Ada benernya juga ketika salah seorang nara blog mengatakan bahwa sebenernya ada keterkaitan dan persamaan antara artis, blogger dan penulis. Artis bisa jadi penulis dan blogger begitupun sebaliknya, blogger bisa jadi penulis dan artis ataupun penulis bisa juga blogger dan kemudian menjadi artis. Contohnya kaya Happy Salma, Christian Sugiono atau Raditya Dika.
Yang menjadi persamaan antara ketiganya, kadang mereka menggunakan nama aslinya namun juga kadang menggunakan nama samaran karena alasan tertentu, mungkin nama samaran itu dianggap lebih komersiil dan lebih “menjual”.
Misalnya aja, kaya Krisdayanti, Ashanty, Syahrini atau Indah Dewi Pertiwi yang justru lebih pede dengan menggunakan nama aslinya. Tapi bejibun juga jumlahnya artis yang menggunakan nama samaran yang konon selain dianggap mendatangkan hoki juga mengandung makna tertentu :
Jupe = Julia Perez = Katanya sih diambil dari nama mantan suaminya tapi selain itu juga berarti Julia emang Peres deh….yuk marie..
Dewi Perssik = Emang Dewi yang selalu berhubungan sama Pers (atau mungkin karena suka buah persik)
Evie Tamala = Evie asal Tasikmalaya (plis deh kalo Evie Ke Makasar = Evie Kesasar dong…)
Tapi semenjak kemunculan nama-nama dahsyat macam Yessy Vibrator atau Risna Esek-esek, saya jadi kok kepikiran pengin ikut-ikutan pengin ganti nama belakang saya dari Itik Bali menjadi Itik apaaaa gitu, biar kliatannya lebih hot dan dahsyat hihihi…
********
Beberapa waktu yang lalu saya baca salah satu note dari seorang penulis cerpen, buku dan novelis wanita bernama Triani Retno. Pada awalnya si ibu ini menggunakan nama samaran Teera, karena dianggap mewakili dirinya banget. Tapi di akhir-akhir karyanya, mbak Retno menanggalkan nama samarannya dan mulai menggunakan nama aslinya sendiri dalam setiap tulisannya.
Lalu ada ngga sih ruginya menggunakan nama samaran?
Menurut mbak Retno juga, sedikit ada ruginya pas saat kita melamar pekerjaan yang ada hubungannya dengan dunia jurnalisme/ kepenulisan. Karena kantor tempat kita melamar belum tentu tahu bahwa nama samaran itu adalah benar-benar kita. Bisa juga sih minta surat keterangan dimana karya kita dimuat, tapi kan ribet banget to? Apalagi bagi new comer macam saya yang notabene namanya belum terlalu dikenal dalam dunia persilatan menulis.
Sama aja ketika saya menulis di media. Mereka lebih suka dan selalu mencantumkan nama asli saya : DYAH AYU PURNAMA SARI dan bukan ITIK BALI.
Mungkin lain masalahnya kalo nama samaran saya Widya Sukma, Laksmi Yovani atau Yoko Mariko atau apalah gitu. Pokoknya yang penting nama-nama yang engga “animal oriented” gitu. Mungkin mereka pikir, aneh aja…masak unggas bisa nulis?

Oh ya? Seingat saya dulu waktu awal ngeblog dan tulisannya di buat buku, Raditya Dika menggunakan nama Kambing Jantan, sampai blognya juga pada awalnya menggunakan nama kambingjantan.com. Entah apa alasannya, tapi yang pasti setelah itu Radit sempat menjadi Pemimpin Redaksi pada penerbit Bukune. Yah sekarang masa Pemimpin Redaksi namanya Kambing Jantan?
Sebenernya sih memakai nama asli atau nama samaran ngga ada masalah. Tergantung kita mana yang lebih enak dan nyaman. Yang penting honor teteub dong masuk ke rekening sendiri.
Btw, balik lagi ke masalah nama yang top, hot, fenomenal, komersil dan menjual untuk Itik Manis nan Amis……kira-kira nama belakang apa yang cocok dengan saya ya? Yang menunjukkan Itik banget getow…
Itik Imutizer, Itik Santet Ranger atau Itik Vibrator juga?....Maksudnya Itik bersuara Vibra *halah*
Lanjut Baca - Namamu, Identitasmu
Yang menjadi persamaan antara ketiganya, kadang mereka menggunakan nama aslinya namun juga kadang menggunakan nama samaran karena alasan tertentu, mungkin nama samaran itu dianggap lebih komersiil dan lebih “menjual”.
Misalnya aja, kaya Krisdayanti, Ashanty, Syahrini atau Indah Dewi Pertiwi yang justru lebih pede dengan menggunakan nama aslinya. Tapi bejibun juga jumlahnya artis yang menggunakan nama samaran yang konon selain dianggap mendatangkan hoki juga mengandung makna tertentu :
Jupe = Julia Perez = Katanya sih diambil dari nama mantan suaminya tapi selain itu juga berarti Julia emang Peres deh….yuk marie..
Dewi Perssik = Emang Dewi yang selalu berhubungan sama Pers (atau mungkin karena suka buah persik)
Evie Tamala = Evie asal Tasikmalaya (plis deh kalo Evie Ke Makasar = Evie Kesasar dong…)
Tapi semenjak kemunculan nama-nama dahsyat macam Yessy Vibrator atau Risna Esek-esek, saya jadi kok kepikiran pengin ikut-ikutan pengin ganti nama belakang saya dari Itik Bali menjadi Itik apaaaa gitu, biar kliatannya lebih hot dan dahsyat hihihi…
********
Beberapa waktu yang lalu saya baca salah satu note dari seorang penulis cerpen, buku dan novelis wanita bernama Triani Retno. Pada awalnya si ibu ini menggunakan nama samaran Teera, karena dianggap mewakili dirinya banget. Tapi di akhir-akhir karyanya, mbak Retno menanggalkan nama samarannya dan mulai menggunakan nama aslinya sendiri dalam setiap tulisannya.
Lalu ada ngga sih ruginya menggunakan nama samaran?
Menurut mbak Retno juga, sedikit ada ruginya pas saat kita melamar pekerjaan yang ada hubungannya dengan dunia jurnalisme/ kepenulisan. Karena kantor tempat kita melamar belum tentu tahu bahwa nama samaran itu adalah benar-benar kita. Bisa juga sih minta surat keterangan dimana karya kita dimuat, tapi kan ribet banget to? Apalagi bagi new comer macam saya yang notabene namanya belum terlalu dikenal dalam dunia persilatan menulis.
Sama aja ketika saya menulis di media. Mereka lebih suka dan selalu mencantumkan nama asli saya : DYAH AYU PURNAMA SARI dan bukan ITIK BALI.
Mungkin lain masalahnya kalo nama samaran saya Widya Sukma, Laksmi Yovani atau Yoko Mariko atau apalah gitu. Pokoknya yang penting nama-nama yang engga “animal oriented” gitu. Mungkin mereka pikir, aneh aja…masak unggas bisa nulis?

Oh ya? Seingat saya dulu waktu awal ngeblog dan tulisannya di buat buku, Raditya Dika menggunakan nama Kambing Jantan, sampai blognya juga pada awalnya menggunakan nama kambingjantan.com. Entah apa alasannya, tapi yang pasti setelah itu Radit sempat menjadi Pemimpin Redaksi pada penerbit Bukune. Yah sekarang masa Pemimpin Redaksi namanya Kambing Jantan?
Sebenernya sih memakai nama asli atau nama samaran ngga ada masalah. Tergantung kita mana yang lebih enak dan nyaman. Yang penting honor teteub dong masuk ke rekening sendiri.
Btw, balik lagi ke masalah nama yang top, hot, fenomenal, komersil dan menjual untuk Itik Manis nan Amis……kira-kira nama belakang apa yang cocok dengan saya ya? Yang menunjukkan Itik banget getow…
Itik Imutizer, Itik Santet Ranger atau Itik Vibrator juga?....Maksudnya Itik bersuara Vibra *halah*









