Sekarang ini semakin mudah untuk membeli pulsa. Buktinya, tidak jarang beberapa meter di dalam kota, bisa membeli pulsa di konter-konter penjualan. Lalu bagaimana cerita awal bisa menjamurnya konter-konter pulsa tersebut?

Sejarahnya dimulai pada 2004 ketika Telkomsel melopori pulsa elektrik yang dipakai oleh hampir semua provider seluler saat ini melalui luncuran produk MKIOS. Produk itu memfasilitasi para outlet untuk semakin mudah mengisi ulang pulsa kepada konsumen. Mereka kemudian mendirikan dealer sebagai perpanjangan tangan untuk menjual pulsa secara cepat ke konsumen.

Kudo Pulsa

Diharapkan bahwa dealer atau outlet yang semakin mempermudah dan membantu Telkomsel mengisi ulang para pelanggan prabayar. Apalagi pada saat itu pelanggan Telkomsel bisa berkisar 10 juta pengguna. Telkomsel memang membutuhkan dealer atau outlet Untuk mendistribusikan produk produk selular, perdana dan isi ulangnya.

Setiap dealer pun mengangkat sub-sub dealer sebagai channel distribusi resmi, mereka di persenjatai dengan spanduk, voucher fisik, kartu yang bisa dipergunakan untuk isi ulang dan lain lain. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, keterbatasan porsi sub dealer terbatas. Hal itulah yang membuat sub dealer tidak loyal kepada satu operator saja, dalam artian Telkomsel.

Pada perkembangannya setiap dealer mengangkat sub-sub dealer untuk mendistribusikan lagi produk seluler. Spanduk, voucher fisik dll menjadi perlengkapan umum bagi sub-sub dealer. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengguna telepon seluler semakin banyak dan kondisi sub-sub dealer kurang diuntungkan karena porsi mereka sangat terbatas. Oleh karena itu, sub dealer ini akhirnya menjual produk dari berbagai operator (yang dikenal saat ini dengan konter/kios pulsa).

Tentu saja hal itu semakin membantu operator-operator telekomunikasi lainnya atas keberadaan konter dari sub dealer tersebut. Keberadaan mereka memudahkan para pelanggannya untuk mengisi ulang pulsa. Maka dari itu yang paling diuntungkan dari kondisi ini adalah konsumen karena semakin banyak pilihan dalam mengisi pulsa serta variasi harga yang ditawarkan pun semakin beragam.

Konter isi ulang ini menjadi revenue terbesar dari perusahaan selular. Tentu saja konter konter ini pun menjajakan juga kartu perdananya operator. Padahal sub dealer dalam konter pulsanya hanya bermodal lemari kaca, dipajanglah voucher-voucher gosok dan perdana dari berbagai operator.

Dampaknya adalah berjualan pulsa dalam berbentuk konter berada di mana-mana. Hal itu karena hampir setiap orang memiliki hand phone (HP) yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Maka dari itu di setiap lingkungan bisa melihat peluang mendirikan usaha penjualan pulsa elektrik. Terlebih sekarang hadir kudo yang menawarkan setiap orang bisa berbisnis pulsa handphone hingga pulsa listrik.

Hanya saja di beberapa lingkungan pedesaan masih jarang ada yang menjual pulsa elektrik secara berjejeran berbentuk konter. Terutama di lingkungan yang berdekatan dengan alam yang jarang dilalui masyarakat. Hal iu bisa menjadi peluang untuk mendirikan usaha penjaulan pulsa elektrik semua operator.

Pulsa sendiri merupakan saldo yang dibuat oleh suatu oleh perusahaan jasa telekomunikasi tertentu. Bisa dikatakan juga sebagai alat pembayaran virtual untuk mendapatkan jasa telekomunikasi. Sederhananya, hanya sebuah formalitas dalam bentuk angka untuk menunjukkan jumlah layanan yang bisa digunakan oleh konsumen.

Cara transaksi pulsa elektrik dan produk lainya di sub dealer bisa di lakukan lewat SMS, WhatsApp, telegram, Gtalk dan via aplikasi Android. Dengan banyaknya jalur, transaksi semakin cepat dan lancar. Untuk melakukan transaksi pulsa di server, hanya memerlukan format tertentu yang sudah menjadi standar baku. Format ini biasa di sebut sebagai format transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *