Tahukah Anda saat ini bisnis homestay sedang banyak digandrungi, karena menjanjikan keuntungan yang cukup lumayan, makanya tak heran bisnis ini sekarang tumbuh subur di kota-kota besar dan tempat pariwisata.

Homestay sendiri adalah sebuah tempat penginapan di tempat penduduk dengan fasilitas lengkap, terkadang si pemilik rumah juga ikut tinggal di rumah tersebut bersama tamu. Biasanya homestay ini disewakan kepada para tamu.

Bisnis Sewa Rumah

Di beberapa kota, contohnya seperti Jogjakarta bisnis ini begitu tumbuh subur, tarifnya dihitung per hari yang artinya memungkinkan setiap hari Anda mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan model bisnis kontrakan atau kos kosan. Umumnya, Anda akan mendapatkan profit dalam jangka waktu yang lama. Nilai keuntungannya juga lebih besar daripada model bisnis sewa rumah lainnya.

Namun tentunya, untuk memulai bisnis ini ada banyak hal yang harus diperhatikan, nah bagi Anda yang saat ini berencana untuk memulai bisnis homestay berikut ini adalah tipsnya.

Perhatikan lokasi rumah    

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari rumah dengan lokasi yang strategis atau dekat dengan tempat wisata. Selain itu rumah tersebut juga sebaiknya memiliki luas yang cukup besar minimal 140 meter persegi, berlantai dua memiliki minimal tiga kamar tidur.

Perhatikan kondisi lingkungan  

Selain kondisi bangunan rumah, cermati juga lingkungan sekitarnya. Misalnya akses jalan yang mudah dan lebar, setidaknya bisa untuk persimpangan dua mobil pribadi. Hindari rumah yang berada di lokasi yang rawan akan bencana seperti longsor atau banjir, tingkat kriminalitas rendah dan daerah berbahaya lainnya. Selain itu, pastikan legalitas dari rumah untuk bisnis homestay.

Gunakan kredit

Jika tidak cukup untuk membeli secara kontan, Anda juga bisa membelinya secara kredit. Misalnya Anda membeli rumah dua lantai dengan harga 700 juta rupiah. Uang mukanya katakan 10 %, maka Anda harus menyelesaikan kredit senilai 630 juta rupiah. Biasanya Anda diberikan tenggat waktu untuk melunasi selama 15 tahun. Bila bunganya sekitar 8,5 %, maka per bulannya Anda harus mengangsur kredit sebesar Rp. 6.203.859 setiap bulannya. Bila Anda menetapkan harga sewa harian pada homestay sebesar 800 ribu. Jadi, untuk bisa mengangsur setidaknya selama 8 hari homestay Anda terisi oleh tamu.

Pengelolaan bisa diserahkan kepada waralaba

Bila Anda tidak memahami pemasaran homestay bisa menyerahkan pengelolaannya pada waralaba homestay. Anda tidak begitu terlalu dipusingkan oleh operasional dan biaya promosi. Homestay Anda juga bisa mendapat aliran tamu dari homestay jaringan waralaba tersebut. Secara otomatis tingkat hunian menjadi sangat tinggi. Anda tinggal menerima beresnya saja dan mendapatkan laporan serta kucuran rupiah.

Kalau harus mengelola sendiri, akan direpotkan dengan penyediaan fasilitas, mencari karyawan, pengelolaan dan promosi yang menjadi ujung tombak bisnis. Semakin banyaknya homestay tentunya akan memperbesar persaingan. Sehingga Anda harus pintar dalam melakukan promosi dan pemasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *