Jumat, 19 Agustus 2011

Fenomena Gorengan

Gorengan


Di depan komplek perumahan tempat saya tinggal ada dagang gorengan namanya Mbak Sum. Asli dari Madura. Masih muda sih, usianya yah sekitar 25 tahunan gitu. Cerewetnya minta ampun, kalo ngomong dengan logat Madura kecepatannya melebihi perseneling 60km per jam. Tapi bukan karena cerewetnya gorengannya laris manis. Rasa gorengannya yang gurih legit plus bonus cabe rawitnya yang segenggam itu lho yang menjadi daya tariknya.

Macem-macem terhidang di gerobaknya. Ada pisang goreng, ubi goreng, bakwan/ote-ote, sukun goreng sama tempe goreng. Meski minyaknya kalo ditaruh di atas kertas tissue bisa sampe diperas, tapi hampir tiap hari sekantong plastic kecil selalu saya bawa.
Teteub!

Sebenernya Mbak Sum bukanlah satu-satunya langganan dagang gorengan saya. Adalagi yang di pasar senggol : GORENGAN BANDUNG. Kalo yang ini ubinya empuuuukkk banget. Rasa gurihnya nendang bo! Tapi sama aja kaya gorengan hasil karya mbak Sum. Minyaknya buanyak sampai lengket ditangan.

Setiap beli saya ngga lupa minta ditambahin cabe. Yah namanya artis, dikasih aja sama dagangnya. Kalau biasa-biasa aja paling banter dikasih 8 biji. Apalagi pas cabe lagi mahal-mahalnya dulu. Kalau ngga minta ga ada cabe deh!

Temen saya yang bodynya aduhai mirip Aura Kasih suka ngingetin kalo saya lagi asyik melahap gorengan (hingga sepuluh biji). “ Yu, kamu tau ngga, gorengan itu nggak sehat! Kolesterolnya tinggi” Katanya dengan gesture mata memandang jijik.

“ Abis gimana dong? Enak sih!” Jawab saya

“Iya enak sih enak, tapi bikin penyakit!” Kata temen saya lagi dengan tekanan tinggi pada kata ‘Penyakit’. Lalu bak seorang ahli gizi ia mulai menjelaskan tentang bahayanya gorengan. Katanya nggak sehatlah, bikin endut, minyaknya daur ulang sampai kantong plastic tempat gorengan yang kadang suka nempel kalo dimasukin gorengan panas.

“Bisa bikin kanker, jantungan trus mati!” Tambahnya horror

Jleb! Kata-katanya membuat saya terperngaruh juga. Gimana nanti kalau saya kena kanker, kena penyakit jantung, kejang-kejang, ayan (maab kalo ini bawaan deng!). Ohhh Tidakkk…saya ngga mau mati muda, saya belum nikah, saya belum jadi miss universe.

Lalu dengan tekat dan semangat membara saya mulai merubah gaya hidup dan pola makan. Mengikuti sarannya sih, caranya mengganti gorengan dengan cemilan sehat kaya biskuit rendah kalori, yoghurt, susu rendah lemak, crackers sayuran dan bubur oat meals.

Sumpah pengin tahu rasanya? Mirip-mirip makan kardus ! Sepet dan hambar banget…

Tapi temen saya lagi-lagi bilang, “Beauty is Pain!”

Huhuhu…adakah cara yang lebih baik untuk melawan godaan agar saya engga tertarik dengan gorengan-gorengan itu. Rasanya saya udah ngga tahan lagi deh. Baru 3 hari sok bergaya hidup sehat, tapi pas lewat gerobak gorengan mbak Sum yang menghidangkan deretan gorengan yang lezat saya pun tergoda membelinya.

Lima ribu, dicampur-campur! Plus bonus cabe yang banyak.

Ugh…saya dan gorengan nampaknya ditakdirkan mempunyai relationship antara benci dan rindu seperti sama pacar. Meski kadang menyebalkan, bikin gak sehat (karena suka bikin saya ngambek) namun faktanya saya selalu kecanduan buat menikmati.

Kira-kira penduduk Indonesia siapa yang enggak doyan gorengan ya?


Lanjut Baca - Fenomena Gorengan

Senin, 08 Agustus 2011

Type-Type Visitor

Type-Type Visitor Akhir-akhir ini saya males banget up date blog. Padahal apa coba kurangnya? Komputer udah bagus, koneksi udah keren tapi sayang, semangat yang menguap terbang bersama angin. Mungkin saya lagi terkena Phgstragetagtdeius syndrome. Kebanyakan baca blog orang, kebanyakan ide lalu malah bingung mau posting apa.

Akibatnya, jumlah visitor otomatis menurun drastis, jumlah komentar juga menurun. Padahal dulu kalo saya posting dalam 5 menit aja komentar udah di atas 30 biji. Maklum, namanya juga seleb…selebaran kertas maksudnya. Lagian saya dulu emang rajin banget Blog walking. Sekarang? Boro-boro…

Padahal nih menurut saya ya, komentar di blog itulah yang membuat sebuah PERSONAL Blog itu hidup. Seperti menambah semangat atas antusiasme dari visitor ngebaca tulisan kita. Meskipun kadang komentator atau visitor itu ada yang nywebelin juga. Tapi terimakasihlah buat yang udah datang dan ngebaca tulisan.

Dari sekian lama ngeblog dan dari sekian jumlah visitor yang dateng ke Blog ada type-type visitor tertentu yang datang. Coba lihat ini :

1. Ms/Mr. Silent
Meskipun dia enggak pernah meninggalkan jejak atau komentar sedikitpun tetapi dia selalu berkunjung ke blog secara diam-diam. Membaca dengan seksama, bahkan hafal postingan kita yang mana. Kadang cengar-cengir sendiri ngebaca tulisan di blog. Boleh dikatakan dia adalah secret admirer yang super setia.

2. Ms/Mr. Copasser
Sebenernya Visitor type kaya begini hampir mirip kaya Miss/Mr. Silent. Mereka adalah fans berat blog kita. Selalu datang, ngakak-ngakak baca post kita. Sayangnya, dia kemudian mengcopas isi postingan yang dianggap menarik buatnya kemudian mempublikasikan di blog atau di mading sekolah atau di media lain. Yang lebih parah tanpa menyebutkan sumber tulisan dari mana kemudian mengganti beberapa bagian seolah-olah itu tulisannya sendiri seperti yang dilakukan oleh blogger-blogger ini.

3. Ms/Mr. Kritik
Mereka juga sering dateng ke blog kita dengan meninggalkan komentar. Komentarnya bernada mengkritik. Kritik singkong, kritik kentang, kritik pisang…pokoknya segala macam kritiklah. Ada yang kritikannya masuk akal. Biasanya sih dia emang seseorang yang benar-benar memahami sebuah karya dan tulisannya emang udah di publish di media. Tapi ada juga yang sifatnya cuma sekedar mencela kekurangan tulisan kita aja. Pas dilihat eh tulisannya juga enggak bagus-bagus amat.
Meski demikian, saya tetep suka sama visitor kaya begini. Artinya emang (kayanya) dia bener-bener baca post kita.

4. Ms/Mr. Salam Kenal
Dia udah berkali-kali berkunjung ke blog kita. Dan meninggalkan komentar. Tapi komentarnya gak lain dan gak bukan selalu seperti ini : Nice Post, Nice Artikel, Keren Gan…salam kenal ya!
Sebenernya dia inget nggak sih sama blog-blog yang dikunjungi? Sebuah tips buat miss/mr. Salam kenal, kadang karena kita random BW ke blog-blog trus kita lupa blog ini pernah dikunjungi atau belum maka sebaiknya ngga usah di beri akhiran komentar dengan : SALAM KENAL. Yang netral-netral aja lah.

5. Ms/Mr. IGI (Iklhlas Gak Ikhlas)
Dalam setiap kunjungannya dia selalu berkomentar dan tak lupa menyelipkan kalimat : Jangan lupa kunjungi blogku ya atau visit me back, atau please follow back. Sebenernya ketika kita meninggalkan komentar di blog, si pemilik blog kalo sempet pasti akan komentar balik. Tapi kalau seandainya dia engga komentar balik ya engga apa-apa. Kita komentar kan tujuannya :
1. Emang suka dengan postingannya
2. Menjalin persahabatan dengan si pemilik blog/ memperkenalkan diri
3. Mencari Back Link dengan meninggalkan komentar.

6. Ms./Mr Tukeran Link
Dia engga pernah berkunjung ke blog kita, sekalinya berkunjung dan memberi komentar dia ngajak tukeran link dengan mengatakan : Tukeran link yuk, Link blog anda sudah saya pasang di blog saya. Ada lagi yang dengan seenaknya malah bilangnya gini : Link anda sudah saya pasang di blog saya. Tolong pasang link blog saya dengan anchor : xxxxxx. Padahal setelah di check, jangankan link kita di pasang, tempat tukeran link juga kagak ada. Biasanya blogger yang type begini saya cuekin. Males ah..Emang ini blognya mbahmu apa? Minta nyuruh-nyuruh pasang link seenaknya. Huh!

7. Ms./Mr. Salah Sebut
Padahal udah jelas-jelas dilihat dari tulisan dan thema blog pemiliknya adalah cewe, apalagi dipasang foto nan Cantik Jelita. Kok ya tega-teganya menyebut dengan nama Bro, Mas atau Bang. Udah diingetin berkali-kali kalo yang punya blog adalah cewe, masih aja ngotot dengan sebutan-sebutan yang anonoh begitu. Sedikit saran ya, kalo kita ngga yakin pemilik blognya itu cewe atau cowo mending ga usah panggil-panggil sok akrab deh. Komentar biasa aja yang ngga usah menyinggung masalah Gender. Masalah sepele sih, tapi bikin kueseeelll!!

8. Ms/Ms Tukang Jualan
Dulu saya suka sebel banget sama tukang jualan yang menurut saya engga tau etika banget dengan menyertakan link-link dan membuka lapak di blog orang lain. Padahal mustinya dia bisa melakukan jualan yang lebih elegant dengan cara lain yang tidak membuat kesal. Tapi ya begitulah, semakin di kasih tau semakin menjadi. Para pembuka lapak ini gak tanggung-tanggung, kadang menjadi spammer sampe meninggalkan 10 komentar yang sama di sebuah post! Gilaaaa…

9. Ms./Mr. Suka Bagian Sensitive
Hi..hi..kaya apa aja! Maksudnya dalam komentar dia selalu menyebutkan : Suka deh sama kalimat ini… atau aku suka bagian akhir puisi, postingan atau cerita ini. Ada 2 kemungkinan ketika baca entry blog kita :
a. Emang dia baca keseluruhan dari post dan suka bagian yang di bold atau bagian tertentu yang menurutnya oke.
b. Sebenernya enggak baca semuanya, hanya sekedar basa-basi enggak enak sama pemilik blog. Biar dikira baca dan meresapi seluruh isi postingan. Dan kemudian perhatian pada kalimat tertentu.

10. Ms/Mr. Lihat Komentar Lain
Kalo ngasih komentar bukan karena dia baca semua isi postingan dan perhatian. Tapi ngelihat komentar-komentar sebelumnya. Kira-kira mana yang sesuai kemudian menggabungkan jadi satu. Tebak-tebak aja, kadang pas dengan isi post tapi kadang komentarnya malah nggak nyambung sama sekali sama isi post.

11. Ms./Mr. Gak Nyambung
Dia emang hobby blogwalking dan ninggalin komentar di blog-blog yang dikunjungi. Tapi sayang, tiap kali komentar dia selalu enggak nyambung dengan postingan. Kalimat-kalimatnya nyeleneh dan aneh. Kata-katanya juga singkat tapi gak jelas.

12. Ms/Mr. Sepenuh hati
Inilah type komentator yang menyenangkan. Dia emang suka dan baca post kita, kemudian memberi komentar yang positif. Biasanya sih dilakukan oleh blogger yang udah kita kenal. Malu ah kalo komentar di blog temen sendiri enggak nyambung sama sekali. Iya kan? Tapi bukan berarti yang baru berkunjung juga engga bisa jadi Ms/Mr. Sepenuh hati. Mereka kalo emang suka pasti ketagihan baca blog kita terus.

Kriteria Visitor di atas cuma bisa-bisanya saya aja. Karena setiap orang ga ada yang sempurna. Ngga ada maksud nyela atau gimana. Karena masing-masing punya gaya dan tujuan tertentu ketika menggeluti ranah maya. Jadi jangan diambil hati kalo ngerasa ada yang kurang sreg ya!

Gimanapun juga, saya berterimakasih sama siapa aja yang udah berkunjung ke blog saya. Apapun type-type visitor dan tujuannya. Itu artinya blog saya ini emang layak untuk di kunjungi dan bisa memberi manfaat kepada siapa aja.


Lanjut Baca - Type-Type Visitor

Minggu, 07 Agustus 2011

Web Hosting Directory

If you are a businessman who wants to develop your business through online promotion, of course you'll need a website that is attractive and much visited by Internet users. One of the elements that determine the traffic a website is the loading speed and the ability to load a lot of data. For that you need a good host for your website.

Do not mistakenly select the hosting. So before buying hosting you need to compare the hosting provider. It's good when you visit webhostingrating.com. This is a web hosting directory provides hosting information for the best and cheapest. Various types of hosting you can choose according to your liking. If you are more proficient and comfortable using Linux there are Linux hosting is suitable for you. But not only that you can use Windows hosting is more familiar to use.

One thing that usually happens is when you want to resell or buy other people's websites are sold. So you can see the directory on reseller hosting. The prices offered by each provider are very affordable. You can read the review on each provider.

For companies that have been growing rapidly of course you will need more comfort. Company's prestige can be judged from the speed and content of its website. You need a Dedicated Server Hosting is able to meet the loading capacity and high capacity of a website content.

A personal service that can allow you to control more than one website can be found through the VPS Hosting. Thus your convenience in managing the website is not disturbed by other servers. Through web hosting ratings, you can choose which one is best for you. Many providers are providing these services but they also provide Colocation Hosting. Of each provider you can get a discount or offer certain attractive.

Finally, web hosting selection is depending on your needs. If you want something that is best then there's nothing wrong if you read the reviews on this site beforehand


Lanjut Baca - Web Hosting Directory

Selasa, 02 Agustus 2011

Fiksi : Monolog

Fiksi : Monolog
“Susah deh punya pacar Abegeh gini” Katamu suatu saat “ Dikit-dikit ngambek..dikit-dikit ngambek..ngrepotin ajah! “Kamu menekankan suaramu dengan gesture yang melecehkan.

Aku sungguh tidak percaya kata-kata itu keluar dari bibir kamu yang manis itu. Sumpah, padahal aku baru saja ingin memujinya dengan mengatakan “ Terbuat dari apa sih bibir kamu itu? Rasanya kok manis banget sih!” Untungnya nggak jadi. Amit-amit deh. Pastilah kamu GR setengah mati kalo saja kalimat itu sudah terlanjur meluncur dari mulutku.

Kamu tahu nggak? Kata-katamu itu benar-benar menusuk jantungku.

Jleb!! Sakitnya bukan main.

Begini ya, kalau saja aku boleh memilih, aku juga pengin saat ini sudah berusia di atas 20 tahun, sudah lulus kuliah, udah kerja, udah punya penghasilan sendiri dan siap kamu nikahi. Karena pada prinsipnya aku gak pengin jadi ibu rumah tangga yang hanya menggantungkan diri dari penghasilan suami, aku juga pengin mandiri dan jadi wanita karier. Tapi kamu tahu sendiri kan? Orang-orang bilang aku ini masih bau kencur. Tahu apa tentang pernikahan? Membedakan jahe dan kunyit saja sering tertukar.

Tapi ya emang begini kenyataannya.Usiaku masih 17 tahun. Aku bukan Scoot Bacula dalam film Quantum Leap yang bisa seenaknya saja bisa mengatur timing kapan saja mau dan dimana yang dimau. Atau Michael J. Fox dalam film Back to The Future yang punya mobil pengatur waktu.

Lagian nih, seandainya aku berusia di atas 20 atau diatas limapuluh tahunpun belum tentu menjamin kalau aku gak bakalan suka ngambek lagi. Yah semuanya tergantung sikap kamu dong! Kamu suka ninggal-ninggalin aku sendiri lagi nggak? Kamu masih suka terlambat bales smsku nggak? Kamu suka males dengerin aku ngoceh di telepon nggak? Kamu masih suka bilang-bilang “I don’t care “ nggak? Kalau sikapmu masih terus-terusan begitu sampai tuapun aku juga bakalan suka ngambek lebih dari sehari 3 kali.

“ Ya udah kalau gitu kamu cari aja sana pacar yang lebih dewasa!” Jawabku menahan linangan airmata yang hampir saja tumpah.

Lalu dengan muka cengengesan kamu dengan seenaknya menjawab, “Beneran nih?” Tanpa perasaan kamu terus aja bertanya “Kamu yang nyuruh lho ya? Gak bakalan nyesel?”

Dasar Lelaki! Sama sekali engga peka terhadap maksud dan perasaan perempuan!

Tentu saja aku ngga ingin melepaskan kamu. Kamu tahu nggak sih? Yang aku pengin itu : kamu lebih meyakinkan aku kalo aku ini masih jadi yang paling kamu sayang, paling kamu cinta, paling tak ada duanya. Yah tentu aja meski aku masih bau kencur, meski aku suka ngambek, meski aku suka ngomel, meski aku gendut, meski aku egois dan meski aku berada dalam beribu kekurangan yang membalutku.

“ Nya nggaaaakkk lahhh!! Ngapain nyesel? Masih banyak yang antre nungguin aku!” Aku mencoba menyangkal dengan seribu kebohongan hati seperti biasa yang aku lakukan saat posisiku mulai terpojok.

Aku bohong, kaya lagunya Project Pop.

sesungguhnya hatiku ingin menahanmu
kamu jangan pergi

kamu jangan pergi

sesungguhnya jiwaku bisa gila

jika hidup tanpamu

aku terlalu mencintaimu


Jangankan sanggup aku melihatmu meninggalkan aku terus berdua dengan perempuan lain. Berani kamu begitu, nggak sampai 2 detik langsung aku unfriend Facebookmu. Aku ngga akan bisa ngelihat kamu dengan perempuan lain, aku pasti langsung cemburu setengah mati. Bisa-bisa aku santet itu perempuan yang mengganggumu. Sekarang kan jaman gampang, serba instan, apa saja bisa didapat asalkan ada uang. Termasuk dalam hal santet menyantet.

Juga buat perempuan yang berani mendekatimu. Langkahi dulu mayat orang di sebelahku (bukan mayatku! Enak aja! Aku mati kamu senang-senang sama perempuan lain!)

“Memangnya siapa lagi yang mau sama kamu selain aku?” Sangkalmu diiringi gelak tawa mengejek. Lalu dengan sedikit memajukan bibirmu, kamu mencibirku, “ Sama cewe ngambekan kaya gini? Kekanak-kanakan kaya gini? Ha..ha..ha”

Aku benciiii….aku benciiii..aku benci dengan suara tawamu yang menyeringai seperti ini. Menurutmu begitu itu ganteng apa? Nggak!! Kamu jadi mirip Frankenstein yang menakutkan dibanding manusia yang aku cintai. Dan yang paling aku benci, kenapa aku NGGAK BISA BENCI sama kamu?????

Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya#halah

Kenapa aku memilih kamu jadi pacarku? Kenapa hatiku jatuh cinta kepada kamu? Padahal kalo boleh memilih, kenapa aku nggak jatuh cinta aja sama Richie Five Minutes atau Kim Bum atau artis-artis ganteng lainnya? Kenapa?

Karena cinta gak bisa memilih kemana jatuhnya, kapan menimpanya dan kepada siapa terjadinya. Jadi aku hanya pasrah ketika hatiku memilih mencintaimu. Lelaki biasa yang bersahaja namun mampu memenuhi ruang istimewa dalam singgasana hatiku.

Oh ya, aku lupa…pasti kamu ngga kenal dengan selebritis-selebritis yang aku sebut di atas ya? Kamu kan enggak suka dunia seleb, enggak suka infotainment. Termasuk enggak suka kalo aku berkeinginan pengin jadi seleb TOP BGT sekelas miss Universe. Menurut kamu, menjadi Seleb itu nggak lebih dari sekedar eksploitasi diri untuk dipertontonkan kepada khalayak.

Ini yang perlu diluruskan. Bukankah setiap orang sejatinya sudah mengeksploitasi dirinya supaya bisa eksis dibidangnya? Aku juga pengin jadi selebritis. Apa kamu ngga bangga punya to punya pacar seleb kaya aku?

Dini Adi satya mengantosang sepetekan Bli
Jagi muktiang tresnane

Rase sepi ne raseyang Adi

Yening Bli tusing ade disisin adi

Titiang tresnan sanget ken Bli. Ampunan Bli ninggalin Adi, Nggih?


Sudahlah…cari orang Bali aja untuk menterjemahkan….



Lanjut Baca - Fiksi : Monolog
 

Itik Bali™ Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon