Senin, 31 Mei 2010

Semacam Surat Terbuka Tentang Rain Affair

Dear Clara Canceriana,

Maaf sebelumnya jika kali ini aku tak menggunakan embel-embel kata “Mbak” di depan namamu seperti biasa saat aku memanggilmu. Hal ini kulakukan semata-mata agar semua orang tahu bahwa aku menulis surat ini dengan perasaan Iri hati dan Dengky Kurniawan.

Meskipun aku ditakdirkan sebagai Calon Miss Universe dan sudah terbiasa dikelilingi oleh para pemuja-pemuja setan tetapi aku juga manusia yang punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati. Pisau Belati sering dibawa penjahat sedang aku sering ke Penjahit.

Gimana aku ngga iri coba?

Ditengah-tengah aku yang sedang dalam keadaan miskin ide, kering kreatifiitas dan lemah dalam mengurai kata-kata, novel keduamu yang berjudul Rain Affair malah diterbitkan. Yang kedua !!! Ya, yang kedua!! *histeris*

Aku menjadi semakin sebal ketika melihat Gagas Media yang menerbitkan Novelmu, memberikan ilustrasi Cover Buku yang cantik nan romantis berwarna gradasi putih dan biru pastel serta payung terbalik berwarna pink lembut.


Gila!

Itu kan warna kesukaanku semua. Lambang romantisme dan cinta abadi. Cute abis…

Tapi jangan ge er dulu! Meski aku memuji setinggi langit dan sangat tertarik dengan cover Novelmu yang manis, belum tentu aku tertarik membaca isinya.

Yah..dikit sih..

Agak Banyak lah..

Oke..oke..okelah aku akui!!

Aku sangat terpesona dengan jalan cerita Rain Affair setelah membaca Synopsisnya.

“ Tentang kisah cinta anak manusia bernama Noah, Nathan dan Lea yang berdiri di atas kebohongan dan kepalsuan. Noah yang mengukirkan kebohongan-kebohongan kecil pada setiap sisi hati Lea, seolah mengatasnamakan sayang. Sementara Nathan yang berdiri di garis luar, berusaha untuk membuat dirinya tetap 'ada' di mata Lea, sambil menunggu gadis itu mengingat dirinya. Tapi mereka tidak bahagia. Sampai mereka dihadapkan pada keputusan untuk meninggalkan semua kebohongan itu. Bahwa kebahagiaan justru ada pada mereka sendiri.”

Heran aku, Ealah…kok bisa-bisanya sih dirimu mengurai kata dan ide tentang “hujan” menjadi kalimat yang jenius dan indah.

Padahal kalo aku yang mengurai dan mendefinisikan kata tentang “hujan” pasti gak jauh-jauh dari kalimat yang berkonotasi Hujan penyebab banjir, salesma, basah kuyup dan penyakit kulit.

Penginnya aku belajar ilmu mengolah kata seperti itu, tapi aku bingung dimana aku harus belajar?

Aku berguru pada Deddy Corbuzer tapi justru diajari nyetir ditutup mata yang malah membuat penyakit jantungku kumat.

Aku berguru pada ki Joko Bodoh, malah diajari bagaimana memelihara rambut panjang bak parahnormal.

Aku berguru pada Ki Gendeng Pamungkas, malah diajari bagaimana menjadi gendeng tapi tampak seperti ayan.

HUH!!

Aku semakin geram, ketika kemarin di Gramedia aku menemui Rain Affair bertengger dengan manisnya dalam rak “New Arrival” seharga Rp.34.500. Ingin rasanya ku obrak abrik Rak buku tempat novelmu ditata rapi. Tapi aku takut dengan penjaga toko buku yang mulai melotot curiga dengan gerak gerikku.

Bukan hanya itu, tiba-tiba inginnya aku menjadi penjahat cyber demi meng-hack situs toko buku online yang juga menyediakan pembelian novelmu secara online dengan memberi diskon pula. Tapi jangankan menghack, membedakan tombol on off computer dengan saklar lampu saja aku suka keliru.

Dan akhirnya aku hanya bisa berdiri disini sendiri menjadi seorang pecundang.

Terakhir, ingin ku ucapkan sebuah pantun untukmu :

Ke Tanah Abang mencari pasir
Menunggu rembulan di atas perahu
Bila eneng dan abang membeli Rain Affair
Tentu akan baca kisah tentang sang hujan yang mengharu biru

Disana gunung disini gunung
di tengah-tengah ada bidadari
Saya bingung anda juga pasti tambah bingung
Kenapa di tengah gunung ada bidadari????


Tertanda

Dariku yang mengidap hepatitis akut (baca : sakit hati)

Itik Supermanis nan Gaul Abis




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Semacam Surat Terbuka Tentang Rain Affair

Sabtu, 29 Mei 2010

Untung Pacarku Bukan Superman



Untung pacarku bukan Superman,

Jadi aku tak perlu repot-repot menjelaskan kepada orang tuaku.
Bila suatu saat aku perkenalkan pada mereka,
Mengapa ia selalu memakai celana dalam berwarna merah menantang di luar.
Atau kepada siapa ia meminjam korden saat dia terbang kesana kemari.


Aku tak perlu merasa risih acapkali menatapnya
Mengenakan pakaian superketat
Dengan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya
Serta beberapa bagian yang menonjol.


Untung pacarku bukan Superman,

Dengan hobbyku yang kerap hang out.
Aku sungguh tak bisa membayangkan
Bagaimana ekspresi orang-orang yang melihatnya
Saat ia kuajak shopping di mall.

Sementara ia mengenakan “seragam” lengkapnya.
Membuat semua mata tertuju pada tubuh “aduhainya”
Lalu para gadis sibuk menatapnya dengan semangat.
Sifat cemburuku pasti meradang berat
Pastinya aku akan melemparnya dengan 10 cm stiletto hitamku.


Untung pacarku bukan Superman,

Tentu betapa repotnya aku
Bila suatu saat aku kelak menjadi istrinya
Aku harus menyediakan sarapan sebakul nasi, 12 butir telur ayam kampung,
se ember susu dan sekaleng selai nenas
atau setandan pisang.

Bila dihitung-hitung dalam masa krisis ekonomi seperti saat ini
maka dalam waktu tiga bulan pasti kami akan bangkrut
Gara-gara memenuhi selera makannya yang super gila-gilaan.


Untung pacarku bukan Superman,

Yang mempunyai mata tembus pandang
Dapat memindai sesuatu dari kejauhan.
Sehingga aku tak perlu was was saat dia mulai jenuh.
Melihat tubuhku nan cihuy ini
Mulai ditumbuhi deposit lemak disana-sini serta melar seperti gentong.

Lalu ia dengan mudahnya mengalihkan matanya belanja kemana-mana menembus pandang gadis-gadis yang tubuhnya aduhai bak gitar.


Untung pacarku bukan Superman,

Saat ia lebih suka menghabiskan waktunya berjam-jam pergi ke gym
Demi mempertahankan tubuh gempalnya serta perut six pack nya
Hingga waktu kencan denganku hanya tersisa seper sepuluh dari waktunya.
Aku tak harus membaca buku-buku atau majalah
Tentang “bagaimana membentuk body sebohay Ade Rai”
Agar bisa selalu nyambung saat berdiskusi dengannya.


Untung pacarku bukan Superman,

Sehingga aku tak perlu belajar bagaimana mengendalikan mabuk udara.
Saat ia mengajakku berkencan terbang mengelilingi awan di langit.
Sebab aku mengerti betul kelemahanku.
Yang tak berani berada di ketinggian beberapa ratus meter dari tanah.
Perutku akan mual-mual dan kepalaku pening
Saat tubuhku dihajar angin kencang bertiup.


Aku pasti akan muntah dari atas
Dan takutnya akan mengotori kepala siapa saja
Yang saat itu tepat ada dibawahku.
Kemudian aku malah dituduh mengotori ekosistem.


Susah kan?

Untung pacarku hanyalah seorang manusia yang biasa saja,

Namun sanggup membuat aku bisa jatuh cinta padanya secara simple.
Dan mengagumi pandangan hidupnya secara mudah.


Aku bisa menyukainya sebagai seseorang
Yang kemudian selalu ketagihan mendengarkan aku bicara
Mengerti segala keluh kesah
Memperhatikan setiap kelemahan dan kelebihanku.



Lanjut Baca - Untung Pacarku Bukan Superman

Rabu, 26 Mei 2010

Sebuah Fiksi : CERMIN



Perempuan itu datang ketika hari memasuki draft warna birunya menjelang usai berganti jingga saga.

Wajahnya kuyu dan lelah, menyiratkan beribu dahaga suatu oase yang bersedia untuk menerima segala tumpah ruah kegundahan hatinya selama ini. Aku menyambutnya dengan segelas Cappucino setengah dingin dalam genggaman gelas bertelinga putih.

Tanpa kata pembuka, aku sudah mengerti bahwa ia sedang ingin bercerita kepadaku tentang keresahan mimpi-mimpinya, masa depannya, kegelapan dan debu yang kerap berterbangan mengitari sekelilingnya.

“Kenapa?” Tanyaku menggamit lengan mungilnya halus. Tanpa paksaan aku sabar menungguinya mengurai nafasnya yang tersengal-sengal.

“ Dia selingkuh”

Dahiku sejenak mengernyit sibuk mempertanyakan pada diri sendiri apa arti kata “selingkuh” dalam konteks kalimat seorang perempuan lajang yang mencintai lelaki dalam masa pra pernikahan.

Menurutku itu tak benar sama sekali, ketika dua orang yang masih bebas dikatakan selingkuh. Sebelum ikrar suci di tetapkan di depan yang Maha Hidup manusia bak individu yang lepas bebas memilih apa yang terbaik dalam hidupnya. Rasanya kurang tepat menyebut kata selingkuh pada seorang lelaki yang masih bebas.

Tapi sekali lagi aku hanya diam memandanginya dari sudut mataku. Tak mungkin aku bercerita dengan jujur apa yang menjadi opiniku ditengah kegundahannya. Tak bijak dan tak pantas.

“Kamu lihat sendiri?”

Perempuan itu menggeleng lemah, kemudian ia berkata lirih, “ Naluri..”

Ahhhh….kembali aku mendesah, mengedik dan perlahan beringsut dari pikiran tentang sebuah kata yang disebut”naluri”. Begitu agungkah sebuah Naluri hingga mampu membutakan sebuah fakta menjadi logika yang tak berujung.

Aku tiba-tiba menjadi sangat khawatir dengan keadaannya yang mengisi beragam imaji menari-nari melintasi ruang benaknya membutakan nalurinya, membutakan hatinya, membutakan pemikirannya. Aku takut ia tertelan arus perasaan yang menghalalkan pilunya.

Terus menerus.

“ Kenapa tak mencoba bertanya padanya?”

“ Aku takut…”

“ Aku takut semua bayangan yang mengikutiku akan menjadi kebenaran yang menyakitkan, aku takut ia marah, aku takut ia membenciku, aku takut dia menganggapku perempuan cerewet. Dan yang paling aku takut, dia akan meninggalkan ku”

Perempuan itu menegaskan kata-katanya sembari menangis sesenggukan berulang-ulang. Aku memandanginya penuh rasa iba.

Sebenarnya aku hanya ingin menolak dan menenangkannya bahwa ia memikirkan sesuatu yang sangat salah tentang asumsi asumsi pada lelaki yang belum tentu bersalah dan kemudian memvonisnya dengan ketakutan dan rasa tidak percaya diri yang amat terkikis bahwa dia adalah perempuan yang layak untuk mendapatkan cinta seutuhnya.

Utuh tanpa cela secuilpun.

Cappuccino di tanganku telah benar-benar dingin dan hambar. Tak lagi nikmat untuk diseruput apalagi mampu memberikan kehangatan di tengah senja yang beranjak menggigil. Namun aku tetap dalam pandangan yang tak lepas pada bayangan perempuan dihadapanku.

Perempuan muda yang tengah berdiri di depan cermin.




------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bukannya sok romantis atau berubah haluan sih. Ceritanya, saya lagi resah dengan blog saya
www.itikholic.blogspot.com mau diisi genre apa. Dulu rencananya mau diisi genre tentang cinta. Tapi ternyata saya ngga ahli dalam urusan cinta mencinta. Lalu terfikir, saya punya banyak ide menulis fiksi, rada serius dan romantis..hayah..Kira-kira kalo postingannya tentang Fiksi romantis kaya di atas, keren gak ya??

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Sebuah Fiksi : CERMIN

Senin, 24 Mei 2010

Ge er

Okelah aku cantik. Tapi aku benci pada cowok itu, senyum-senyum terus menatapku, bahkan beraninya mencolekku. “Neng, retsletingnya kebuka tuh!”

Postingan ini dalam rangka turut serta meramaikan kontes fiksi mini di blognya bunda wi3nda




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Ge er

Sabtu, 22 Mei 2010

Blogger Kebanggaan



Ibu saya orangnya sedikit aneh.



Dan siapa yang mengira bahwa di dalam tubuh yang “ ibu-ibu rumahan banget” terdapat otak dan pemikiran yang kadang kadang suka gak masuk akal. Entah cerdas atau banyak akal, saya sendiripun susah mendefinisikannya.

Orang suka gak nyangka, dibalik penampilan ibu yang seadanya dan sangat sederhana bahkan cenderung “agak kampungan” tersimpan pemikiran dan daya nalar yang lumayan tinggi dan otak yang lumayan encer. Bahkan dalam beberapa hal kemampuan ibu lebih dibanding Bapak.

Eniwe..

Beberapa waktu yang lalu ibu saya mendapat undangan syukuran rumah baru dari Tante Jimron salah seorang kerabat jauh.

Sebenernya ibu rada-rada males mau dateng, soalnya sudah pasti Tante Jimron dan Gank-nya para tante-tante yang lain pasti akan diundang juga lalu pada bergossip dan cerita tentang kekayaan, kesuksesan dst..dst..

Tapi demi menjaga kekeluargaan dan rasa gak enak karena bagaimanapun Tante Jimron masih saudara juga, maka ibu tetap berusaha untuk datang. Sebagai alternatif (baca:korban) saya lah yang diajaknya. Katanya, daripada bengong sendirian.

Dan benarlah keadaannya emang begitu…

Sesampai di rumah Tante Jimron, sudah dipenuhi oleh undangan yang mayoritas ibu-ibu teman dari Tante Jimron and the Gank.

Macem-macem penampakannya, ada yang kaya toko emas berjalan dengan kalung, anting segede biji salak dan aksesori lengkap lainnya dari bahan berwarna kuning itu, untung aja giginya ngga berwarna kuning....

Ada juga yang pake baju macam artis dangdut, penuh rumbai rumbai menjulur ke sana kemari. Bahkan banyak ibu-ibu yang berdandan layaknya mau ke ajang grammy award aja, dengan busana malem yang seksi abis (padahal acaranya sore!!) sampe ada juga ibu-ibu yang datang lengkap dengan membawa barang dagangan kaya mau ke pasar.

Pokoknya rame dan seru abis…

Sampai akhirnya pada session gossip menggosip.

“Bu Anom, gimana kabar Putranya yang di Surabaya itu?” Tanya Tante Jimron membuka ajang pergossipan.

“ Owh, anak saya si Putra? Sebentar lagi dah mau jadi dokter, maklum lah bu. Dia kan orangnya tekun dan pinter.” Kata Bu Anom sambil membetulkan letak sanggulnya, “ Sejak SD juara terus sih!!”

Ibu yang bergaun merah gak mau kalah,” Sama dong Jeng, anak saya si Dona, kemaren waktu kenaikan kelas juga juara kelas. Moga-moga nanti bisa jadi dokter kaya Putranya Jeng Anom !”

“Kalo si Linda cuma ranking dua sih jeng, cuma saya sedikit kewalahan dengan tawaran yang datang buat ngajakin dia pentas menari. Habis dia kan juara menari Legong Kraton bulan lalu…” Kata Ibu yang bergaun garis-garis ijo.

Saya diem saja melihat ekspresi wajah ibu saya yang datar-datar saja.

Dalam hati, saya kasihan juga melihat ibu. Apa yang bisa Ibu banggakan dari saya???? Cantik engga, pinter biasa aja, prestasi di sekolah gak ada. Kerjanya tiap hari cuman berantem mlulu sama adik.

“ Si Agung, kemaren juga ranking 1 lho Jeng. Saya sendiri ngga nyangka lho!!! Padahal dia jarang banget belajar” Ibu yang berbaju pink mencoba merendah tapi meninggikan mutu.

Akhirnya Tante Jimron menegur Ibu saya yang sedari tadi diam mendengarkan saja, “ Bu Ayu kok dari tadi diem aja sih? Ayu sendiri bagaimana?”

“ Owh, Ayu itu seorang Blogger bu…” Kata Ibu saya spontan.

Haaaahhh. Blogger??? Kenapa tiba-tiba ibu bawa-bawa nama Blogger???

“ Blogger itu apa sih?” hampir kompakan ibu-ibu yang hadir pada bertanya.

“Blogger itu ya menulis di semacam web pribadi begitu…tulisannya banyak dibaca orang secara online” Kata Ibu saya sok menjelaskan.

“ Ngga ngerti saya Bu! Emang apa istimewanya jadi Blogger?”

“ Ya istimewa Jeng, dari situ si Ayu juga bisa dapet duit, uang saku, buat beli pulsa bahkan SPP jarang minta..bla…bla..bla..bla..bla..”

Ibu menjelaskan dengan sok tahu dan panjang lebar tentang dunia Blogger (menurut versinya sendiri serta agak dilebih-lebihkan) yang membuat ibu-ibu yang hadir pada bengong dan terkesima. Kayanya kagum banget dan merasa seolah-olah dunia Blogger itu adalah dunia antah berantah yang sangat sulit dijangkau oleh manusia biasa dan harus melalui tekhnologi yang amat canggih untuk memindainya.

Sampai akhirnya waktunya pulang dan keluar dari rumah Tante Jimron, Ibu masih tersenyum penuh kemenangan !!

Ketika di halaman tempat parkir sesaat sebelum pulang, saya bertanya ke Ibu, “ Kok Ibu bercerita tentang Blogger sih?”

“ Ya iyalah, kalo jadi dokter, insinyur, juara kelas itu udah biasa. Kalo jadi Blogger? Emang Ibu-ibu pada tahu?? Engga kan? Canggih gitu loh!” Kata Ibu saya cuek.

“ Emang Blogger bisa jadi kebanggaan?”

Ibu sejenak memandang saya, “ Apapun adanya Ayu dan Adek, baik ataupun buruk, kalian tetap anak-anak ibu yang ibu sayangi dan Ibu banggakan!!”

Aaahhh Ibu…….

Kalau saja aku mampu, betapa inginnya saat itu aku meletakkan seluruh dunia di bawah telapak kakimu. Agar semua bisa melihat bahwa disana memang benar-benar ada surga-Nya yang dititipkan kepadamu.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini diikut sertakan dalam Kontes Blog "Berbagi Kisah Sejati" yang diselenggarakan oleh anazkia.blogspot dan di sponsori oleh Denaihati.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Blogger Kebanggaan

Rabu, 19 Mei 2010

Dongeng Sebelum Tidur



Teringat semasa kecil dulu, ibu, nenek bahkan kadang bapak hobby membacakan dongeng-dongeng untuk saya dan adek. Meski dibacanya bukan hanya pas sebelum tidur tetep aja namanya dongeng sebelum tidur.

Dongeng-dongeng itu beragam. Tapi diantara dongeng-dongeng itu yang sampai sekarang masih teringat jelas hanya beberapa saja. Kalau dulu sama sekali ngga ngerti dan tinggal terima dongeng itu seperti apa adanya, sekarang jadi mikir-mikir pakai logika. Dan jadinya dongeng-dongeng itu jadi kelihatan aneh dan super ajaib.


1.Si Kancil Mencuri Ketimun

Ceritanya tentang si Kancil yang punya penyakit kleptomania karena hobbynya yang tak henti-hentinya mencuri timun Pak Tani. Anehnya, Pak Tani sendiri bingung siapa sebenernya yang tiap malam membuat rugi mengambil timun-timunnya.

Sampai akhirnya suatu hari Pak Tani bisa menangkap si Pencuri itu. Si Kancil dijebloskan ke dalam Penjara buatan pak Tani dan janjinya esok akan di gulai (di buat gulai bukan di beri gula…). Tapi berkat kecerdikan si Kancil, ia berhasil memperdayai anjing pak Tani untuk menggantikannya di penjara dan dijanjikan akan dinikahkan dengan putri Pak Tani yang cuannnntik.

Pesan Moral:

  • Yang menjadi pencuri itu biasanya otaknya cerdik, pinter berkelit dan pinter memperdaya orang lain.
  • Kalau dalam ilmu pengetahuan hewan yang paling pintar adalah anjing, tapi dalam dunia perdongengan malah sebaliknya, anjing hanyalah hewan yang bisa dibodoh-bodohi oleh Kancil yang terkenal hewan paling cerdik

2. Jaka Tarub dan 7 Bidadari


Ceritanya masih seputar pencurian, namun kali ini berbeda dalangnya. Adalah pemuda bernama Jaka Tarub yang masih single dan ganteng namun punya kelainan suka mengintip orang mandi. Beruntung yang diintipnya adalah bidadari-bidadari cantik.

Coba aja kalo yang diintip mandi itu ki Joko Bodo.

Dijamin dia bakalan terkena kutukan bintitan 7 turunan gak sembuh-sembuh.

Ceritanya si Jaka Tarub lalu kesengsem sama kecantikan tujuh bidadari dan berniat nyolong salah satu selendang bidadari itu. Yang mana aja gak penting, soalnya ke tujuh-tujuhnya bidadari cantik. Jadi mau nyomot yang mana aja tetep yang punya bidadari. Seandainya yang mandi itu 3 bidadari dan 4 lainnya atlet binaraga pasti dia akan mikir-mikir buat nyolong yang mana.

Akhirnya si Jaka Tarub berhasil memperistri Nawang Wulan, salah satu bidadari yang nasibnya paling sial. Jaka Tarub dapat hidup dengan nyaman dan fasilitas yang enak berkat kesaktian si Nyonya ini.

Tapi dasarnya emang si Jaka Tarub emang hobby penasaran sama yang buka-bukaan,akhirnya ia membuka panci dan berakhirlah perkawinannya karena si Nyonya berhasil menemukan selendangnya trus kembali ke kahyangan.

Pesan Moral :
  • Cewe cantik yang hobby mandi di tempat umum musti dan waspada hati-hati terhadap pencurian dan pengintipan
  • Jaka Tarub pasti matanya suka bintitan, efek samping dari perbuatannya yang suka ngintipin orang mandi
  • Habis mencuri sebaiknya sembunyikan barang bukti, kalo ketahuan bisa berantakan maksudnya
  • Kalo naksir cewe, segala cara apapun boleh ditempuh yang penting dapet duluan, perkara resiko pikir belakangan.

3. Cinderella dan Sepatu Kaca

Seperti biasanya cerita tentang ibu tiri yang selalu galak sama anak tirinya. Si Upik Abu alias Cinderella juga selalu jadi sasaran kekejaman ibu tiri dan saudara-sadara tirinya. Mulai dari pagi nyuci, setrika, ngepel sampai masak.

Gak berhenti-henti sampai malam.

Kerja kerasnya mengalahkan kerja pembantu yang punya jam kerja jelas. Sampai akhirnya nasibnya berubah berkat adanya pesta dansa yang diadakan oleh Istana kerajaan dalam rangka mencarikan jodoh buat pangeran.

Berkat pertolongan peri yang baik hati akhirnya Upik Abu disulap jadi Cinderella. Singkat kata, akhirnya Cinderella-lah yang akhirnya terpilih menjadi pendamping pangeran.

Pesan Moral :
  • Pangerannya kuper, apa sombong apa pemalu ya? Ngapain jodoh aja musti dicariin? Emang gak bisa apa ya nyari jodoh sendiri?
  • Kalau aja jaman Cinderella itu sudah ada komnas Perlindungan Anak atau Komnas HAM pasti ibu tirinya itu sudah terkena pasal berlapis dan masuk penjara.


Ibu, Bapak atau Nenek gak salah sih menceritakan dongeng-dongeng itu.
Yang salah yang mencerna nya. Sampai salah mencerna pesan moralnya menjadi sama sekali gak masuk akal, aneh dan sarap. Jangan ditiru, apalagi sampe dipraktekkan.




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Dongeng Sebelum Tidur

Sabtu, 15 Mei 2010

Are You Feeling Lucky?


Di saat weekend begini saya pengin posting yang ringan-ringan saja. Tentang sharing atau tentang kuisioner.

Soalnya, menurut data statistic yang dilakukan oleh Sang Peneliti Bodoh dan sangat diragukan akurasinnya : biasanya menjelang weekend lebih dari 60 % blogger lagi males di depan computer dan memilih menghabiskan waktu dengan hang out bersama keluarga atau temen.

Eniwe........

Pernah ketemu dengan seseorang yang hampir selalu beruntung dalam setiap perjalanan hidupnya? Baik prestasi di sekolah, perjalanan karir yang mulus sampai lomba dan semua undian yang di ikutinya.

Padahal sebenernya dia biasa-biasa saja, pinter banget juga engga, piawai banget juga engga..

Kaya yang dialami sahabat saya, si Bella yang sejak kecil sudah diramal bahwa di dalam perjalanan hidupnya akan selalu dipenuhi oleh 70% keberuntungan dan 30% hasil usaha keras.

Entah benar atau enggak, nyatanya emang demikian. Setiap kali ada undian berhadiah, dia selalu jadi pemenangnya. Entah pemenang pertama, kedua, ke tiga atau sekedar pemenang hadiah hiburan.

Pernah suatu ketika saya, Bella, Evi dan beberapa temen sekolah main ke Gramedia Matahari. Saat itu lagi ada undian berhadiah, setiap pembelian buku dan atau stationery minimal 100 ribu dan kelipatannya berhak mendapatkan 1 kupon undian. Hadiahnya macem-macem, ada Rice Cooker, Setrika, Buku, Play Station, Kalkulator.

Saat itu, Bella gak beli buku, yang beli buku cuman Evi saja dan dia punya 1 kupon undian. Si Evi males ngisinya, pikirnya “halah, palingan juga gak dapet kaya biasanya”

Tapi lain dengan si Bella, dimintanya kupon itu dan diisi atas namanya. Beberapa hari kemudian, pas pengumuman pemenang dia mendapatkan hadiah sebuah Kalkulator. Si Evi terpaksa hanya bisa ngamuk-ngamuk.

Pun ketika Anniversary sekolah.

Saat ada sponsor yang menyediakan hadiah Door Prize bagi siswa yang mau mengisi semacam quisioner. Saya ikut, temen-temen yang lain semua juga ikut. Hanya Bella yang males-malesan memilih gak ikut.

“ Ayo Bell sini ikutan!” Ajak beberapa temen

“ Gak usah deh, kalian aja. Kalo aku ikut, takut aku yang menang lagi. Kasihan kalian nanti.” Jawabnya dengan ekspresi tak berdosa

“Ngga usah sombong kamu, ikut aja…buktikan keberuntunganmu!” Ejek temen-temen.

Akhirnya Bella ikut juga dan hasilnya??

Dialah yang berhak membawa Door Prize utama sebuah Sepeda Gunung sodara-sodara!

Kita pada bengong dan tak henti-hentinya menyesali diri, kenapa manusia satu itu dibiarkan ikutan undian ini !!!!!!!!!

Saya gak tahu persis, apakah memang ada orang yang ditakdirkan menjadi orang yang beruntung terus dalam hidupnya? Ataukah memang hasil usaha keras ataukah kebetulan semata?

Ada yang mau sharing?



At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Are You Feeling Lucky?

Rabu, 12 Mei 2010

Indonesia Sebelah Mana Bali?

Jangan terlalu skeptic menilai pertanyaan “Indonesia sebelah mana Bali?” sebagai suatu pertanyaan yang mengada-ada atau sekedar joke semata yang kerap dilontarkan oleh turis, bule atau yang acapkali kita sebut orang asing ketika kita mencoba memperkenalkan diri sebagai Orang Indonesia, karena pada kenyataannya memang begitulah yang sering terjadi.

Seperti halnya pengalaman Bapak Ahmad Faiz, seorang guru yang mengajar di Peguruan Al Hikmah Surabaya ketika mengikuti program BRIDGE ke Australia pada 2009. Saat pria berusia 27 Tahun itu memperkenalkan dirinya di depan kelas.

“Hello all, my name is Ahmad Faiz, I am from Indonesia. Are there among of you who've go to Indonesia?”

Tak ada satupun siswa yang mengacungkan tangan. Semua terdiam sepi tak ada jawaban. Seakan pertanyaan itu teramat asing dari antah berantah.

“ Okey, Are there among of you who've go to Bali?”

Hampir separuh siswa di kelas mengacungkan tangannya tinggi-tinggi. Dan ketika diminta bercerita di depan kelas dengan lancarnya mereka bercerita tentang pengalaman sewaktu berlibur ke Bali.

Bahkan salah seorang teman saya dengan rasa nasionalisme yang sangat tinggi serta semangat menggebu-ngebu bak Putri Duta Pariwisata Indonesia mencoba berbicara dengan seorang turis perempuan yang lagi duduk di pantai,

“You have been trip to Bali, why don’t you come around Indonesia. There are many beautiful tourist places you can visit?”

Turis itu seperti melihat makhluk alien yang tiba-tiba datang dengan pertanyaan aneh. Dengan dahi berkerut kemudian ia mengatakan,

“Where is Indonesia? Indonesia which is located adjacent to Bali?”

Teman saya melongo. Geblek banget.

Lha tempatmu duduk itu apa bukan Indonesia sih Bu? Gak diajari geografi juga tuh turis.


******


Saya lahir, besar, tinggal dan sekolah di Bali. Tentu saja saya juga bangga jadi gadis Bali. Meski begitu, kadang terbersit perasaan ironi dan rada sakit hati juga kalau melihat kenyataan- seperti itu.

Bayangkan, Bali dengan jumlah penduduknya 3.156.392 jiwa dan luas tak lebih dari seper enam pulau Jawa, seper dua belas Pulau Sumatra dan seper delapan belas Pulau Kalimantan mempunyai pertumbuhan perkapita yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan Pertumbuhan Perkapita Daerah di Seluruh Indonesia.

Pendapatan Perkapita tersebut paling banyak dari Sektor Pariwisata. Mungkin sama dengan Negara-negara lain yang mempunyai Pendapatan Perkapita tinggi lainnya, seperti Singapura, Hongkong, China, Australia yang menitikberatkan pada pembangunan di Sektor Pariwisata

Meskipun saat ini yang kita lakukan hanya bisa berandai-andai saja.

Tapi bukan tidak mungkin suatu saat kita akan menjadi Negara terkaya di Asia bahkan di Dunia dengan semakin meningkatnya pembangunan di Sektor Pariwisata.

Tak ada sesuatu yang tak mungkin.

Indonesia dengan Negara kepulauan terbesar di Dunia yang mempunyai 17.508 jajaran pulau. Luas Wilayahnya mencapai 1.9 juta mil persegi , terdiri dari bagian pulau-pulau dengan wisata yang indah, berbagai budaya yang beragam.

Tak kalah dengan menariknya Bali, tak kalah dengan Negara lainnya, seandainya saja lebih banyak dikenalkan ke seluruh penjuru dunia.

Lihat saja ini hal-hal yang Indah yang kerap terabaikan oleh mata seperti ini. Jika melihatnya dengan seksama maka kita tahu begitu banyak hal yang tersembunyi yang masih sangat pantas untuk dicari dan digali.



Ada yang mengira foto di atas adalah Negara Monaco? Bukan. Atau mengira adalah Hawai? Bukan juga. Ini adalah Bunaken. Taman Nasional Bawah Laut yang tersohor Indah di Manado.



Bila melihat gemerlapnya, apakah pasti dikira foto di atas adalah kota Amsterdam di Belanda? Atau mungkin ada yang mengira Roma atau Australia? Bukan semuanya. Itu adalah Bandara Sultan Hasanudin di Makasar.



Saat menjalani malam, bila berjalan di sepanjang jalan seperti disini. Kita pasti mengira sedang berada di Shanghai China atau sedang menonton Film Action Kungfu di Hongkong? Sama sekali tidak. Ini adalah Kya Kya yang terletak di sepanjang jalan Kembang Jepun Surabaya.



Jangan mengira foto di atas adalah view yang diambil dari jembatan romantis di kota Paris atau Roma. Atau jembatan di kota Hongkong dan Inggris. Salah banget. Ini adalah jembatan Rumpiang, sebuah jembatan kecil yang terletak di Kalimantan Barat.



Apalagi jika melihat foto di atas. Terpikir oleh benak kita, pasti kita sedang berada diperbatasan Negara Kanada. Atau Negara Bagian Amerika Florida. Bukan semuanya. Ini adalah jembatan Suramadu, jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura yang merupakan kebanggaan rakyat Indonesia.





Berpetualang menyusuri sungai yang disekitarnya di kelilingi belantara seperti foto di atas mungkin kita berkhayal sedang berada di sepanjang sungai Amazon yang very famously sebagai Belantara terhebat di dunia. Namun jangan salah, ini bukan hutan Amazon atau hutan Afrika lainnya. Ini adalah sepanjang sungai dan hutan di sepanjang Raja Ampat Daerah Papua.



Gak usah jauh-jauh deh, jangan mengira ini bangunan bersejarah di kota Roma atau Perancis. Ini adalah Gereja Kathedral terbesar di Jakarta, yang sayangnya seringkali jadi incaran para teroris sebagai sasaran peledakan bom menjelang malam Natal.



Pemandangan di atas bukanlah di Thailand. Pemandangan yang menarik dan akhirnya menjadi ikon sebuah stasiun Televisi Swasta di Indonesia adalah Pasar Terapung yang biasa ditemui sebagai pemandangan rutin di sepanjang sungai di Kalimantan Barat.




Mengira ini lomba perahu di Beijing China? Oh, tentu saja bukan. Ini adalah lomba perahu naga di propinsi Kalimantan Barat.

Kalau mau, masih banyak yang kegiatan budaya dan tempat wisata yang merupakan sister and brother dengan tampilan yang sangat mirip dengan Negara-negara lain. Kalau negara lain bisa seterkenal itu, kenapa Indonesia tidak?

Kalau ada yang masih meragukan itu adalah Indonesia. Let’s Visit Indonesia Year 2010.

Kita bantu promosikan Pariwisata Indonesia sepanjang yang kita mampu. Menjaga keamaanan dan ketentraman. Menjauhkan dari tindakan terorisme serta menjaga keindahan dan kelestarian alam.

Tapi…..

Jangan berkecil hati dulu, meski sekarang kita masih berandai-andai untuk menjadikan Pariwisata Indonesia menjadi tempat Pariwisata sepopuler Bali. Meski perkapita Indonesia masih sangat rendah dibanding Negara lain, ternyata Negara Indonesia telah tercatat sebagai Negara dengan penduduk pembeli Nokia E90 Comunicator terbanyak di dunia lho!




-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sumber :
1. Indonesia BG
2. Kick Andy
3. Wikipedia Tentang Bali
4. Wikipedia Nokia_E90_Communicator
5. Dinas Pariwisata dan Budaya
6. Indonesia Travel
7. Roy Saputra
8. Serta berbagai macam gambar dan pemetaan mesin pencarian google lainnya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Postingan ini dalam rangka mengikuti Ma Chung Blog Competition 2010 dengan tema “Indonesiaku Bukan Indonesia-Indonesiaan”

At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Indonesia Sebelah Mana Bali?

Senin, 10 Mei 2010

Virus Bodoh


Kalau ada slogan “Berantas Kebodohan!!” itu memang harus dilakukan.

Percaya atau gak, virus bodoh itu gampang sekali menular. Menjalar-jalar kian kemari mirip penyakit panu yang tumbuh di seluruh tubuh. Ngga usah cape-cape pakai pemutih, cukup menunggu sebulan aja, maka tubuh akan putih sempurna mirip Nikita Willy.

Eniwe,

Adik saya rupanya sudah tertular dengan virus bodoh yang sudah saya derita secara kronis selama bertahun-tahun.

Ceritanya, sewaktu kelas 4 SD seperti biasa, adek saya selalu berangkat dan dijemput Bapak.

Tapi kadang kalau Bapak ngga sempet jemput, biasanya adik saya pulang sekolah jalan kaki rame-rame sama temen-temennya yang rumahnya searah. Karena kebiasaan itulah, adek saya kadang suka bikin kesel dan bingung Bapak. Pasalnya, telat sedikit saja Bapak sampe di sekolah adek saya pasti udah pulang duluan jalan kaki sama temen-temennya.

Jadilah Bapak saya celingukan kebingungan mencari kesana kemari.

Hari itu, Bapak sudah wanti-wanti ke adek kalo nanti siang sepulang sekolah bakalan dijemput. Adek disuruh tinggal dan nunggu di gerbang sekolah biar Bapak ngga kebingungan.

Seusai pulang sekolah, adik saya tiba-tiba di hampiri sama Erik, temennya yang rumahnya searah dan biasa dia ajak jalan kaki pulang.

“ Megan (panggilan adek saya di sekolah), aku ngga dijemput nih, ayo pulang jalan kaki sama-sama!” Kata Erik

“ Aku dijemput Bapakku tuh Rik, tapi gak apa-apa deh. Yuk, aku temenin kamu jalan kaki!”

Sesampai di rumah Erik, ketika mau ditawari minum sama ibu Erik, adek saya langsung melesat lari balik ke arah sekolah.

Dengan terheran-heran, ibunya Erik bertanya ke adek saya, “ Lho mau Megan mau kemana? Kok balik lagi?”

“ Iya bu, aku nanti dijemput sama Bapak. Kalo aku ngga ada di Sekolah nanti Bapakku kebingungan nyari aku!!” Teriak adik saya lari melesat

Deuhhhh….

Harusnya dia kan bisa ngajak Erik nungguin Bapak dateng sebentar lagi, trus ngajak pulang sama-sama boncengan naik motor.

Bener-bener gak jelas banget tuh anak.



PS :

Keren ya, nama adik saya disekolah : Megan. Kaya bintang Hollywood yang main Film Transformer II… :D




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Virus Bodoh

Sabtu, 08 Mei 2010

Pil KB


Beberapa waktu lalu di daerah tempat saya tinggal, Kabupaten Blotzwana, Negara GJ (Gak Jelas) yang rakyatnya terdiri dari para Bebek-bebek ganteng dan cantik telah dilangsungkan Pil KB (Pemilihan Ketua Bebek) untuk memilih Calon Ketua Bebek dan Calon Wakil Ketua Bebek baru yang akan menduduki jabatan pemerintahan 5 tahun mendatang menggantikan Ketua Bebek dan Wakil Ketua Bebek yang akan segera usai masa jabatannya.

Sebelumnya telah di ajukan tiga kandidat pasangan CaKa Be dan CawaKaBe ini. Meski mereka mengusung Nama Partai yang sama Yaitu
PPPB (Partai Plin Plan Banget) tapi mereka mempunyai (katanya) visi dan misi sendiri. Ketiga Kandidat itu adalah :

1.
Pasangan MERANA yang terdiri dari : Meiry sebagai Ca Ka Be dan Suprana sebagai Cawa Ka Be.

Pasangan ini mempunyai misi untuk menjadikan masyarakat Kabupaten Boltzwana sebagai Masyarakat yang Super Gaul dan Asyik. Selain itu mereka juga ingin memajukan pariwisata dengan cara mendirikan pusat hiburan yang disebut dengan RUMAH AJEB AJEB AYEE

2. Pasangan PARAH
yang terdiri dari : Paiman sebagai Ca Ka Be dan Rahmadi sebagai Cawa Ka Be.

Pasangan ini misinya adalah memajukan masyarakat miskin. Jadi kalo ada apa-apa masyarakat miskinlah yang disuruh maju duluan. Ada konflik masyarakat miskin yang diajukan, ada kerusuhan masyarakat miskin yang diajukan.

3. Pasangan JOROK yang terdiri dari : Johan sebagai Ca Ka Be dan Rokidi sebagai Cawa Ka Be.

Berbeda dengan kedua pasangan di atas. Pasangan JOROK ini lebih menitikberatkan pembangunan di sektor PEMBANGUNAN FISIK. Seperti mendirikan tempat Fitness, mendirikan pusat kebugaran , mendirikan salon-salon kecantikan, memasyarakatkan meni pedi serta memasyarakatkan Senam Jumpalitan. Pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan FISIK.



Berdasarkan hasil survey yang datanya sangat tidak akurat yang dilakukan oleh sebagai
Peneliti gila, warga perumahan tempat saya tinggal rada bingung mau pilih siapa.

Kebingungan itu bukan karena Ketiga pasangan itu bagus kinerjanya atau jelek misi yang ditawarkan. Tapi mereka bingung memilih pasalnya warga gak ada yang kenal betul para calon Ca Kabe dan Cawa Kabe.


Satu-satunya Pasangan yang agak mereka kenal namanya adalah Kandidat no. 1 yaitu
Pasangan MERANA.

Bukan karena mereka bijaksana dan cakap, tapi lebih kepada sikapnya yang rada kontroversi.


Si Meiry sebagai satu-satunya kandidat CaKaBe berjenis kelamin perempuan,
adalah putri dari KaBe yang saat ini tengah menjabat. Statusnya gak jelas, apakah dia janda atau duda (lho???), kabarnya ia hobby dugem dengan kaum Genset (bukan jetset) dan suka gonta-ganti pacar.

Sedang si Suprana ini, kebetulan rumahnya dekat daerah tempat tinggal saya sehingga warga perumahan sangat mengenal tabiatnya.


Saya inget bener, ketika suatu saat Suprana memprakarsai Lomba Mancing yang tempat penyelenggaraannya di sungai dekat perumahan yang masih termasuk dalam kompleks perumahan.


Orang-orangnya yang menjadi kaki tangannya Super Arogan. Parkir Motor kayak Kayak taruh Dedak di Kandang ayam, berceceran gak ada rapi-rapinya. Belum lagi Mobil yang berderet seenaknya menutupi jalan keluar masuk kompleks perumahan. Ketika ditegur, malah marah-marah dan groeng-groeng motor keras-keras.


Persis orang gak makan bangku sekolah (ya iyalah…sekolah kok makan bangku!!).

Tapi dari sikap-sikap yang penuh kontroversi ini malah justru menimbulkan keuntungan kepada pasangan MERANA ini :

1. Nama mereka lebih dikenal oleh masyarakat


2. Foto mereka gampang dikenali, jadi mereka gak usah cape-cape memperkenalkan diri


3. Orang menunggu-nunggu pengin tahu seperti apa sih omongan kontroversi yang bakal dikeluarkan? Dan menunggu apa tingkah kontroversi yang akan dilakukan selanjutnya.


Dan pada akhirnya, seusai Pil KB yang menang adalah :
PASANGAN MERANA, karena satu-satunya foto yang dikenal oleh masyarakat. Sedang foto yang lain gak kenal.

So???


Jadi gak salah kan kalo
rame-rame para artis pengin banget jadi bupati dan wakil bupati, gak salah kan kalo Venna Melinda, Julia Perez, Ayu Azhari, Maria Eva bahkan Zarima ikutan Pilkada? Meski tingkahnya sering menimbulkan kontroversi dengan baju-baju mereka yang sangat hemat bahan.

Karena menurut asumsi umum, Semakin kontroversi akan semakin gampang dikenal. Riwayat hidup mereka bisa di cari lewat pemetaan mesin pencari Google, Video mereka bisa dilihat di YouTube dan Foto-foto mereka dengan berbagai pose bisa didownload diberbagai situs untuk dijadikan wallpaper HP atau sekedar menjadi screen server komputer.


Dan menurut asumsi yang sangat sesat, masyarakat mempunyai kecenderungan memilih seseorang yang sudah dikenal ketimbang memilih foto-foto yang gak jelas siapa itu. Sodara bukan, teman bukan, kenal juga enggak.


Ibarat pepatah : seperti membeli kucing dalam karung. Sungguh bego kan? Wong membeli kucing kok dalam karung, minta tetangga juga dikasih. .

Yang lebih bego lagi yang memasukkan Kucing dalam karung itu. Jelas kurang kerjaan banget...




Note :
Dilarang Protes dengan gambar yang sama sekali gak ada nyambung-nyambungnya dengan postingan!!

Postingan ini semi fiksi, nama dan kejadian adalah fiktif. Bila ada nama dan kejadian yang sama itu hanyalah kebetulan semata.



Postingan ini dalam rangka mengikuti Ma Chung Blog Competition 2010 dengan tema “Indonesiaku Bukan Indonesia-Indonesiaan”




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Pil KB

Kamis, 06 Mei 2010

Gundala Putra Petir




Postingan ini masih seputar cerita tentang Mang Windu. Bocah berumur 3 tahun yang hobby merampok permen-permen saya setiap siang.

Bocah yang nasibnya malang karena jadi tetangga saya itu. Dia punya obsesi besar, kelak suatu saat dia ingin jadi pacar saya. Jelas hal itu saya tolak mentah-mentah, saya gak mau dibilang pedophilia trus dilaporkan ke Komnas Perlindungan Anak

Meski Mang Windu, hampir setiap hari saya usilin, anehnya, dia tetep aja lengket sama saya. Bahkan dia lebih sering memilih main dengan saya ketimbang sama kakaknya yang sahabat saya juga si Rosa.

Katanya Mbok Rosa itu galak! Gak kaya Kak Aik yang manis, sabar, lembut dan baik hati*plaaakk*

Siang itu saya lagi gak ada kerjaan, main ke rumah Rosa yang nota bene rumah Mang Windu juga. Rumahnya masih sepi, hanya Rosa dan Mang Windu aja di rumah. Bapak ibunya belum pulang kantor. Rosa sendiri lagi sibuk ngerjain tugas sekolah, sementara Mang Windu rewel banget ngajak mainan.

“ Ngoyong malu na’e Mang! Mbok Rosa nu sibuk neh!” (Diem dulu dong Mang, Kak Rosa masih sibuk nih!)

“ Sing nyak!! Mai na’ mbok…!” (ngga Mau, kesini dong kak!)

Ngelihat gelagat itu saya segera mengambil inisiatif ngajak Mang Windu mainan. Tapi bingung mau ngajak mainan apa? Mau ngajak keluar, hari siang gini,,panas banget, mau main gundu, saya engga ahli.

Saya trus puter otak gimana caranya biar Mang Windu bias duduk diem. Satu-satunya jalan ya ngajak dia dengerin cerita. Kebetulan dia sukanya cerita tentang Super Hero.

“ Sini Mang!! Kak Aik critain mau?”

Mang Windu mengangguk antusias, “ Mau…mau..mau!”

“Duduk sini yang manis ya..!!” Saya menepuk-nepuk kursi di sebelah saya.

“Pada jaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri yang sudah tua namun belum dikaruniai putra. Setiap hari mereka berdo’a agar dikarunia putra yang ganteng kaya Omang”

Mang Windu tampak kesenengan dirinya dijadikan rule model kegantengan tokoh cerita. Masih dengan antusias ia mendengarkan lanjutan cerita.

“Hingga akhirnya suatu hari mereka menemukan bayi terjatuh dari pecahan batu krypton dari udara diladang mereka, bayi itu dibungkus selimut tebal itu dinamakan Superman.”

“Kuat ya Superman itu? Kaya Omang gini?” Kata Mang Windu sambil memamerkan lengannya.

“ Iya, kuat kaya Omang, bisa ngangkat bis, bisa ngangkat balok kayu. Pokoknya kuat banget. Hingga pada suatu hari, waktunya superman kecil diajak arisan ibunya….”

“ Loh????” Rosa yang sedari tadi nguping tiba-tiba ikut nimbrung ingin protes dengan jalan cerita mulai gak masuk akal.

Tanpa menghiraukan reaksi negative dari sebagian pendengar, saya meneruskan cerita, “ Di tempat arisan banyak ibu-ibu berkumpul disitu. Dan seperti biasa ibu-ibu suka ngrumpi ngomongin anak dan suaminya”

“ Ini putranya Bu? Wah kok ganteng sekali ya?”

“ Bukan cuma ganteng bu, dia juga kuat. Bisa ngangkat bus, bisa angkat grobak.” Kata si Ibu Superman sok pamer..

Si ibu Power Ranger gak mau kalah, “ owh itu belum seberapa bu, anak saya kembar lima selain bisa berubah warna jadi pink, hitam, merah, kuning dan biru juga bisa berubah jadi mobil, pesawat bahkan becak sekalipun. Jadi enak, saya gak usah repot-repot kalo mau kemana-mana. Tinggal suruh mereka berubah aja.”

“ Ah itu keciiillll bu, anak saya dong, bisa memanjat dinding, bisa loncat sana loncat sini gak jatuh, bisa mempunyai insting tanda bahaya. Jadi saya engga usah repot-repot kalo mau metik mangga atau mau masang tali jemuran.” Kata si Ibu Spiderman dengan bangga…

Jeger!!!….jeger!!! ..jegeerrrr!!!! Gluduk..gluduk..brraaakkkk…braaakkk.!!! Tiba-tiba dari jauh ada suara menggelegar dan gemuruh yang dahsyat…

“ Minggiiirrrr semuanya!!!”

“ Suara apa itu? Suara apa itu??” Ibu-ibu yang berkumpul di arisan kaget dan lari pontang-panting.

Lalu seorang ibu dengan bangganya sambil berdiri mengatakan,“ Owh itu anak saya si Gundala.maklum, Papanya aja si Petir, jadi wajar aja dong kalo dia bisa mengundang, hujan, badai, banjir dan kilat…”

Plooookkkkkk!!!! Rosa melempar saya dengan bantal keras-keras, “ Weee Yuk, jangan kau racun adikku dengan cerita yang gak mutu!!!”


“ Kak Aik, boleh ganti ceritanya si Kancil aja?”



Pesan Moral :

Janganlah percayakan pengasuhan anak anda pada seseorang yang tidak professional…






Lanjut Baca - Gundala Putra Petir

Rabu, 05 Mei 2010

Itik Candy’s



Tetangga saya, seorang cowo ganteng dan imut bernama : Komang Windu atau yang biasa saya panggil Mang Windu.

Usianya baru menginjak 3 tahun.

Saat ia mulai belajar bicara, Mang Windu belum bisa melafalkan huruf Y ditengah dengan benar, sehingga dia selalu memanggil nama saya AYU dengan sebutan AIK.

Kini, meskipun ia sudah gak cedal lagi, dan bisa menyebut nama saya dengan Kak Ayu tetap saja ia menyebut saya dengan panggilan istimewa yang gak ada duanya di dunia : Kak AIK.

Mang Windu ini hampir setiap siang setelah bangun tidur selalu main ke rumah mencari saya. Tujuannya satu : Dia selalu minta permen.

Saya memang hobby ngumpulin permen kembalian dari swalayan sebagai pengganti uang receh. Meski sebenernya rada sebel dengan fenomena uang receh diganti permen oleh swalayan-swalayan, tapi saya gak bisa berbuat apa-apa. Masalahnya di Bali sendiri, yang berlaku dan diterima sebagai alat pembayaran di pasar recehan terkecil adalah : Rp. 500.

Menerima kembalian permen juga ga ada buruknya, malah ternyata ada juga gunanya. Setiap siangnya biasanya saya bagiin ke anak-anak yang suka main-main di depan rumah. Mang Windu ini yang paling rutin dapet jatah harian.

Suatu siang seperti biasa ia maen ke rumah minta jatah permen, tapi kok ndilalah..saya lupa kalo permen saya udah habis tadi dibagiin ke anak-anak sebelum dia dateng.

“ Kak Aik, Omang minta permen..” Katanya memelas

Saya mencoba merayunya, “ Permennya abis tuh Mang, besok aja ya?”

“ Ngga mau, Mang minta permen!”

Mang Windu mulai merajuk menarik narik tangan saya. Saya bingung, mau gimana. Mau pergi ke warung buat beliin permen males banget. Mana panas lagi…

“ Besok aja ya Mang, Kak Aiknya mau bobok nih”

“ Ngga mau, minta permen..minta permen..!”

“ Tapi permennya udah abis, gimana dong? Besok ya, kak Aik beliin yang banyak!”

“ Minta permen, kak Aik minta permen..”

Mang Windu terus saja merengek. Otak saya mulai berputar mencari akal gimana caranya supaya dia bisa diem dan berhenti merengek.

Saya inget, dikulkas ibu masih menyimpan gula Bali (gula merah, gula aren).

Daripada saya cape-cape musti ke warung buat beli permen, mending gula Bali saya potong kecil-kecil lalu saya bungkus pakai kertas Emas (yang kebetulan ada sisa prakarya adek saya..ishhhgghhh jorok!!) ujungnya saya iket trus dipotong-potong rumbai-rumbai....

Tararaa......jadilah permen yang cantik dan menawan berwarna keemasan merek : Itik Candy’s.

“Nih Mang, permennya..” Tangan saya menyodorkan beberapa potong Itik Candy’s ke Mang Windu, “Kak Aik bukain ya?”

Mang Windu gak jadi ngambek, sambil duduk tenang dikunyahnya “permen itu” pelan-pelan. Mungkin sambil ngerasain sensasi yang beda dari permen yang “gak biasa” ini.

“ Enak Mang?” Mang Windu mengangguk sambil trus mengunyah..

“ Manis Mang? “ Dia masih mengangguk…

“ Besok mau Kak Aik kasih permen kaya gini lagi?” Mang Windu mengangguk sekali lagi

Sambil menatap muka saya, tiba-tiba dia berkata, “ Emang ini permen ya Kak? Ini bukannya Gula Bali?”


Please, jadi jangan under estimate dulu dengan anak kecil, ternyata dia tak segampang itu untuk dibodoh-bodohin. Iya kan?




Lanjut Baca - Itik Candy’s

Sabtu, 01 Mei 2010

Bukan Super Woman, apalagi Super Mie Rasa Ayam Bawang


Saya punya banyak obsesi.

Selain jadi Miss Universe, Paranormal, Aura Kasih saya juga kepengin banget suatu saat jadi Notaris. Menurut saya, menjadi Notaris itu sangatlah keren. Bayangin aja, duduk di meja besar, dikursi yang bisa muter-muter, didepan komputer pake baju rapi dan bisa berdandan cantik.

Kalau saya jadi Notaris, pasti saya akan memanfaatkan pekerjaan ini untuk kepentingan pribadi saya, saya akan menerima klien khusus cowo-cowo yang ganteng saja. Apapun masalahnya, yang penting kliennya cowo ganteng aja. Selain itu, menurut saya, kerjaan Notaris itu gak susah-susah banget, palingan cuma :

1. Ngrapiin nota-nota di meja yang berserakan

2. Membuat nota kalo ada orang yang ngutang (kayak bon di warung gitu)

3. Menerima pesanan nota, baik nota untuk warung maupun toko. Nota yang besar dijual dengan harga 100 ribu per lusin, sedang ukuran kecil 75 ribu. Beli 3 bonus 1.

Seru kan??

Tapi setelah baca This is My Job saya baru tahu, betapa dongonya saya…

Mungkin karena NIAT BUSUK dari awal serta PEMAHAMAN YANG DUDUL DAN SAMA SEKALI TIDAK BENAR TENTANG PROFESI NOTARIS itulah makanya cita-cita saya ini gak akan mungkin tercapai.

Tapi sebenernya bukan hanya karena alasan utama yang menyebabkan obsesi saya jadi notaris gak akan mungkin terjadi, yang paling penting adalah : karena saya tak pernah mampu belajar berlama-lama dan otak saya sedikit terganggu.


********


Adalah seorang perempuan bertubuh mungil, berkulit putih, berparas cantik bernama : Fanny Fredlina, awalnya adalah perempuan biasa saja, yang juga punya profesi sebagai seorang Notaris.

Kegemaran perempuan satu ini banyak, selain hobby menulis dia juga hobby melancong makan kue pancong ketemu sundel bolong lari terbengong-bengong. Saking hobbynya berpelesir ria hingga ia mendapat julukan Sang Pelancong.

Suatu pagi ketika ia berangkat bekerja, di tengah jalan ia mendengar suara ribut-ribut.

Si Fanny Cantikpun keluar dari mobilnya untuk melihat apa yang tengah terjadi. Ternyata ada 2 orang perempuan berpakaian yang masih mengenakan baju daster batik sedang bertengkar. Yang satu membawa SAPU LIDI, yang satu lagi membawa panci berisi SAYUR ASEM.

Merasa terpanggil jiwanya untuk mecegah terjadinya pertikaian dahsyat tersebut maka iapun berinisiatif melerai keduanya. Namun Untung tak dapat di raih, Malang letaknya di Jawa Timur, maksud hati ingin melerai malah ia kena siram sayur asem dan lemparan sapu lidi.

Fannypun pingsan….

Namun ketika ia sadar, ia mendapatkan kekuatan yang ruaaaarrrrr biasa. Saat situasi genting, Fanny mampu merubah dirinya dengan kekuatan yang superdahsyat untuk membantu sesama. Ia menjadi IKON super hero baru di Negara Blogger dengan julukan :


.:: SUPERFANNY ::.

SuperFanny


Kekuatannya luar biasa, Fanny menjadi hyperaktif hingga mampu berlari sepanjang 300 ribu km nonstop, mampu gak tidur 4 hari 4 malem, engga makan 3 hari 3 malem dan yang paling penting mempunyai kekuatan menulis blog tanpa berhenti hingga mencapai postingan yang ke 1000 dan menciptakan 8 blog super aktif.

Seperti halnya Superman, SUPERFANNY juga punya kelemahan, kalau Superman akan lemah bila dekat dengan batu Krypton, maka SUPERFANNY akan lemah dengan 3 hal yaitu : Ibu-ibu berdaster Batik, Sapu Lidi dan Sayur Asem.

Bila deket-deket salah satunya maka iapun akan langsung gatal-gatal dan lemah disertai demam tinggi dan kejang-kejang.

Bila anda mengalami kesulitan dalam hal apapun maka hubungi saja SuperFanny melalui blognya Sang Cerpenis Bercerita. Dan ia akan sangat baik hati untuk membantu kesulitan anda. Anda akan ditenangkan dengan cerita-cerita yang super keren melalui cerpen karya-karyanya.

Sayapun telah memesan 1 hal padanya, untuk mengirimkan sebuah novel cantik berjudul : I only sleep with super model karya Fajar Nugros

Semoga saja SuperFanny mengabulkannya.




PS :
Maaf ya mbak Fanny, kalo editan fotonya kurang bagus..





Lanjut Baca - Bukan Super Woman, apalagi Super Mie Rasa Ayam Bawang
 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon