Dear Clara Canceriana,
Maaf sebelumnya jika kali ini aku tak menggunakan embel-embel kata “Mbak” di depan namamu seperti biasa saat aku memanggilmu. Hal ini kulakukan semata-mata agar semua orang tahu bahwa aku menulis surat ini dengan perasaan Iri hati dan Dengky Kurniawan.
Meskipun aku ditakdirkan sebagai Calon Miss Universe dan sudah terbiasa dikelilingi oleh para pemuja-pemuja setan tetapi aku juga manusia yang punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati. Pisau Belati sering dibawa penjahat sedang aku sering ke Penjahit.
Gimana aku ngga iri coba?
Ditengah-tengah aku yang sedang dalam keadaan miskin ide, kering kreatifiitas dan lemah dalam mengurai kata-kata, novel keduamu yang berjudul Rain Affair malah diterbitkan. Yang kedua !!! Ya, yang kedua!! *histeris*
Aku menjadi semakin sebal ketika melihat Gagas Media yang menerbitkan Novelmu, memberikan ilustrasi Cover Buku yang cantik nan romantis berwarna gradasi putih dan biru pastel serta payung terbalik berwarna pink lembut.
Gila!
Itu kan warna kesukaanku semua. Lambang romantisme dan cinta abadi. Cute abis…
Tapi jangan ge er dulu! Meski aku memuji setinggi langit dan sangat tertarik dengan cover Novelmu yang manis, belum tentu aku tertarik membaca isinya.
Yah..dikit sih..
Agak Banyak lah..
Oke..oke..okelah aku akui!!
Aku sangat terpesona dengan jalan cerita Rain Affair setelah membaca Synopsisnya.
Heran aku, Ealah…kok bisa-bisanya sih dirimu mengurai kata dan ide tentang “hujan” menjadi kalimat yang jenius dan indah.
Padahal kalo aku yang mengurai dan mendefinisikan kata tentang “hujan” pasti gak jauh-jauh dari kalimat yang berkonotasi Hujan penyebab banjir, salesma, basah kuyup dan penyakit kulit.
Penginnya aku belajar ilmu mengolah kata seperti itu, tapi aku bingung dimana aku harus belajar?
Aku berguru pada Deddy Corbuzer tapi justru diajari nyetir ditutup mata yang malah membuat penyakit jantungku kumat.
Aku berguru pada ki Joko Bodoh, malah diajari bagaimana memelihara rambut panjang bak parahnormal.
Aku berguru pada Ki Gendeng Pamungkas, malah diajari bagaimana menjadi gendeng tapi tampak seperti ayan.
HUH!!
Aku semakin geram, ketika kemarin di Gramedia aku menemui Rain Affair bertengger dengan manisnya dalam rak “New Arrival” seharga Rp.34.500. Ingin rasanya ku obrak abrik Rak buku tempat novelmu ditata rapi. Tapi aku takut dengan penjaga toko buku yang mulai melotot curiga dengan gerak gerikku.
Bukan hanya itu, tiba-tiba inginnya aku menjadi penjahat cyber demi meng-hack situs toko buku online yang juga menyediakan pembelian novelmu secara online dengan memberi diskon pula. Tapi jangankan menghack, membedakan tombol on off computer dengan saklar lampu saja aku suka keliru.
Dan akhirnya aku hanya bisa berdiri disini sendiri menjadi seorang pecundang.
Terakhir, ingin ku ucapkan sebuah pantun untukmu :
Ke Tanah Abang mencari pasir
Menunggu rembulan di atas perahu
Bila eneng dan abang membeli Rain Affair
Tentu akan baca kisah tentang sang hujan yang mengharu biru
Disana gunung disini gunung
di tengah-tengah ada bidadari
Saya bingung anda juga pasti tambah bingung
Kenapa di tengah gunung ada bidadari????
Tertanda
Dariku yang mengidap hepatitis akut (baca : sakit hati)
Itik Supermanis nan Gaul Abis
Lanjut Baca - Semacam Surat Terbuka Tentang Rain Affair
Maaf sebelumnya jika kali ini aku tak menggunakan embel-embel kata “Mbak” di depan namamu seperti biasa saat aku memanggilmu. Hal ini kulakukan semata-mata agar semua orang tahu bahwa aku menulis surat ini dengan perasaan Iri hati dan Dengky Kurniawan.
Meskipun aku ditakdirkan sebagai Calon Miss Universe dan sudah terbiasa dikelilingi oleh para pemuja-pemuja
Gimana aku ngga iri coba?
Ditengah-tengah aku yang sedang dalam keadaan miskin ide, kering kreatifiitas dan lemah dalam mengurai kata-kata, novel keduamu yang berjudul Rain Affair malah diterbitkan. Yang kedua !!! Ya, yang kedua!! *histeris*
Aku menjadi semakin sebal ketika melihat Gagas Media yang menerbitkan Novelmu, memberikan ilustrasi Cover Buku yang cantik nan romantis berwarna gradasi putih dan biru pastel serta payung terbalik berwarna pink lembut.
Gila!Itu kan warna kesukaanku semua. Lambang romantisme dan cinta abadi. Cute abis…
Tapi jangan ge er dulu! Meski aku memuji setinggi langit dan sangat tertarik dengan cover Novelmu yang manis, belum tentu aku tertarik membaca isinya.
Yah..dikit sih..
Agak Banyak lah..
Oke..oke..okelah aku akui!!
Aku sangat terpesona dengan jalan cerita Rain Affair setelah membaca Synopsisnya.
“ Tentang kisah cinta anak manusia bernama Noah, Nathan dan Lea yang berdiri di atas kebohongan dan kepalsuan. Noah yang mengukirkan kebohongan-kebohongan kecil pada setiap sisi hati Lea, seolah mengatasnamakan sayang. Sementara Nathan yang berdiri di garis luar, berusaha untuk membuat dirinya tetap 'ada' di mata Lea, sambil menunggu gadis itu mengingat dirinya. Tapi mereka tidak bahagia. Sampai mereka dihadapkan pada keputusan untuk meninggalkan semua kebohongan itu. Bahwa kebahagiaan justru ada pada mereka sendiri.”
Heran aku, Ealah…kok bisa-bisanya sih dirimu mengurai kata dan ide tentang “hujan” menjadi kalimat yang jenius dan indah.
Padahal kalo aku yang mengurai dan mendefinisikan kata tentang “hujan” pasti gak jauh-jauh dari kalimat yang berkonotasi Hujan penyebab banjir, salesma, basah kuyup dan penyakit kulit.
Penginnya aku belajar ilmu mengolah kata seperti itu, tapi aku bingung dimana aku harus belajar?
Aku berguru pada Deddy Corbuzer tapi justru diajari nyetir ditutup mata yang malah membuat penyakit jantungku kumat.
Aku berguru pada ki Joko Bodoh, malah diajari bagaimana memelihara rambut panjang bak parahnormal.
Aku berguru pada Ki Gendeng Pamungkas, malah diajari bagaimana menjadi gendeng tapi tampak seperti ayan.
HUH!!
Aku semakin geram, ketika kemarin di Gramedia aku menemui Rain Affair bertengger dengan manisnya dalam rak “New Arrival” seharga Rp.34.500. Ingin rasanya ku obrak abrik Rak buku tempat novelmu ditata rapi. Tapi aku takut dengan penjaga toko buku yang mulai melotot curiga dengan gerak gerikku.
Bukan hanya itu, tiba-tiba inginnya aku menjadi penjahat cyber demi meng-hack situs toko buku online yang juga menyediakan pembelian novelmu secara online dengan memberi diskon pula. Tapi jangankan menghack, membedakan tombol on off computer dengan saklar lampu saja aku suka keliru.
Dan akhirnya aku hanya bisa berdiri disini sendiri menjadi seorang pecundang.
Terakhir, ingin ku ucapkan sebuah pantun untukmu :
Ke Tanah Abang mencari pasir
Menunggu rembulan di atas perahu
Bila eneng dan abang membeli Rain Affair
Tentu akan baca kisah tentang sang hujan yang mengharu biru
Disana gunung disini gunung
di tengah-tengah ada bidadari
Saya bingung anda juga pasti tambah bingung
Kenapa di tengah gunung ada bidadari????
Tertanda
Dariku yang mengidap hepatitis akut (baca : sakit hati)
Itik Supermanis nan Gaul Abis
At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
























