkan penelitian.
Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menjadi seorang Blogger saja.















