Senin, 28 Maret 2011

Setiakah Kau Padaku

Playboy Geboy
Waktu menunjukkan hampir jam 9 malam ketika aku masih bengong di depan teve. Padahal acara reality show “Playboy Geboy” usai ditayangkan sejak sejam lalu. Namun pikiranku yang sejak awal dipenuhi dengan keinginan buat ikutan juga acara yang dibawakan presenter kocak Oya Koyak itu seakan tak ingin beranjak dari benakku meski aku sudah menepisnya berkali-kali. Acara reality show yang ditayangkan oleh SPTV itu seperti menginspirasiku untuk menguji kesetiaan pacarku selama ini.

Yups, aku ingin sekali menguji sejauh mana kesetiaan pacarku bila aku tak ada disampingnya.

Meski pacarku selalu mengatakan bahwa ia akan selalu mencintaiku, tapi entah kenapa ada seribu keraguan yang kerap menyergapku. Terutama jika ia jauh dariku dan lama tak memberi kabar padaku.

Aku hanya ingin tahu, sebesar apa sih cintanya padaku? Apakah dia benar-benar gak pernah tergoda sama cewe-cewe cantik yang selalu berseliweran di dekatnya seperti apa yang sering diucapkannya? Apa bener-bener emang aku yang ada dipikirannya.

Arrrggghhh….pikiran itu tak pernah berhenti meracuni benakku.

Kini saatnya aku menguji kesetiaannya. Dan aku merasa hanya lewat acara reality show “Playboy Geboy” inilah yang bisa membantu menjawab semua kegelisahanku selama ini.

“Hah?? Ngapain kamu ikutan acara gituan? Kayak ngga punya kerjaan aja!” Kata sahabatku sewaktu aku menceritakan maksudku di sore itu.

“ Aku hanya pengin tau aja” Jawabku mantap.

“ Apa sih yang kamu ragukan dari pacarmu?” Sesaat mata sahabatku memandang tajam,” Setahuku ia begitu baik sama kamu”

“Dia jarang bales smsku…” jawabku lirih.

“Yah mungkin aja dia lagi ngga punya pulsa”

“ Dia jarang telpon aku”

“ Sibuk kali..”

“ Tapi dia banyak berubah sekarang..” Kilahku, “ Dulu kalo ngga sms aku sehariii aja dia selalu bilang kangen sama aku. Sekarang boro-boro sms, ngejawab sms aja ogah-ogahan!”

“Sudahlah, kamu ngga usah mikir macem-macem. Ngga kasihan ngelihat pacarmu kalo sampe dipermalukan di depan pemirsa seluruh Indonesia.”

“ Kan katanya juga dapet duit, ntar duitnya kan bisa aku bagi dua sama dia”

“Sakit!! “

“ Pokoknya aku mau ikutan.Titik!!” Potongku cepat.


********


Syuting itu akhirnya dimulai juga. Bertempat di sebuah restoran China aku bersama Oyak Koyak dan 3 presenter lainnya duduk di ruangan bagian sudut kiri. Ruangan itu emang tak akan terlihat dari luar karena agak tertutup oleh beberapa pot-pot dengan rimbunan tanaman. Sehingga kita bebas mengamati siapa saja yang lalu lalang masuk resto dan yang duduk di bagian luar, termasuk si calon korban pengujian, yang tak lain pacarku sendiri.

Semua sudah disiapkan dengan cermat dengan beberapa kamera tersembunyi yang diletakkan disana-sini. Sementara hatiku berdebar kencang bercampur was was apa menanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Nyaliku sedikit keder manakala melihat cewek talent penguji yang di siapkan pembawa acara itu. Sumpah…super cakep, super bohay dan pinter banget dalam hal rayu-merayu.

“Udah..tenang aja, dia kan hanya cewek penguji. Nggak beneran kok!” Kata mbak pengarah acara seakan tahu kegelisahan hatiku.

Tak sampai 15 menit aku melihat pacarku datang dari kejauhan. Menurut scenario, dia ditelpon oleh cewek penggoda untuk datang ke resto minta ketemu setelah tuh cewek ngaku kalo kenalan ibunya.

“Hai” Sapa cewek penggoda itu begitu pacarku duduk di meja.

“ Siapa ya?” Tanya pacarku sedikit heran.

“ Aku Kirana Bang..masak ngga inget sih? Kita temen sekampung dulu”

“Oh iya ya? Maaf aku agak lupa…”

“ Abang ngga berubah ya? Dari dulu masih ganteng dan keren..” Cewek itu mulai merayu.

Jujur, hatiku sebenernya panas banget ngelihat tingkahnya yang sok genit itu. Pengin rasanya noyor bibirnya yang sok dimencong-mencongin itu. Tapi demi suksesnya misiku terpaksa aku menahan semua kekesalanku.

“Udah punya pacar ya Bang?”

“Kalo udah kenapa kalo belum kenapa?” Jawab pacarku santai. Tapi aku melihat dia senyum-senyum gitu hatiku terbakar juga. Huh! Dasar genit.Ternyata dimana-mana cowok sama aja, ngga bisa lihat barang bening lewat sedikitpun.

“ Kalo belum punya pacar, aku mau jadi pacar abang!”

“Kalo udah punya?”

“Ya tetep, aku mau jadi pacar abang. Yang kedua juga nggak apa-apa”


“Hahaha…” Pacarku tergelak, “ Aku udah punya pacar! Dia baik, setia dan sayang padaku. Aku juga sayang padanya….”

Semenit kemudian, semua crew acara dan aku keluar dari persembunyian memberi aplaus pada pacarku yang dinyatakan sebagai pacar setia karena lolos dari jebakan cewek penggoda.

“Haaahh??? Apa-apaan ini?” Kata pacarku kaget.

“ Maafin aku ya Bang! Aku meragukan kesetiaan abang selama ini!”

“Udahlah aku capek ngadepin kamu….ngapain kamu ikutan acara beginian?” Pacarku meradang “ Itu artinya kamu ngga percaya sama aku. Buat apa kita teruskan hubungan ini kalo nggak ada rasa saling percaya? Mulai detik ini kita putus!”

“ Tapi bang…maafin aku…” Kataku memegang lengannya dengan airmataku yang terus berderai-derai.

Sambil mengibaskan tanganku, pacarku segera menghambur meninggalkan resto. Sementara aku masih berusaha lari mengejarnya meskipun ia cepat sekali menyelinap dan hilang entah kemana.

Aku celingak- celinguk mencoba mencarinya di halaman belakang resto. Gimanapun juga aku mesti menjelaskan kesalah pahaman ini. Aku masih mencintainya. Sangat mencintainya.

Ternyata tak jauh dari tempatku berdiri tampak dia disana tengah berdiri menghadap ke belakang dengan tangan melipat di sakunya. Ketika aku akan berteriak memanggil namanya, kulihat sekelabat bayangan bayangan sahabatku menghampiri tempat berdiri pacarku. Dengan mengedap-endap aku segera bersembunyi di balik pepohonan di sampingku.

“Makasih ya Yank, udah ngasih tau aku!” Kata pacarku begitu sahabatku tiba dan menghambur ke pelukannya.” Kalo karena kamu sms aku kemaren tentang jebakan ini, mungkin aku sudah dipermalukan di depan umum tadi”

Haaahh?? Yank? Siapa yang dipanggil Yank? Makin penasaran aku menguping pembicaraan mereka.

“ Kamu gak dapet duitnya dong!”

“Ngga apa-apalah Yank, untung juga ada acara itu, aku ngga usah cari-cari alesan buat mutusin dia”

“Siiipppp”

“Dan kita sekarang bisa bebas jalan tanpa perlu ngumpet-ngumpet lagi!”

Mereka berjalan bergandengan meninggalkan pintu belakang resto. Sementara aku masih terpaku di tempat persembunyianku tanpa sanggup menggerakkan kakiku lagi.



.:: Postingan Ngaco Lainnya ::.



23 comments:

Isti on 28 Maret 2011 15:24 mengatakan...

ini cerita beneran yu?? *penasaran tingkat tinggi*.. :l:

Itik Bali on 28 Maret 2011 15:36 mengatakan...

@Isti
Hahaha...ya nggak lah mbak..masa aku ikutan acara beginian? Nggak level!
Acaraku itu : Jin dan Jun atau Aneh tapi nyata..

:D

rezkaocta on 28 Maret 2011 15:44 mengatakan...

ternyata eh ternyata...,
kasian jg tuh jd ny, temen makan tanaman.eh pagar mkn tanaman mksdny.haha..
:D

^kirei^ on 28 Maret 2011 15:46 mengatakan...

ni fiksi atau beneran nih?
buang aja ke laut tuh cowok.hehe
dtunggu kunjungan baliknya :)

Rohadi on 28 Maret 2011 16:00 mengatakan...

Mangstabbss,,,bisa dibikin skenario cerita eP TV nihh,,
abiz ulang tahun tambah semangat aja ngeblognya ;))

Datuk Bertuah on 28 Maret 2011 16:04 mengatakan...

jiahahaha........ :r:

Sang Cerpenis bercerita on 28 Maret 2011 16:20 mengatakan...

hehe...ternyata emang beneran playboy ya cowoknya.

Rawins on 28 Maret 2011 17:14 mengatakan...

kapan rilisnya..? aku tunggu deh acaranya ayu ngesot tayang..

buitenzorg812 on 28 Maret 2011 17:50 mengatakan...

ah...kirain beneran :D. selau ciamik dhe, tulisannya si ibu itik :).

Henny on 28 Maret 2011 17:59 mengatakan...

grrr..jadi kesal gara-gara itu. sebenarnya soal reality show yang kayak begini harus dipertanyakan keasliannya. ntah kenapa mbak kok nggak bisa percaya.

i-one on 28 Maret 2011 18:32 mengatakan...

wah,makin hari makin bagus banget...haha..itik,ambil award ditempat ane ya..salam buat pacar itik,hehe

Lily Simangunsong on 28 Maret 2011 18:45 mengatakan...

hahahahaha.....


:w:

Ami on 28 Maret 2011 20:10 mengatakan...

Itik Bali emang imajinasinya tinggi bangetzzzz...

NINDAAA on 28 Maret 2011 20:21 mengatakan...

familiar dek sama cerita ini... di empat musim cinta kalo ngga salah... tapi kamu nyorotin sisi cewek aslinya ya

Ina on 28 Maret 2011 20:23 mengatakan...

kayaknya bisa dilanjutin ke acara selanjutnya nih, termehek-mehek

Kantong Plastik on 28 Maret 2011 20:36 mengatakan...

gawat juga nih, kalo beneran ada yg kayak gini. ckck

Ra-kun lari-laRIAN on 29 Maret 2011 00:05 mengatakan...

wah, wah, endingnya gak ketebak. mantep dah :D
tapi kasian si aku ya...

d' zaro on 29 Maret 2011 02:00 mengatakan...

:W: haha..lucu sekali... tetapi apakah itu beneran tik? kalau beneran Kamu sedih atau malah gembira?.. hihi sory jadi penasaran..

Itik Bali on 29 Maret 2011 03:30 mengatakan...

Lho komennya kok ilang ya?

iksamenajang on 29 Maret 2011 04:57 mengatakan...

Ha ha ha ceritanya lucu ...

Salam ..

Claude C Kenni on 29 Maret 2011 21:37 mengatakan...

Waduh, tragis banget nih ceritanya. Serba salah juga ya jadi si tokoh utama, wkwkwk

Catatan Iseng on 30 Maret 2011 12:10 mengatakan...

Ceritanya bagus dan menarik..apalagi kalau udah jadi buku.

arsavin666 on 7 April 2011 17:34 mengatakan...

jaman sekarang susah nyari yang setia,tapi gampang kalau nyari yang matre,tukang selingkuh
tuh semua tergantung moral setiap masih2 individu'a

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r: :s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z:

Poskan Komentar


Maaf ya, karena banyak spammer dan anonim gak jelas komennya makanya harus melalui approval dulu.

 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon