Sabtu, 25 September 2010

Menjadi Jurnalis atau Penulis Fiksi?

Menjadi Jurnalis atau Penulis Fiksi?

Ketika saya membaca buku Raditya Dika yang menceritakan pengalamannya menjadi jurnalis di Metro TV dan Bukune, saya sungguh terkagum kagum. Wow...betapa kerennya. Meski sebenernya yang ia ceritakan justru tentang kedodolannya selama menjadi jurnalis, tapi buat saya tetaplah keren.


Menurut saya, menjadi jurnalis itu sama asyiknya kaya jadi selebritis. Bisa ketemu orang penting, bisa tahu tentang banyak hal dan bisa juga ngetop. Terbayang jika saya nenteng-nenteng kamera sambil bawa perekam lari-lari berkejaran dan berdesak-desakan dengan wartawan lain saat akan mewawancarai artis top.

" Mas, gimana perasaannya setelah jadi artis yang lagi naik daun?"

" Mas..mas...lu kire gua tukang siomay apa?"

" Ya udah, panggilnya Abang aja ya?"

" Bang...bang...lu kire gue tukang becak apa?"

" Kalo gitu Uda aja deh!"

" Lho kan belum wawancara? Kok Udah sih?"

" Uda..uda...itu artinya kakak!! "

" Haaahhh kakak??? Oh Tidaakk!! Lu kire gue mau jadiin lo adek? Ihh amit-amit deh!!"

Btw, jadi critanya saya sejak 2 bulan lalu lagi belajar jadi jurnalis sebagai kontributor Majalah Aplaus The Lifestyle dan terakhir di Tabloid Bali Bicara.

Dalam pikiran saya, semua orang itu mirip kaya saya yang punya jiwa narsistic dan antic ini bahwa mereka akan sangat senang jika ditampilkan di sebuah media. Tapi ternyata anggapan saya salah sama sekali.


Suatu hari saya pengin menjadikan teman saya tampil menjadi profile di Tabloid. Sebab, menurut saya ia memenuhi kriteria untuk ditampilin dalam terbitan kali ini. Selain saya lumayan kenal akrab, dia juga cakep dan juga cukup narsis ketika tampil di FB. Apalagi, dia pernah aktif dan berprestasi di dunia modelling. Tapi pas saya bilang mau wawancara, dengan jaimnya dia bilang :

" Aku ngga bisa, aku merasa ngga pantes aja tampil di majalah"

Lalu dengan sedikit membujuk saya bilang padanya :

" Ngga apa-apa mbak, Mbak *** okey banget kok. Yah, itung-itung bantu saya belajar jadi jurnalis."

"Maaf ya, tapi sekarang aku ngga bisa bantu. "

Busyeeetttttt..... begini rasanya ditolak orang ya? Gak nyangka banget saya dengan jawaban temen saya itu. Meski sedikit kesel, tapi saya mencoba mikir positif aja. Mungkin emang dia pemalu (hihihi...apa malu-maluin ya??:D)

Pernah suatu kali saya ingin membuat artikel tentang sebuah komunitas. Alamatnya sudah saya dapetin lewat temen. Sebelum ketemu sama orang-orangnya, maka saya lebih baik menghubungi lewat telp untuk membuat appointment kapan bisa ketemu.

Berhubung saya gak tahu no telp.nya maka saya nanya berdasarkan alamat tersebut di bagian informasi telkom, 108. Dari informasi no telp yang saya dapetin saya langsung telp ke no tersebut.

" Halo selamat pagi. Apa benar ini Jalan XXX, Sanur Denpasar?"

" Ya benar, ini dengan siapa ya?" Kata suara lelaki dengan suara bariton di seberang sana.

" Ini dengan Dyah Ayu. Bisa bicara dengan bapak **** (nama si Contact Person)?"

" Oh ya saya sendiri. Ada apa ya mbak. Ada apa?"

" Saya ingin tahu kegiatan komunitas yang bapak pimpin saat ini"

" Komunitas? Komunitas apa ya?"

" Lho, bukannya ini Markasnya Denpasar ***** Clubs ya?"

" Bukan mbak, ini Home Stay"

" Maaf pak salah sambung..."

" Ngga apa-apa mbak, ngomong-ngomong rumahnya dimana? Minta no hapenya dong! Boleh main ke rumah gak?"

" Engggggaaaaaaaaaakkkkkkkkkkk!!!" Teriak saya buru-buru menutup telpon.

Padahal baru segitu. Gak ngebayangin gimana para jurnalis senior yang malang melintang di dunia persilatan. Buat ngedapetin artikel dan nara sumber yang akurat pasti gak sedikit halangan merintang. Sebab, kalo keselo tangan salah nulis dikitttt aja bisa jadi perkara besar yang bisa menjadi nyawa taruhannya. Hiiii...

Hal ini berbeda banget ketika kita menulis Fiksi. Entah itu, cerpen, novel, puisi, prosa atau cerita bersambung. Seolah-olah kita ini bisa menjadi sutradara dan Raja. Alur cerita, karakter tokoh dan akhir kisah bisa kita buat sendiri.

Mau sad ending atau mau happy ending kita bisa atur. Kalo suka dengan tokoh imajinasinya (misalkan diri sendiri) ya akhir kisah yang baik-baik aja. Tapi kalo lagi dendam dengan tokoh imajinasinya bisa aja dibuat sesengsara mungkin. Biar kapok!!!


Pokoknya dalam fiksi, semuanya cincay lah...bisa diatur.

Tapi kalo saya di tanya saya lebih suka mana menulis artikel sebagai jurnalis atau menjadi penulis fiksi? Maka saya akan menjawab bak selebritis yang lagi di wawancara di infotainment ketika disuruh milih antara nyanyi atau sinetron?

"Dua-duanya enak sih! Susah ditinggalin"

Hayaahhhh sok artis banget deh lu!!




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Menjadi Jurnalis atau Penulis Fiksi?

Senin, 20 September 2010

Ibu, Makan dan Alasan Poligami

Ibu, Makan dan Alasan Poligami

Maaf sebelumnya saya jarang update blog dan BW, maklum saya lagi terserang penyakit parah, penyakit kambuhan, kronis, menahun, susah sembuhnya dan susah nyari obatnya : M.A.L.A.S. he..he

Ngeningwe, saya hanya ingin sekedar menulis saja. Sedikit diantara hari-hari lebih dari hampir 16 tahun saya bersamanya. Beberapa hari terakhir ini saya hobby mengamati gaya makan Ibu.

Sebenernya bukan beberapa hari terakhir saja sih, tapi sejak dulu dan hampir setiap saat saya selalu melihat ibu melakukan hal-hal kaya begini :

Ibu selalu makan paling belakangan.

Meski bangunnya paling duluan, masak, menyiapkan makan dan segala keperluan, tapi ibu tak pernah menyentuh makanan duluan sebelum kami bertiga, Ayah, saya dan adek selesai makan.

Kalo ditanya, "kenapa ngga maem Bu?"

Maka alesannya selalu bilang, " Nanti aja, kamu aja duluan, ibu masih kenyang !"

Padahal, setiap mengambil makan belakangan ibu selalu beresiko kehabisan makanan atau lauk, dapet jatah makanan paling sedikit dan beres-beres meja makan dari semua makanan sisa dan perabotan makan kotor.

Ibu hobby memberikan jatah makanannya

Kadang saat ibu lagi pengin gak masak atau gak sempet masak, ibu biasanya beli lauk atau nasi di warung.

Masing-masing udah dapet jatah sendiri-sendiri. Tapi lagi-lagi dasar kami bertiga, Ayah, saya dan adek suka rakus, masih saja kelaparan meski jatah kami sudah habis.

Adek saya yang selalu memasang muka memelas sambil ekting pegang perutnya sambil mengatakan, " Bu, adek masih laper"

Maka ibu dengan ringan menjawab, " Ya makan aja nasinya ibu"

Lalu kita pura-pura sok care balik nanya, " Lha nanti ibu maem apa dong?"

" Ahhh gampang.." Jawab ibu gak kalah sok jago dan sok kuat..

Padahal sehabis itu ibu gak makan dan menunda makannya sampai waktu makan berikutnya.


Ibu selalu "gak tega" membiarkan makanan sisa terbuang

Kadang kita ngga selalu bisa menghabiskan makanan, terutama saya dan adek. Apalagi kalo lauknya gak cocok atau kondisi tubuh lagi gak enak alias sakit.

Sejak kecil, meski makanan sudah dingin, meski dilidah saya sudah ngga enak rasanya, meski sudah sisa kita makan dipiring ibu selalu berusaha menghabiskan makanan sisa kami (kecuali jika makanan sudah basi, pastilah di buang tentunya).Katanya,

" Sayang buang-buang makanan, gak baik dibiarkan mubazir!"

" Tapi kan sudah gak enak bu!"

" Lebih gak enak kalo ngga ada makanan, ngga punya makanan. Masih untung gak kelaparan"

Dan saya tahu betul resikonya akibat hobbynya itu. Kini berat badan Ibu naik 2 kali lipat dibanding sewaktu ibu semasa masih gadis.

Tapi dengan PDnya ibu selalu bilang bahwa Ibu masihlah makhluk Tuhan yang paling sexy. Tentunya di mata ayah saya dong.

Semoga terus begitu ya Bu...Aamiin

Gila aja jika kemudian ada lelaki yang
menjadikan alasan pembenaran untuk selingkuh atau melakukan poligami hanya karena dimatanya istrinya gak cantik lagi, gak langsing lagi, gak menarik lagi, gak bisa menjaga body, gak bisa menyenangkan suami setelah bertahun-tahun mendampinginya dalam suka dan duka.

Ironisnya lagi, bila ada sesama perempuan justru ikutan menyalahkan dengan mengatakan, "Salah sendiri, kenapa punya suami gak dijaga!!!"




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Ibu, Makan dan Alasan Poligami

Selasa, 14 September 2010

Ada Itik Masuk Tabloid, sungguh Amis Tapi Nyata

Hampir seminggu seusai Lebaran yang tak lagi kesepian saya cuti gak update blog ini.

Ada beberapa hal menyenangkan terjadi. Yang lucu dan menggelitik. Tapi sayangnya belum "oleh-oleh" lebaran itu belum sempat di tulis disini.

Selain masih cape, juga masih banyak tugas yang numpuk yang musti dikerjain. Jadi untuk sementara updatenya ini aja dulu.

Ada yang aneh gak kalo tiba-tiba ada Itik nyelonong kepingin masuk Tabloid? Gak lah, namanya juga narsis akut. Tolong dimaklumi (sambil ngelus dada) kalo tiba-tiba ada artikel kek gini di halaman Cakrawala tabloid Bali Bicara Edisi 01-15 September 2010.




Juga artikel Itik di Tabloid ini tentang Koreans gitu.




Ow..ow..ow...Sungguh Amis Tapi Nyata.





At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Ada Itik Masuk Tabloid, sungguh Amis Tapi Nyata

Rabu, 08 September 2010

Lebaran, Kesepian

Entah kenapa ya, lebaran kali ini saya ngerasa sepi banget. Padahal keadaan ini sebenernya sama kaya tahun sebelumnya, saya juga ngga mudik ke rumah nenek, menghabiskan liburan cuma duduk di depan komputer, main ke rumah temen atau paling-paling dengerin lagi.

Tapi kali ini beda banget rasanya. Sepi banget, kaya gak ada temen diajak ngobrol. Semua pada sibuk mudik. :(

Buat ngilangin rasa sepi, iseng-iseng tadi saya muter lagunya Afgan, udah lama sih, tapi saya tetep aja suka : Wajahmu Mengalihkan Duniaku


Lebaran, Kesepian

Jadi keinget sewaktu masih jomblo dulu (ceille..mentang-mentang sekarang udah gak jomblo lagi to?), waktu jaman-jamannya mata saya masih bebas melirik kekiri dan kekanan, mengejar cinta sampe nyungsep. Saya ini termasuk orang yang suka mengudal-udal aib sendiri di muka umum, termasuk di antaranya mengudal aib tentang kebiasaan suka keluar rumah tanpa mandi dan dandanan semau-maunya.

Padahal ibu selalu mengingatkan saya, "Mbok ya kalo keluar rumah itu dandan yang rapi dan bagus to!"

Tapi saya selalu jadi Miss banyak alesan dengan menyanggahnya, "Males ah bu, juga cuma ke warung aja. Gak sampe lima menit juga"

" Tapi yang namanya keluar rumah, biar deket atau jauh ya tetep aja keluar. Dandanan kita diperhatiin."

" Siapa juga yang merhatiin, deket-deket sini gak ada yang bisa di jaring"

" Huss!! Jangan salah! Yang namanya laki itu sama aja kaya rejeki, bisa dateng kapanpun dan dari penjuru dunia manapun!"

He..he..he dan saya cuma mesam-mesem denger nasehat ibu sambil terus ngloyor keluar rumah tetep dengan dandanan ala kadarnya.

Siangnya saya ke warung deket rumah beli makanan ringan buat cemilan (oh God, rupanya setan inilah yang menyebabkan diet saya engga pernah sukses) dengan sendal jepit, muka kusam berminyak, rambut disisir sembarang serta baju yang "enggak" banget.

Pas saya mau bayar ke ibu warung, tiba-tiba di sebelah saya berdiri seorang cowo. Sendirian. Deket banget. Gak sampe semeter jaraknya. Awalnya saya cuek aja, tapi pas gak sengaja noleh ke arahnya, ternyata wajahnya GUUAAAANTEEEEEEENGGGG banget. Sekilas, mirip wajahnya Dikta, vokalisnya Yovie and The Nuno.

Sementara saya sibuk nyari perhatian dengan ngelama-lamain berdiri di sebelahnya, cowo itu cuek aja. Bahkan, lima menit kemudian dia segera pergi berlalu tanpa menoleh sedikitpun ke arah saya.

Baru nyadar, ya jelas aja dia gak perhatian sama saya. Wong dandanan saya aja kaya mbak-mbak abis jualan ikan di pasar begini sih. Muka kusut dan wajah kumus-kumus kaya ngga mandi setahun. Jueeeleeekkk banget.

Ternyata bener apa kata ibu, kita ini musti siap dalam segala kemungkinan dalam segala situasi. Karena banyak hal tak terduga terjadi tanpa direncanakan sebelumnya.

Jadi nyesel, coba tadi saya nurutin kata ibu. Mandi, dandan rapi dan wangi pasti lain lagi ceritanya. Pasti mirip cerita dalam iklan Pond's di video klipnya Afgan :

pesona indah wajahmu mampu mengalihkan duniaku
tak henti membayangkanmu terganggu oleh cantikmu




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Lebaran, Kesepian

Sabtu, 04 September 2010

Resep special Lebaran : Ketupat Sayur ala Itik Manis nan Amis

Lebaran kali ini saya gak bisa mudik. Eh, maksudnya ikut-ikutan mudik. Padahal saya kangen banget sama nenek saya di Madiun. Kangen masakannya yang lezat, terutama ketupat sayurnya yang aduhai.

Sebenarnya, tradisi lebaran di Madiun tidak menyuguhkan ketupat sayur saat hari H nya, tapi menunggu hingga 5 hari setelah hari Lebaran. Atau yang disebut Bada Kupat. Tapi nenek saya tetap membuat ketupat pas hari Lebaran juga.

Buat mengobati rasa rindu saya terhadap nenek dan ketupat sayurnya, maka postingan kali ini saya akan menyuguhkan Resep yang sangat special yaitu :


Ketupat Sayur ala Itik Manis nan Amis

Resep special Lebaran : Ketupat Sayur ala Itik Manis nan Amis

Ketupat sayur terdiri dari berbagai macam sub masakan :

1. Ayam Goreng

Bahan-bahan :
  • Ayam goreng 1 kg
  • minyak goreng secukupnya
  • Bumbu Ayam Goreng
  • Garam dan penyedap rasa
Cara Membuatnya :
  • Potong ayam sesuai selera.
  • Campur dengan bumbu, garam dan penyedap
  • Siapkan minyak goreng di wajan di atas kompor menyala (ingat harus nyala, kalo ngga nyala kapan matengnya??)
  • Goreng ayam sampe matang
2. Ketupat

Bahan : Ketupat

Cara Mendapatkan :
  • Siapkan motor, periksa apakah bensinnya cukup
  • Siapkan uang Rp. 10.000,-
  • Pergi ke Pasar beli ketupat
  • Ketupat siap disajikan
3. Sayur Lodeh Buah Labu Siam

Bahan : Sayur Lodeh buah labu siam

Cara Mendapatkannya :
  • Siapkan wadah sayur berukuran sedang
  • Pintu buka lebar-lebar untuk menunjukkan bahwa anda sedang ada di dalam rumah
  • Berdirilah di depan rumah
  • Ektinglah seolah-olah anda sedang lapar dan sangat ingin makan
  • Tunggu 5-10 menit sampai tetangga anda datang mengantarkan sayur lodeh tersebut
  • Tuangkan sayur lodeh dari mangkuk tetangga ke dalam mangkuk sendiri
  • Sayur Lodeh Labu Siam siap dihidangkan
4. Krupuk

Bahan : Krupuk

Cara Mendapatkan :
  • Berdirilah di depan rumah
  • Amati keadaan sekitar
  • Tunggu sampai ada anak tetangga lewat membawa kerupuk
  • Tunggu sampai keadaan aman (gak ada ibu, bapak atau pembantunya)
  • Tengok kiri dan kanan (memastikan keadaan benar-benar aman)
  • Rebut krupuk dari anak tetangga, bila ia menangis cuekin aja
  • Bila tangisannya terdengar oleh ibunya, bilang alesannya, "habis jatuh bu. Krupuknya kotor tadi, saya bersihin dulu ya bu!"
  • Masuk ke dalam rumah
  • Krupuk di sajikan diatas ketupat sayur
Semua resep di atas telah melalui uji coba di dapur tetangga. Tidak berlaku bila anda mendapatkan paket hantaran lengkap Ketupat sayur dengan ayam goreng dan krupuknya.


- Selamat Menikmati -



Gambar dipinjam dari sini






At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Resep special Lebaran : Ketupat Sayur ala Itik Manis nan Amis

Jumat, 03 September 2010

Penjelasan Presiden Itik Manis nan Gaul Abis

Penjelasan Presiden Itik Manis nan gaul abis Seputar Polemik dengan Tetangga

Saudara saudaraku sependeritaan sepenanggungan. Kalian yang menderita, kalian juga yang menanggungnya. Apa kabar semua? Baik-baik sajakah? Sehat-sehat sajakah? Kalo saya so pasti baik-baik dan sehal selalu dong.

Saya sungguh prihatin melihat kondisi akhir-akhir ini yang kerapkali diwarnai dengan demo.

Tau ngga sih kalian itu???

Kalo demo-demo itu malahan justru membuat tetangga kita makin geram. Coba to bayangkan gimana perasaan mereka, kalian melakukan demo tari Pendet, musik angklung, terakhir kalian demo masak rendang di depan mereka. Itu membuat mereka makin ngences-ngences saking penginnya. Mereka sampai sampai protes ke saya.

Katanya, “Kalo berani lo jangan demo-demo aja. Sini kalo berani!!Paling juga gak berani”

Maka dari itu saudara-saudara, untuk mengatasi polemik yang berkepanjangan ini dan untuk menghindari terjadinya demo-demo susulan yang so pasti lebih menghebohkan, saya akan menjelaskan secara singkat kronologis penyebabnya serta TINDAKAN TEGAS yang akan saya ambil untuk langkah selanjutnya.

1. Tentang Salah Kirim Bingkisan

Itu hanyalah semata-mata karena kesalah fahaman saja. Awalnya saya hanya ingin mengirimkan kue sebagai tanda persahabatan guna mempererat tali silaturahmi antar tetangga. Untuk itu saya meminta pembantu saya buat mengirimkan kue PAI isi nenas dengan rasa khas sedikit pedas dan tekstur yang sedikit kasar sebagai hantaran.

Tapi dasar pembantu saya emang rada bolot, ternyata ia salah dengar instruksi saya, bukannya PAI yang dikirim malahan TA* yang dikirimnya.

Wow..efeknya dahsyad, mereka makin marah dong!

Meski salah kirim bingkisan, saya tetap menghargai usaha pembantu saya yang rela berjuang sampe makan rujak nenas dengan pedas dengan cabe 12 biji demi menghasilkan bingkisan istimewa seperti yang diharapkan.

2. Tentang Surat Cinta yang Sudah Terlanjur Terkirim

Akibat tragedy salah kirim bingkisan dari PAI menjadi TA* mau gak mau saya harus mengirimkan surat cinta kepada mereka. Saya tahu kok, mereka udah sangat naksir saya dari dulu yang cantik, bohay dan keren ini, buktinya mereka suka nyenggol-nyenggol batas-batas itu.

Ya kan?

Jadi saudara-saudaraku, gak peru curiga atau menghujat saya gara-gara surat cinta itu. Itu sebenarnya tak lebih dari sekedar lip service saja. Karena saya aslinya ngga cinta sama tetangga itu. Saya sama kok dengan anda, suka eneg nglihat wajahnya.

Sebenarnya surat cinta itu saya kirimkan semata-mata untuk menjaga harkat dan MARTABAK kita sebagai bangsa yang terkenal berMARTABAK tinggi. Sungguh saya gak mau harga diri dan MARTABAK kita hancur gara-gara masalah sepele.

Apalagi sekarang harga MARTABAK juga ikut naik, yang special : Rp. 11.000, yang istimewa Rp. 15.000 tersedia juga MARTABAK MANIS dan MARTABAK KEJU.

Pesanan bisa melalui telpon, anda pesan kami antar.


Oke coy??

3. Hentikan segala tindakan-tindakan ANarcis.

Tolong dengarkan himbauan saya ya. Ini serius, tidak baik anda bertindak ANarcis. Karena tindakan semacam itu hanyalah tindakan percuma, ngga bisa ngetop dalam waktu dekat. Contohnya saya sendiri, sudah A Narcis kronis bertahun-tahun tapi ngga juga ngetop.

*********

Saya melihat situasi ini semakin lama semakin gawat. Banyak yang bakar-bakar disana sini. Bakar bendera tetangga sebelah, bakar ban, bakar foto, bakar ikan dan bakar sate. Saya sebagai presiden yang super manis (jangan lupa, catat juga : Gaul abis) harus segera mengambil tindakan agar tak diteruskan aksi-aksi bakar-bakaran ini dengan prinsip : SAMA RASA SAMA RATA.

Artinya, kalo semua naik harga maka yang lain harus naik harga mengikuti harga cabe, bawang, beras dan daging sudah naik. Maka dengan ini mengambil sikap yang super TEGAS supaya masalah ini tidak berlarut-larut yaitu : dengan memutuskan juga menaikkan harga : Korek Api, Ban Bekas, Bendera Tetangga Sebelah, Arang dan sudara-saudaranya.

Dengan demikian, orang akan berpikir seribukali untuk melakukan demo bakar-bakaran. Wong beli beras aja susah kok mau beli bahan buat demo bakar-bakaran!!

Demikian tindakan TEGAS saya. Semoga memuaskan semua pihak.


Tertanda



Itik Manis nan Amis
Presiden Paling Gaul se Jagat Raya



Note :
Seperti yang dikutip di harian KOMPOR edisi Minggu, 33 Agustus 6156 SM
Gambar dipinjam di sini




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Penjelasan Presiden Itik Manis nan Gaul Abis

Rabu, 01 September 2010

Etika Beriklan di Internet

Apa reaksimu pas bangun tidur, buka blog trus kemudian tiba-tiba di sebuah postingan mendapati komentar yang gak nyambung sama sekali, hanya iklan menawarkan produk dengan mencantumkan banyak link-link.

Kalo lagi seneng hatinya, abis ditelpon pacar, duitnya lagi banyak, perutnya kenyang, pasti maklum dan membiarkan komen itu bercokol pada tempatnya. Yah, itung-itung ngasih backlink dan membantu orang buat promosi.

Tapi masalahnya, kalo pas buka blog itu dalam kondisi bĂȘte, abis berantem sama pacar setelah seminggu gak ditelpon dan di sms pacar, lagi bokek, tugas numpuk maka gak nunggu 1 menit langsung di delete tuh komen (dengan muka manyun pula).

Trus apa yang terpikir ya, bila di sebuah postingan yang ditulis di blog seorang cewe manis nan gaul abis tentang suka duka jadi anak SMP yang punya potensi besar buat jadi seleb tiba-tiba masuk sebuah komen kek begini?




Wow dahsyad..

Pasti dipikirnya anak SMP yang sangat keren ini suka googling yang “begituan”. Atau setidaknya yang suka googling dengan KW anak SMP pasti lebih suka nyari yang “begituan” ketimbang baca postingan ngaco tentang anak SMP.

Menurut analisis seorang peneliti jenius yang sangat diragukan kejeniusannya, seseorang biasanya tertarik membeli sebuah produk itu karena beberapa alasan tertentu :

1. Karena kebutuhan : misalnya bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan yang urgenitasnya gak bisa ditunda lagi

2. Karena Tertarik : misalnya karena bentuknya yang unik dan lucu, desainnya menarik dan ngerasa cocok buat dibeli

3. Karena Terpaksa : misalnya karena kasihan ngelihat salesmannya dateng kerumah dengan baju basah bermandikan keringat maksa-maksa beli dan bilang kalo gak dibeli dia gak bisa ngasih makan anak-anak kucingnya.

4. Karena pengin ngikutin mode seleb ngetop : Misalnya pengin beli Scarf yang kek dipake Farah Quinn, Pengin beli parfum merk Paris Hilton.

5. Karena jaringan pertemanan : biasanya lebih abadi, lebih berhasil dan lebih halus caranya.

Ketertarikan membeli sebuah produk di internet mungkin lebih mirip kaya tata krama bertukar link di blog. Ngga usah minta linknya dipasang, kalo sering berinteraksi, ramah dan welcome terhadap siapa saja link kita bakalan nongkrong di sidebar teman. Karena kita perlu, karena kita butuh, karena kita sayang.

Sekarang gimana reaksi kita kalo tiba-tiba ada yang ngajak tukeran link, padahal gak pernah komen, gak pernah kenal, gak pernah muncul lagi abis dipasang linknya?

Sama aja kalo ada salesman yang datang ke rumah, gak kenal orangnya, gak pernah dateng, gak ramah, maksa-maksa beli produknya? Males juga kan?

Sekedar intermezzo aja joke tentang salesman vacuum cleaner yang sok teu

Siang itu di rumah bu Anna kedatangan seorang salesman vacuum cleaner. Tanpa babibu lagi salesman tadi langsung menebarkan kotoran kambing di teras rumah bu Anna. Tanpa memberi kesempatan bu Anna yang masih terbengong-bengong buat ngasih penjelasan salesman tadi berkata dengan gayanya yang sok tau,

“ Percayalah bu, vacuum cleaner dijamin sangat bagus. Dalam waktu gak kurang dari 3 menit akan mampu menyedot kotoran kambing sampai bersih. Kalo sampe gak terbukti, saya makan deh semua kotoran kambing itu satu persatu”

“ Makan kotorannya mau pake sambel terasi apa sambel tomat?”

“ Lho kenapa emangnya bu?”

“ Gak lihat apa listrik lagi mati???!!!!”

Jadi kesimpulannya buat bapak bapak dan ibu-ibu yang hobby beriklan dengan mencantumkan link-link produk pada kotak komentar, sebaiknya kembali ke jalan yang benar. Karena promosi kaya gitu sungguh ngeselin banget dan biasanya sangat dibenci oleh pemilik blog.

Yakin deh,bukannya membuat tambah berhasil dalam bisnis malahan justru memperburuk citra di hadapan komentator lain




At now, Admin currently following SEO Contest Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia provides by Toyota SEO Award Contest 2010
Lanjut Baca - Etika Beriklan di Internet
 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon